CDC telah menganjurkan vaksin HPV atau vaksin human papillomavirus untuk wanita maupun pria sejak usia praremaja. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit kelamin dan berbagai jenis kanker yang ditimbulkan oleh infeksi HPV, salah satunya kanker serviks. Nah, vaksin HPV itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu vaksin bivalen dan kuadrivalen.

Lantas, apa yang membedakan antara keduanya? Apakah efektivitasnya juga berbeda? Yuk, simak jawabannya ada pada ulasan di bawah ini.

Apa kandungan di dalam vaksin HPV?

Vaksin HPV umumnya berisi serum yang berisi protein berupa cangkang HPV yang tidak mengandung DNA HPV. Protein ini berguna untuk merangsang pembentukan respon imun di dalam tubuh saat melawan infeksi HPV. Karena tidak mengandung DNA HPV, vaksin ini tidak bisa menginfeksi sel, memproduksi atau menyebabkan penyakit sehingga aman untuk digunakan.

Baik vaksin bivalen maupun kuadrivalen, keduanya sudah disetujui oleh FDA sebagai upaya pencegahan infeksi HPV. Tingkat keamanannya pun dilaporkan sangat tinggi. Sebab, vaksin bivalen telah mendapatkan izin edar sejak bulan Oktober 2009 setelah diujikan pada lebih dari 30.000 wanita. Sementara vaksin kuadrivalen telah mendapatkan lisensi sejak Juni hingga Oktober 2009 dan lulus uji pada lebih dari 29.000 pria dan wanita.

Perbedaan vaksin bivalen dan kuadrivalen

1. Tipe HPV dalam vaksin

Vaksin bivalen merupakan vaksin yang berisi dua tipe partikel untuk mencegah virus HPV, yaitu HPV tipe 16 dan 18. Kedua jenis HPV ini dilaporkan menjadi penyebab terjadinya 70% kasus kanker serviks dan prakanker.

Sementara itu, vaksin kuadrivalen (vaksin empat tipe) berisi partikel guna mencegah virus HPV tipe 16, 18, 6, dan 11. Virus HPV tipe 16 dan 18 merupakan 70% penyebab kanker serviks di seluruh dunia. Sedangkan virus HPV tipe 6 dan 11 merupakan penyebab 90% penyakit genital, yaitu kutil kelamin.

2. Jenis penyakit yang menjadi target

HPV itu sendiri menjadi penyebab terjadinya beberapa jenis kanker, di antaranya:

  • Kanker serviks, 70% disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18
  • Kanker anus, 95% umumnya disebabkan oleh HPV tipe 16
  • Kanker orofaring, kanker yang terjadi pada bagian tengah tenggorokan yang 70% disebabkan oleh infeksi HPV. Di Amerika Serikat >50% kanker orofaring yang terdiagnosa disebabkan oleh HPV tipe 16
  • Jenis kanker lainnya yang jarang terjadi, yang disebabkan oleh infeksi HPV, seperti kanker vagina (65%), kanker vulva (50%), dan kanker penis (35%). Berbagai jenis kanker inim umumnya disebabkan oleh HPV tipe 16

Jika tujuannya adalah untuk mencegah kanker serviks, maka salah satu di antara vaksin bivalen atau kuadrivalen bisa menjadi pilihan untuk Anda gunakan. Sebab, kedua vaksin ini sama-sama bermanfaat melawan kanker serviks yang disebabkan oleh HPV 16 dan 18.

Namun, jika mengharapkan perlindungan tambahan terhadap pre-kanker vulva, pre-kanker vagina, pre-kanker dan kanker anus yang disebabkan oleh HPV 16 dan 18, serta kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV 6 dan 11, maka Anda harus menggunakan vaksin HPV kuadrivalen.

3. Tingkat efektivitas

Kedua vaksin memberikan proteksi 100% terhadap kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi HPV tipe 16 dan 18. Sementara untuk vaksin kuadrivalen, sebuah studi menunjukan bahwa vaksin ini memberikan proteksi hampir 100% terhadap kutil kelamin yang diasosiasikan dengan infeksi HPV tipe 6 dan 11, vaksin ini juga dapat menurunkan risiko penyakit genital hingga mencapai 90,4 persen pada pria.

4. Sasaran vaksin HPV

Sasaran vaksin bivalen dan kuadrivalen tentu berbeda. Vaksin bivalen dianjurkan untuk diberikan pada perempuan mulai usia 9-14 tahun. Bila Anda termasuk perempuan berusia 15 hingga 26 tahun dan belum pernah divaksin HPV sebelumnya, maka Anda dapat menggunakan vaksin bivalen.

Sementara itu, vaksin kuadrivalen dianjurkan untuk diberikan pada:

  • Anak perempuan maupun laki-laki mulai usia 9-13 tahun, diberikan 2 dosis (dosis pertama pada tanggal yang ditentukan, dosis kedua 6 bulan setelah dosis pertama)
  • Perempuan usia 14–45 tahun dan laki-laki usia 14-26 tahun yang belum pernah divaksinasi HPV sebelumnya, diberikan 3 dosis (dosis pertama pada tanggal yang ditentukan, dosis kedua pada 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga pada 6 bulan setelah dosis pertama)

Hati-hati dengan kontraindikasinya

Dengan berbagai manfaat yang didapatkan dari kedua vaksin, Anda perlu memperhatikan beberapa kontraindikasi pada setiap jenis vaksin HPV. Maksud dari kontraindikasi adalah kondisi ketika obat tersebut tidak boleh Anda gunakan dengan alasan tertentu.

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk orang yang mengalami anafilaksis atau alergi terhadap pemberian dosis vaksin HPV sebelumnya , wanita pada kondisi hamil, ataupun orang yang memiliki reaksi alergi atau hipersensitivitas terhadap komponen vaksin.

Vaksin HPV kuadrivalent tidak dianjurkan diberikan kepada orang yang memiliki riwayat alergi terhadap yeast (ragi) dan vaksin HPV bivalent tidak dianjurkan diberikan kepada wanita yang memiliki riwayat alergi terhadap lateks.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca