Penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling mengancam perempuan di Indonesia. Pasalnya, jumlah penderitanya semakin meningkat, begitu pula dengan kematiannya. Itulah mengapa diperlukan upaya ‘melek’ bahaya kanker sedini mungkin dan melakukan pencegahan dengan vaksin HPV. Lantas, seperti apa vaksin HPV dan berapa kali jumlah vaksin HPV yang dianjurkan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sekilas tentang virus HPV

HPV, atau human papilloma virus, merupakan kelompok virus yang memiliki lebih dari 100 jenis virus di dalamnya. Masing-masing virus dalam kelompok ini memiliki penomoran masing-masing yang membedakan antara virus yang satu dengan yang lainnya

HPV disebut sebagai virus papilloma karena beberapa tipe HPV ini menyebabkan kutil atau papiloma yang merupakan tumor non-kanker. Namun, beberapa tipe HPV diketahui sebagai penyebab kanker, di antaranya kanker leher rahim (kanker serviks), kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker penis, dan kanker orofaring (kanker tenggorokan dan lidah).

Nah, virus papiloma ini hanya bisa hidup di sel-sel tertentu di dalam tubuh yang disebut dengan sel epitel skuamosa. Sel-sel ini dapat Anda temukan pada permukaan kulit dan permukaan yang lembab (disebut dengan permukaan mukosa), diantaranya:

  • Vagina, anus, leher rahim, vulva (pada bagian luar vagina)
  • Kulit kulup bagian dalam dan uretra pada penis
  • Bagian dalam hidung, mulut, dan tenggorokan
  • Trakea (tabung utama saluran pernapasan) dan bronkus (tabung pernafasan yang lebih kecil sebagai cabang dari trakea)
  • Kelopak mata bagian dalam

Kenapa saya harus mendapatkan vaksin HPV?

Infeksi HPV ini bisa muncul tanpa menimbulkan gejala apapun, namun tiba-tiba sudah menyebabkan kutil kelamin atau kanker pada wanita maupun pria. Karena itulah penting bagi Anda untuk segera mendapatkan vaksin HPV sebelum terkena penyakit genital maupun kanker tersebut.

Vaksin HPV yang digunakan adalah vaksin bivalent dan quadrivalent. Vaksin bivalent adalah vaksin yang berisi kandungan untuk mencegah HPV-16 dan HPV-18. Sebab, kedua jenis ini menyebabkan 70% kasus kanker serviks dan prakanker. Sementara itu, vaksin quadrivalent, selain berisi kandungan untuk mencegah HPV tipe 16 dan 18, tetapi juga berisi kandungan HPV 6 dan 11 yang merupakan penyebab 90% penyakit kutil kelamin .

Bila diberikan sejak usia remaja, vaksin HPV ini dapat menghasilkan respon kekebalan tubuh yang paling kuat.

Meski demikian, Jika Anda telah menikah ataupun telah melakukan hubungan seksual, Anda tetap perlu melakukan skrining secara reguler.

Siapa saja yang harus mendapatkan vaksin HPV?

Menurut American Cancer Society, anjuran penggunaan vaksin HPV adalah sebagai berikut:

  • Dianjurkan untuk diberikan pada anak perempuan dan laki-laki mulai usia 9 tahun.
  • Dianjurkan untuk perempuan dan laki-laki yang belum pernah diberikan vaksin atau sudah memulai tetapi belum menyelesaikan hingga dosis akhir. Bisa diberikan hingga usia 55 tahun.
  • Dosis vaksin diberikan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam jangka waktu setahun.

Berapa kali vaksinasi HPV yang diperlukan?

Vaksin HPV ini diberikan dalam beberapa dosis. Bila dimulai dari usia 9 tahun maka hanya cukup diberikan dua dosis, yaitu:

  • Dosis pertama : saat ini
  • Dosis kedua : 6 sampai 12 bulan setelah dosis pertama

Lain halnya untuk remaja dan dewasa muda yang baru mulai mendapatkan vaksin sejak usia 14 tahun ke atas, vaksin HPV diberikan dengan tiga dosis, yaitu:

  • Dosis pertama : saat ini
  • Dosis kedua: dua bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: enam bulan setelah dosis pertama

Dengan jadwal tiga dosis ini, vaksin HPV memiliki kemampuan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dengan sangat baik. Ini dikarenakan vaksin HPV mampu mendorong antibodi yang dapat bertahan selama bertahun-tahun dan aman diberikan, sekalipun bersamaan dengan pemberian vaksin lainnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera lakukan vaksinasi HPV untuk mencegah risiko terkena kanker serviks!

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca