Ciri Keputihan Akibat Kanker Serviks yang Tidak Boleh Disepelekan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/02/2020
Bagikan sekarang

Sebelum berkembang semakin parah, biasanya kanker serviks telah menunjukkan gejala awal terlebih dahulu. Kemunculan gejala awal kanker serviks ini tidak boleh Anda abaikan agar bisa segera dilakukan deteksi dini. Dari serangkaian gejala awal tersebut, keputihan tidak normal termasuk salah satu tandanya. Seperti apa ciri keputihan yang menandakan kanker serviks?

Apa keputihan berlebih termasuk ciri kanker serviks?

Pada dasarnya, jumlah keputihan setiap orang berbeda-beda. Ada yang banyak, ada pula yang sedikit. Artinya, jika keputihan yang Anda alami cukup banyak, tidak serta-merta hal itu menandakan bahwa Anda kena kanker serviks. Terlebih jika sehari-hari, keputihan yang Anda alami memang cukup banyak.

Meski merupakan hal yang wajar, banyak wanita bertanya-tanya apakah keputihan yang dialaminya masih terhitung wajar atau patut diwaspadai karena menjadi salah satu ciri kondisi tertentu, seperti kanker serviks.

Umumnya, vagina akan memproduksi cairan secara rutin sebagai tanda bahwa organ reproduksi ini bekerja dengan baik.

Secara berkala, vagina mengeluarkan cairan alami ini guna membersihkan area “tubuhnya”. Selain berfungsi untuk melembapkan, keputihan normal yang keluar dari vagina ini juga berperan sebagai pelumas dan menjaga kesehatan vagina.

Dengan begitu, diharapkan area kewanitaan ini bisa terlindung dari serangan virus, bakteri, maupun iritasi.

Akan tetapi, Anda sebaiknya waspada jika keputihan yang Anda alami mulai menunjukkan tanda-tanda abnormal.

Tandanya pun cukup mudah. Untuk membedakan apakah keputihan yang Anda alami normal atau merupakan ciri kanker serviks, Anda bisa mengamati warna, konsistensi, volume, dan bau yang muncul. Adakah perbedaan yang muncul dengan cairan vagina biasanya.

Perhatikan pula gejala lain yang mungkin Anda alami, sebelum atau setelah keluarnya keputihan.

Keputihan tidak normal bisa saja menjadi salah satu tanda Anda terkena kanker serviks. Namun, bukan berarti Anda pasti kena kanker serviks jika cairan vagina yang keluar tidak normal.

Jika Anda merasa keputihan yang Anda rasakan mulai tidak normal, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dengan begitu Anda bisa segera mendapatkan pengobatan yang tepat sebelum keputihan menjadi semakin tidak terkendali.

Berbagai ciri keputihan akibat kanker serviks

Cairan keputihan normal yang dihasilkan oleh vagina idealnya tidak berwarna atau bening, tidak berbau, serta teksturnya yang lengket maupun licin.

Sementara ketika tampilan atau keputihan yang Anda alami justru sebaliknya, kemungkinan keputihan tersebut tidak normal (abnormal).

Sebagaimana dilansir dari laman MayoClinic, kebanyakan keputihan abnormal biasanya disebabkan infeksi (seperti infeksi jamur atau bakteri) dan non-infeksi. Penyebab keputihan non-infeksi biasanya berkaitan dengan adanya benda asing atau penyakit lain, seperti kanker serviks.

Semakin cepat keputihan pertanda kanker serviks dikenali, semakin cepat pula deteksi dini dapat dilakukan guna memperbesar peluang kesembuhan.

Berikut adalah beberapa ciri keputihan akibat kanker serviks.

1. Keputihan berwarna kecokelatan

cara mengatasi keputihan berlebihan

Salah satu ciri keputihan akibat kanker serviks adalah cairan vagina yang berwarna kecokelatan. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, keputihan akan dianggap normal bila tidak berwarna alias bening, atau setidaknya berwarna putih susu.

Namun, berbeda dengan yang normal, tanda keputihan akibat kanker leher rahim ini justru berwarna kecokelatan.

Keputihan abnormal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan jaringan fibroid, maupun jaringan abnormal lainnya di dalam sistem reproduksi.

Dalam hal ini, jaringan abnormal tersebut tumbuh dan berkembang di dalam leher rahim, sehingga kemudian memicu produksi cairan vagina yang berwarna kecokelatan.

2. Keputihan keluar bersama darah

vagina

Seiring berjalannya waktu, keputihan berwarna kecokelatan bisa menjelma lebih parah hingga menghasilkan darah.

Biasanya, akan muncul warna merah agak terang yang keluar bersama cairan vagina, tapi berbeda dengan darah menstruasi.

Pasalnya, darah yang keluar bersama keputihan ini biasanya muncul usai Anda mengalami menopause, maupun di antara periode menstruasi.

Keputihan yang disertai dengan darah akibat kanker serviks muncul karena adanya potongan jaringan yang disebut nekrotik di leher rahim.

Potongan tersebut kemudian keluar bersama cairan dari tumor yang sedang berkembang di dalam serviks.

3. Keputihan berbau tidak sedap

keputihan saat hamil

Selain memiliki tampilan yang tampak tidak normal, ciri keputihan akibat kanker serviks biasanya juga disertai dengan bau yang tidak sedap.

Bau yang Anda rasakan bukanlah bau khas keputihan pada umumnya, melainkan bau busuk yang cukup menyengat. Terjadinya kondisi ini bisa dikarenakan sel-sel di dalam serviks atau leher rahim tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Akibatnya, sel-sel tersebut mungkin tidak mampu bertahan hidup, hingga akhirnya mati dan menginfeksi tumor. Infeksi inilah yang kemudian menyebabkan bau busuk dan tidak sedap.

4. Jumlah keputihan meningkat

keputihan sebelum haid

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang memiliki jumlah keputihan yang berbeda-beda. Keputihan abnormal sendiri ditentukan oleh beberapa hal, seperti siklus menstruasi, menyusui, kehamilan, hingga sedang mengalami rangsangan seksual.

Namun, penting untuk diperhatikan ketika jumlah cairan vagina yang keluar cenderung lebih banyak dan berbeda dari biasanya. Ini bisa menandakan kalau Anda sedang mengalami keputihan abnormal yang menjadi ciri adanya kanker serviks.

Terlebih apabila peningkatan jumlah keputihan ini diiringi dengan tanda kanker serviks lainnya yang telah disebutkan di atas.

Kapan harus ke dokter jika mendapati ciri keputihan kanker serviks?

kanker serviks stadium 2

Sejatinya, perubahan apa pun yang terjadi pada sistem reproduksi wanita dapat turut memengaruhi produksi cairan alami dari vagina alias keputihan.

Entah itu karena ketidakseimbangan jumlah bakteri pada vagina, maupun adanya perkembangan sel-sel abnormal di dalam organ kewanitaan, salah satunya serviks.

Sebaiknya jangan tunda untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter ketika mengalami ciri keputihan abnormal di atas, yang bisa menjadi gejala kanker serviks.

Dokter biasanya akan memeriksa kondisi kesehatan Anda terlebih dahulu, sekaligus menanyakan beberapa hal terkait kondisi keputihan yang Anda alami.

Beberapa pertanyaan mungkin akan meliputi sejak kapan keputihan abnormal yang mungkin menjadi ciri kanker serviks ini mulai muncul, seperti apa baunya, warnanya, dan mungkin kekentalannya.

Selain mencari tahu penyebab dari keputihan abnormal yang mungkin menjadi ciri kanker serviks, pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk memastikan kemungkinan adanya perkembangan sel-sel kanker serviks.

Jika dirasa mengarah pada kanker leher rahim, dokter mungkin akan melakukan tes pap smear, pemeriksaan IVA, dan deteksi kanker serviks lainnya.

Hasil dari pemeriksaan tersebut nantinya akan membantu menunjukkan apakah benar ada pertumbuhan sel-sel kanker di dalam serviks Anda. Dengan demikian, dokter dapat menentukan pemeriksaan lanjutan ataupun pengobatan untuk menangani kondisi ini sedini mungkin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers Februari 28, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang Maret 27, 2020
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Maret 20, 2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Maret 8, 2020
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Maret 7, 2020