Sarkoma uterus adalah penyakit dimana sel-sel ganas (kanker) terbentuk di otot-otot rahim atau jaringan penyokong rahim lain. Sarkoma uterus dianggap sebagai jenis kanker langka pada otot rahim dan jaringan penyokong rahim.

Jika Anda didiagnosis dengan sarkoma uterus, dokter dapat menawarkan beragam jenis pengobatan.

Apa saja pengobatan untuk menangani sarkoma uterus?

Operasi

Operasi adalah jenis pengobatan yang paling umum untuk sarkoma uterus. Meski semua kanker telah diangkat dari tubuh melalui operasi, terkadang Anda perlu menjalankan kemoterapi atau terapi radiasi setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Operasi biasanya digunakan untuk pasien dengan kanker stadium III. Pengobatan yang diberikan setelah operasi, dengan tujuan mengurangi resiko kekambuhan, disebut terapi ajuvan.

Setelah operasi, Anda dapat melanjutkan aktivitas normal dalam 4 sampai 8 minggu. Namun, sebagian wanita dapat mengalami perasaan kehilangan yang mungkin membuat keintiman sulit diraih.

Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar x-ray tinggi energi atau jenis radiasi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker atau mencegah pertumbuhan sel. Ada dua jenis terapi radiasi. Pertama, terapi radiasi eksternal yang menggunakan mesin di luar tubuh untuk memancarkan radiasi ke sel-sel kanker. Kedua, terapi radiasi internal yang menggunakan zat radioaktif yang tersegel dalam jarum, bibit, kawat, atau kateter yang dimasukkan langsung ke dalam atau ke dekat daerah kanker. Metode terapi radiasi yang diberikan tergantung pada jenis dan stadium kanker yang diobati.

Terapi radiasi akan mengurangi jumlah sel darah putih dalam tubuh. Sebagian wanita dapat mengalami diare atau buang air kecil yang sering dan tidak nyaman, atau bahkan vagina terasa kering, gatal, sesak, dan terbakar.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah terapi yang menggunakan obat-obatan untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Kemoterapi akan menghancurkan sel ataupun mencegah pertumbuhan dan pembelahannya. Anda dapat menggunakan kemoterapi dengan menggunakan obat yang diminum atau disuntikkan secara langsung ke pembuluh darah.

Setelah diminum, obat akan masuk ke dalam aliran darah dengan cepat untuk mencapai sel-sel kanker di seluruh tubuh dan menghancurkannya dengan zat kimia kuat (kemoterapi sistemik). Cara lain agar obat kemoterapi masuk ke dalam tubuh adalah dengan menyuntikkannya langsung ke dalam cairan cerebrospinal, organ, atau rongga tubuh seperti perut di mana sel-sel kanker berada, dan obat akan memfokuskan kerjanya pada sel-sel kanker di daerah tersebut (kemoterapi regional). Cara kemoterapi diberikan tergantung pada jenis dan stadium kanker yang diobati.

Terapi hormon

Terapi hormon menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dengan membuang kelebihan hormon dan menghentikan kerja hormon dalam tubuh. Hormon diproduksi oleh kelenjar di tubuh dan beredar dalam aliran darah. Beberapa kanker dapat tumbuh berkat hormon. Jika tes menunjukkan sel-sel kanker memiliki tempat dimana hormon dapat menempel (reseptor), dokter dapat menggunakan obat, operasi, atau terapi radiasi untuk mengurangi produksi hormon atau menghalangi fungsinya.

Wanita yang menggunakan progesteron dapat mengeluhkan kelelahan dan perubahan nafsu makan dan berat badan, serta dapat menumpuk cairan dalam tubuh. Wanita yang pra-menopause dapat mengalami perubahan pada siklus menstruasi mereka.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca