Penyakit kanker serviks merupakan salah satu momok terbesar bagi kaum perempuan. Selain disebabkan oleh faktor genetik, perkembangan kanker sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang Anda jalani. Kabar baiknya, penyakit kanker serviks adalah satu dari sekian banyak kanker yang bisa dicegah dengan vaksinasi, yaitu vaksin HPV. Namun bagaimana dengan pola makan dan gaya hidup sehat? Apakah mungkin mencegah kanker serviks dengan menjalani hidup sehat?

Gaya hidup sehat bisa menurunkan risiko kanker serviks

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Nutrition Journal, sekitar 30 sampai 40 persen kanker dapat dicegah dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Meskipun tidak ada makanan tertentu yang bisa mencegah kanker serviks, namun beberapa gaya hidup sehat berikut dapat membantu menurunkan risiko Anda terkena kanker serviks.

1. Olahraga

Sudah bukan rahasia lagi bila olahraga rutin memberikan segudang manfaat untuk Anda. Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga dapat mempertahankan berat badan Anda dan mengatasi penumpukan lemak di seluruh tubuh. Pasalnya, orang-orang dengan kelebihan berat badan lebih berisiko untuk terkena kanker.

Bila Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, Anda bisa tetap bergerak aktif melalui hal-hal sederhana setiap harinya seperti berjalan ke halte bus, memilih menaiki tangga daripada lift kantor, atau rutin melakukan pekerjaan rumah sebelum pergi ke kantor.

2. Berhenti merokok

Selain mencegah kanker tenggorokan dan paru-paru, upaya berhenti merokok juga dapat menjauhkan Anda dari kanker serviks. Sebuah penelitian melaporkan bahwa wanita perokok berisiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks dibandingkan dengan yang tidak merokok. Hal ini disebabkan karena merokok dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh yang seringkali mengarah pada perkembangan kanker serviks.

3. Menjaga pola makan yang sehat

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Nutrition and Cancer menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan kaya antioksidan, flavonoid, folat, karotenoid, vitamin C, vitamin E dan serat mengalami penurunan risiko kanker serviks sebesar 40 hingga 60 persen. Zat-zat tersebut dilaporkan dapat membantu membersihkan infeksi HPV lebih cepat dengan menghambat perubahan sel-sel leher rahim menjadi sel kanker.

Nah, manfaat zat-zat tersebut bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Beberapa contoh sayuran penurun risiko kanker serviks adalah brokoli, kubis, bawang putih, bawang merah, selada, bayam, wortel, ubi jalar, labu. Sementara daftar buah yang bisa Anda konsumsi adalah alpukat, apel, stroberi, jus jeruk.

Bila Anda penggemar teh, cobalah untuk menggantinya dengan teh hijau yang dapat membantu mencegah Anda terkena kanker serviks.

4. Menjalani tes pap smear

Bila Anda sudah aktif secara seksual, maka Anda wajib menjalani tes pap smear. Pasalnya, tes ini berguna untuk melihat kemungkinan adanya perkembangan sel kanker serviks. Melalui tes pap smear, dokter kandungan Anda akan mengambil sampel sel serviks Anda untuk mencari kemungkinan sel yang bisa berubah menjadi kanker. Jadi, bila terdapat sel prakanker yang patut dicurigai, maka sel tersebut bisa segera disingkirkan.

American Cancer Society merekomendasikan bahwa mulai usia 21 tahun, wanita harus menjalani pap smear setiap tiga tahun hingga usia 29 tahun. Setelah itu, Anda dianjurkan rutin melakukan pap smear hingga usia 65 tahun dalam rentang waktu 3-5 tahun. Semakin awal Anda melakukan pap smear, maka semakin bisa Anda mencegah sel kanker berkembang lebih parah.

Namun, meski gaya hidup dan pola makan di atas bisa mengurangi risiko terbentuknya kanker serviks, namun hal ini tidak dapat mencegah infeksi virus HPV yang merupakan biang keladi kanker serviks. Karena itulah, Anda tetap membutuhkan vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca