Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis kanker yang mematikan bagi kaum wanita. Meskipun memang kanker ini dapat dicegah sepenuhnya dan disembuhkan jika dideteksi sejak dini, Anda yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker leher rahim mungkin merasa cemas. Takut jika kanker ini bisa diturunkan dan akhirnya menyerang Anda. Tapi, sebenarnya, kanker serviks sendiri bisa diturunkan atau tidak, sih?

Apakah kanker serviks itu penyakit keturunan?

Setiap jenis kanker sebenarnya bisa disebabkan oleh faktor genetik. Ya, gen di dalam tubuh Anda berperan dalam menentukan bagaimana kondisi kesehatan Anda saat ini hingga bertahun-tahun kemudian. Sama halnya dengan kanker serviks, di mana riwayat kesehatan keluarga adalah salah satu faktor risikonya.

Cancer.org menyatakan bahwa orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker serviks, berisiko 2-3 kali lebih tinggi untuk terserang kanker serviks, ketimbang dengan orang yang tak punya riwayat kesehatan keluarga. Meskipun memang 99% kasus kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV, namun tetap saja faktor genetik berperan dalam hal ini.

Para ahli menyatakan bahwa faktor genetik dapat membuat seseorang menjadi lebih lemah dan mudah untuk terserang virus HPV dari pada orang yang tidak memiliki faktor genetik di dalam tubuhnya.

Selain itu, gen juga memainkan peran dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel di dalam tubuh. Ketika memang seseorang memiliki gen yang menjadi faktor risiko dari kanker leher rahim, maka gen ini membuat sel-sel leher rahim menjadi tumbuh dengan cepat dan tidak terkontrol. Dan akhirnya, berkembang menjadi sel kanker.

Apakah saya akan terkena kanker serviks jika ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya?

Hal ini tentu bukan jaminan. Memiliki anggota keluarga inti yang pernah mengalami kanker serviks, tak membuat Anda akan terkena juga. Sekali lagi, genetik hanyalah salah satu faktor risiko dari kanker leher rahim ini. Masih banyak faktor risiko lain yang sebenarnya lebih berpeluang untuk mengakibatkan kanker ini terjadi.

Faktor risiko lain yang bisa menyebakan kanker leher rahim adalah:

  •   Terinfeksi HPV. Virus ini tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual dan kebersihan vagina yang kurang terjaga, tapi juga melalui kontak kulit ke kulit (skin to skin). Artinya, meskipun sebagian besar HPV menular melalui hubungan seksual, virus ini dapat juga menular secara non-seksual, yaitu melalui sentuhan kulit. Pemakaian kondom dapat meminimalisasi penularan virus tapi tidak bisa mencegah sepenuhnya karena bagian tubuh lainnya bisa terkena HPV.
  •   Memiliki kebiasaan merokok
  •   Memiliki sistem kekebalan yang lemah, sehingga mudah terserang HPV
  •   Memiliki penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan sifilis.
  •   Hamil dan melahirkan di usia yang sangat muda

Jika Anda mempunyai faktor risiko tersebut, maka Anda berisiko untuk terkena kanker leher rahim. Semakin banyak faktor risiko yang Anda miliki, maka semakin besar peluang kanker leher rahim menyerang Anda.

Apakah kanker serviks bisa dicegah?

Faktanya, kanker serviks adalah jenis kanker yang paling mudah untuk dicegah  dibandingkan kanker lain. Bahkan pencegahan bisa dilakukan sejak usia dini, yaitu dengan vaksin HPV.

Vaksin ini paling baik dilakukan ketika seseorang belum memulai hubungan seksual,  karena itu metode ini bisa diterapkan pada anak mulai usia 9 tahun atau ketika mereka memasuki pubertas.

Bila Anda sudah terlanjur pernah berhubungan seksual namun belum pernah mendapatkan vaksin, Anda tidak perlu berkecil hati, vaksin HPV masih bisa diberikan. Vaksin HPV tidak hanya memberikan perlindungan pada satu jenis virus HPV saja. Vaksin HPV quadrivalent dapat memberikan perlindungan terhadap HPV 6, 11, 16, dan 18.

Di sisi lain, Vaksin HPV bivalent dapat memberikan perlindungan terhadap HPV 16 dan 18. Jadi meskipun Anda sudah pernah terinfeksi salah satu virus tersebut, misalnya pernah mengalami kutil kelamin akibat HPV 6 atau 11, vaksin HPV akan memberikan perlindungan terhadap vaksin HPV 16 dan 18.

Maka dari itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO), telah menganjurkan untuk semua negara menerapkan vaksin HPV ini sebagai salah satu metode penanggulangan yang wajib dilakukan. Oleh karena itu, jika Anda ingin terhindar dari risiko penyakit kanker leher rahim, Anda bisa melakukan vaksinasi HPV yang saat ini tersedia di rumah sakit  besar terdekat Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca