Gejala Infeksi HPV pada Bayi dan Anak-anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/01/2020
Bagikan sekarang

Infeksi Human papillomavirus (HPV) lebih dikenal masyarakat sebagai penyebab kanker serviks dan kutil kelamin. Kondisi ini diketahui lebih umum menyerang orang dewasa. Padahal, bayi dan anak-anak juga bisa terkena gejala infeksi HPV. Apa dampaknya jika HPV menginfeksi bayi dan anak-anak? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab anak kecil terkena infeksi HPV

Tak hanya orang dewasa, anak kecil dan bayi juga bisa terjangkit dan menunjukkan gejala-gejala infeksi HPV. Salah satu yang menyebabkan penularan HPV pada anak-anak, yakni ditularkan oleh sang ibu lewat proses melahirkan.

Penularan infeksi HPV yang terjadi antara ibu dan bayi Anda umumnya tidak terlalu sering terjadi. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh bayi bisa membasmi infeksi virus apa pun.

Meski begitu, risiko pada bayi tetap ada jika sang ibu memiliki infeksi HPV dan melewati proses persalinan vagina. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes pada bayi baru lahir untuk mengetahui apakah terkena virus HPV atau tidak.

Gejala infeksi HPV pada anak-anak

Gejala infeksi HPV yang muncul pada bayi dan anak-anak dengan orang dewasa bisa jadi berbeda. Berikut adalah gejala-gejala yang mungkin timbul apabila bayi atau anak Anda terkena infeksi HPV:

1. Kutil

Gejala infeksi HPV pada anak biasanya disertai dengan munculnya kutil di tubuh. Kutil bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, termasuk kelamin dan bagian selangkangannya.

Kutil kelamin sebagai gejala infeksi HPV yang timbul pada anak, umumnya disebabkan oleh sexual abuse atau kekerasan seksual.

Kutil yang menjadi gejala infeksi HPV anak, biasanya memiliki tampilan seperti lesi, benjolan seperti kembang kol, dan berbentuk seperti daging yang menonjol.

Pada anak perempuan yang terkena infeksi HPV, gejala kutil kelamin jarang muncul pada bagian vulva vagina. Namun, kutil dapat muncul di dekat anus, serviks, atau bagian permukaan vagina.

Sementara itu, pada anak laki-laki, kutil bisa muncul pada penis, buah zakar, atau di sekitar anus. Kutil akibat infeksi HPV ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, sakit, dan gatal di bagian tubuh yang terkena.

2. Mata merah atau konjungtivitis

Selain kutil, anak kecil atau bayi yang terinfeksi HPV bisa memiliki gejala mata merah akibat konjungtivitis.

Gejala infeksi HPV pada anak ini dikenal juga sebagai ophthalmia neonatorum. Cirinya berupa warna mata yang memerah dan infeksi pada lapisan kelopak mata bayi Anda.

Pada anak bayi yang baru lahir, gejala infeksi HPV ini dapat menyebabkan pembengkakan kelopak mata yang berair, berdarah, atau menebal. Ini bisa terjadi satu sampai dua minggu setelah dilahirkan.

Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada mata dan kebutaan.

Anda harus menemui dokter jika anak atau bayi Anda menunjukkan gejala konjungtivitis untuk mendiagnosis kemungkinan adanya infeksi HPV.

3. Masalah pada saluran pernapasan bayi atau anak

Papiloma laring adalah suatu gejala infeksi HPV pada anak. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya kutil di tenggorokan dan di kotak pita suara anak.

Meski sangat jarang, gejala infeksi HPV pada anak yang satu ini bisa menghambat jalan napas dan berpotensi mengancam nyawa anak, terutama bayi baru lahir.

Untuk mengatasi gejala infeksi HPV berupa papiloma laring, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur operasi laser pada anak secara teratur untuk menghilangkan kutil. Dengan demikian, pernapasan anak pun tidak lagi terganggu oleh gejala infeksi HPV tersebut.

Papiloma laring sebagai gejala infeksi HPV umumnya bisa terdeteksi sejak lahir, kutil di laring juga bisa berkembang hingga lima tahun setelah anak Anda lahir.

Maka itu, penting bagi Anda membawa anak ke dokter jika ia mengalami masalah pernapasan selama beberapa tahun pertama hidupnya. Hal itu mungkin saja berkaitan dengan gejala infeksi HPV pada anak.

Cegah gejala-gejala infeksi dengan memberikan vaksin HPV pada anak

Dengan melakukan vaksinasi HPV pada anak, hal ini bisa mencegah kanker serviks, penyakit kelamin, atau bahkan gejala infeksi HPV lainnya.

Idealnya, pemberian vaksin HPV diberikan kepada mereka yang belum aktif secara seksual.

Untuk orang dewasa yang berencana untuk hamil dan memiliki keturunan, vaksin HPV merupakan salah satu hal penting untuk mencegah anak atau bayi Anda tertular infeksi HPV lewat persalinan.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika, CDC, merekomendasikan bahwa semua anak dan dewasa usia 11-26 tahun perlu menerima vaksin guna mencegah gejala-gejala infeksi HPV.

Penting juga bagi Anda untuk selalu melakukan hubungan seks yang aman. Gunakan kondom dengan cara yang tepat (jangan didobel atau jangan digunakan berulang kali) dan hindari bergonta-ganti pasangan seksual.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Benarkah Pola Asuh Orangtua Memengaruhi Kesehatan Anak?

Apa yang diajarkan orang tua kepada anak memengaruhi kepribadiannya. Bagaimana dengan kesehatan anak? Apakah pola asuh orangtua memengaruhi kesehatan anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Tanggal tayang 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Tanggal tayang 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang 28/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tanggal tayang 18/04/2020