Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
Bagikan sekarang

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Berdasarkan penelitian, kanker serviks disebabkan oleh virus papilloma atau HPV (Human Papillomavirus). Sebagian besar infeksi HPV terjadi melalui hubungan seksual.

HPV bisa dikatakan sebagai penyebab kanker serviks karena HPV dapat ditemukan pada hampir 100% penderita kanker serviks. Meski tidak selalu ditemukan secara langsung, setidaknya selalu terdapat jejak atau sisa dari virus papilloma. Untuk lebih jelasnya, ketahui seputar faktor risiko, komplikasi, serta harapan hidup penderita kanker seviks.

Faktor risiko kanker serviks

penderita kanker serviks

Selain HPV, terdapat faktor risiko lain yang berhubungan dengan kanker serviks. Di antaranya:

  • Melakukan hubungan seks di usia yang terlalu muda, kanker serviks terjadi karena sel-sel pada mulut rahim belum siap menghadapi perubahan, terutama infeksi virus
  • Multiple partners (pasangan seks yang berganti-ganti), memiliki partner atau pasangan seks lebih dari satu menyebabkan paparan terhadap virus lebih banyak.
  • Merokok
  • Tidak adanya upaya deteksi dini atau upaya pencegahan (misalkan pap smear)

Hal-hal di atas adalah beberapa faktor yang menyebabkan sel normal pada serviks berubah menjadi sel tidak normal. Akan tetapi, sel tersebut belum termasuk pada kategori sel kanker atau dikenal juga sebagai fase pra-kanker. Jika dibiarkan, se akan berubah menjadi kanker.

Sebenarnya terdapat fase/masa dan periode waktu yang cukup panjang untuk wanita yang memiliki faktor risiko untuk mencegah kanker serviks. Anda harus memanfaatkan periode ini untuk melakukan tindakan pencegahan dini, sebelum terjadi perkembangan komplikasi kanker serviks.

Komplikasi kanker serviks

Komplikasi akibat kanker serviks terbagi menjadi dua:

Komplikasi karena penyebaran kanker

Semakin luas kanker serviks menyebar/melebar, artinya penderita memasuki stadium yang lebih lanjut, maka komplikasi akan mulai terjadi. Komplikasi biasanya dimulai ketika memasuki stadium 2 atau lebih.

Berikut beberapa komplikasi kanker yang dapat terjadi:

  • Nyeri pada bagian rahim, mungkin terjadi juga pada tulang pinggul.
  • Gangguan pada pembuluh darah, seperti darah lebih mudah membeku.

Pada stadium yang lanjut kanker dapat menyebabkan:

  • Fistula (lubang akibat kerusakan jaringan pada kandung kemih/saluran kotoran dan vagina) sehingga terjadi kebocoran dan dapat menyebabkan infeksi.
  • Gagal ginjal karena tersumbatnya saluran kencing.
  • Sesak napas karena menyebar sampai paru.
  • Terjadi kejang saat kanker menyebar ke otak.

Komplikasi Akibat Pengobatan

Pada umumnya penderita atau pasien datang dalam kondisi kanker serviks yang sudah stadium dua atau lanjut. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan radiasi atau radioterapi.

Komplikasi kanker serviks yang mungkin terjadi karena perawatan radiasi ini seperti:

  • Vagina menyempit sehingga menyulitkan untuk berhubungan intim.
  • Terjadi kerusakan saluran kotoran seperti usus besar yang terluka sehingga terdapat darah saat buang air besar dan kemudian menyebabkan anemia.
  • Menyebabkan air kencing berdarah akibat kantung kemih terluka.

Pilihan Pengobatan untuk Kanker Serviks

obat kanker serviks

Kanker serviks dapat dirawat berdasarkan stadium kanker itu sendiri.

1. Stadium Awal

Stadium awal berarti kanker masih terlokalisasi atau hanya terdapat pada mulut rahim. Operasi merupakan pengobatan terbaik untuk stadium awal. Operasi dilakukan untuk mengangkat rahim secara radikal (radical hysterectomy) dan mengangkat kelenjar di daerah panggul.

Apabila penderita kanker serviks tidak dapat menjalani operasi (misal karena memiliki penyakit jantung atau berusia lanjut), terdapat pilihan lain yaitu radiasi.

2. Stadium 2B dan lanjut

Pengobatan kanker serviks hanyalah radiasi. Operasi sudah tidak dapat dilakukan.

Agar lebih jelas, pengobatan yang secara khusus merawat kanker serviks diantaranya:

  • Operasi
  • Radiasi
  • Kemo-radiasi
  • Kemoterapi, tapi tidak menjadi opsi pertama. Kemoterapi diberikan pada penderita kanker serviks stadium 4B atau kambuh.

Salah satu contoh penggunaan kemoterapi adalah ketika kanker sudah menyebar ke bagian paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas. Kemoterapi dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala sesak napas tersebut.

Merawat komplikasi kanker serviks

Apabila penderita kanker mengalami komplikasi kanker serviks yang menghambat pengobatan (radiasi/radioterapi), pertama-tama Anda perlu merawat penyakit komplikasi terlebih dahulu agar radiasi dapat dilanjutkan.

Misalnya seorang pasien kanker serviks mengalami komplikasi gagal ginjal sehingga perawatan radiasi tidak dapat dilakukan. Masalah gagal ginjal harus diatasi terlebih dahulu agar pengobatan radiasi dapat dilanjutkan.

Pencegahan komplikasi untuk penderita kanker serviks

Komplikasi berkaitan dengan stadium. Apabila komplikasi terjadi karena terkait dengan kondisi atau tingkat keparahan kanker itu sendiri (stadium), maka sulit untuk melakukan pencegahan. Satu-satunya pencegahan komplikasi karena penyebaran kanker adalah deteksi kanker sejak dini, sehingga ditemukan pada stadium awal.

Namun, komplikasi yang disebabkan oleh pengobatan dapat ditekan jika penderita kanker serviks melakukan radiasi dengan menggunakan teknologi atau mesin, teknik, dan dosis yang baik.

Perlu Anda ketahui, terdapat komplikasi yang segera dirasakan dan yang bersifat kronis. Komplikasi kronis dapat terjadi meskipun pasien sudah dinyatakan bebas kanker. Komplikasi kronis dapat terjadi dalam jangka waktu 1-2 tahun. Untungnya, komplikasi kanker serviks kronis yang disebabkan oleh pengobatan cukup kecil kemungkinannya, hanya sebesar 10 persen.

Harapan hidup penderita kanker serviks

Faktor yang memengaruhi harapan hidup terbesar dari kanker serviks adalah stadium atau tingkatannya.

  • Stadium 1: Daya tahan/harapan hidup 5 tahun sebesar 90 persen.
  • Stadium 2-3: Daya tahan/harapan hidup 5 tahun sebesar 50 persen.
  • Stadium 4: Daya tahan/harapan hidup 5 tahun sebesar 10-15 persen.

Apakah faktor usia berpengaruh?

kanker serviks diturunkan

Faktor usia berkaitan dengan penyakit yang muncul secara alami. Semakin bertambahnya usia, biasanya seseorang mengalami gangguan kesehatan lain. Hal ini tentu dapat memperparah kondisi kanker.

Rata-rata pengidap kanker serviks berada di usia 40 tahun. Namun, bukan berarti usia muda memiliki kesempatan hidup yang lebih besar. Kembali lagi, stadium adalah hal yang menentukan harapan hidup pengidap kanker. Faktor usia dapat dikatakan tidak terlalu dominan dalam menentukan harapan hidup.

Faktor yang memengaruhi harapan hidup penderita kanker serviks

Tentu semua pengidap berharap angka harapan hidupnya tinggi ketika diperiksa oleh dokter. Berikut beberapa faktor yang dapat diperhatikan untuk meperbesar peluang hidup pengidap kanker.

  • Stadium atau kondisi kanker itu sendiri.
  • Sarana pengobatan yang berkualitas.
  • Support dari keluarga dan lingkungan.
  • Motivasi atau keinginan untuk sembuh dari diri sendiri.

Selain dukungan keluarga, rumah sakit terkadang memfasilitasi sesama pengidap kanker untuk dapat berbagi antara satu sama lain. Terkadang pasien merasa dukungan yang berasal dari sesama pengidap kanker lebih berarti dibandingkan dari keluarga atau tenaga medis.

Pola pikir untuk penderita kanker serviks meski telah mengetahui harapan hidupnya

Bicara soal pola pikir penderita kanker serviks soal harapan hidupnya, pertama-tama, semua orang harus menjelaskan secara jujur atau terbuka mengenai kondisi yang terjadi dan jangan berusaha untuk menutup-nutupi. Lalu, jelaskan apa saja pengobatan yang perlu dijalani. Terakhir, tidak lupa tambahkan penjelasan mengenai harapan hidupnya.

Motivasi harus terus dibiarkan dari segala sisi, seperti keluarga, teman, dan ahli medis. Apabila pasien memiliki keinginan, prioritas, atau tujuan hidup yang ingin dicapai, lebih baik dilakukan terlebih dahulu.

Dengan demikian, pengidap kemudian dapat lebih tenang dan bersemangat dalam menjalani pengobatan. Jangan bosan memberikan dukungan dan jangan sampai pengidap kanker merasa hidup sendiri. Selalu ada harapan dalam pengobatan kanker.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Bambang Dwipoyono, Sp.OG (K) merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di MRCCC Siloam Hospitals ...

Artikel dari ahli dr. Bambang Dwipoyono, Sp.OG (K)

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Meskipun ada peluang perkembangan kanker serviks bagi penderita, ternyata ada cara untuk mengelola agar kanker tidak berkembang menjadi komplikasi.

Ditulis oleh: Maria Amanda
penderita kanker serviks

Gejala Awal Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai Wanita

Kanker serviks sebenarnya bisa disembuhkan jika dideteksi sejak dini. Berikut adalah awal gejala kanker serviks yang harus diwaspadai oleh para wanita.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
gejala kanker serviks kanker serviks gejala awal, gejala awal kanker serviks, penyebab kanker serviks, gejala kanker serviks stadium awal
READ MORE FROM dr. Bambang Dwipoyono, Sp.OG (K)

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear

IVA test dan pap smear sama-sama metode deteksi dini kanker serviks. Meski begitu, baik IVA test dan pap smear memiliki perbedaan yang beragam. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bambang Dwipoyono, Sp.OG (K) merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di MRCCC Siloam Hospitals ...

Direkomendasikan untuk Anda

tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020
kanker serviks stadium 3

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/03/2020