Berbagai jenis virus HPV menyebar melalui kontak seksual. Namun, orang yang belum pernah berhubungan seks pun masih bisa terkena HPV karena virus ini juga disebarkan melalui kontak kulit ke kulit. Bahkan dikutip dari laman CDC, sekitar 14 juta orang, termasuk remaja, diketahui terinfeksi HPV setiap tahunnya. Itu sebabnya, penting bagi anak Anda untuk mendapatkan vaksin HPV sejak dini.

Namun, bagaimana jika anak remaja Anda sampai saat ini belum pernah vaksin HPV? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Yang harus dilakukan jika anak remaja belum pernah vaksin HPV

Tidak ada kata terlambat untuk vaksinasi HPV meskipun anak Anda belum pernah sekalipun melakukannya. Jadi, meskipun anak Anda belum pernah vaksin HPV, Anda sebaiknya segera mengajaknya melakukan vaksinasi.

Baik anak perempuan ataupun anak laki-laki, vaksin HPV sudah bisa diberikan saat anak berusia 9-13/14 tahun. Pada rentang usia tersebut, vaksin HPV hanya diberikan 2 dosis dengan cara menyuntikkan cairan ke otot bahu. Dosis kedua diberikan setelah jangka waktu enam bulan hingga satu tahun kemudian. Sedangkan jika anak Anda berusia di atas 15 tahun, vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dalam rentang waktu enam bulan sampai satu tahun.

Yang harus dipahami, semakin dini Anda memberikan vaksin HPV pada anak, tingkat efektivitas kerja vaksin ini untuk mencegah infeksi HPV pun akan semakin tinggi. Pasalnya, respon kekebalan tubuh mereka pada usia muda sedang berada dalam tahap terbaiknya. Hal inilah yang membuat tubuh anak jadi lebih efektif dalam mengembangkan sistem antibodi terhadap virus HPV yang mapan dalam jangka panjang.

Namun ingat, konsultasikan terlebih dulu ke dokter anak Anda sebelum melakukan vaksin HPV pada anak.

Berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi HPV

Selain melakukan vaksinasi HPV, ada cara lain yang juga perlu anak Anda lakukan untuk mencegah infeksi HPV dan penyakit menular seksual lainnya. Misalnya:

1. Menjaga kebersihan area genital

Baik anak perempuan dan laki-laki sangat penting untuk menjaga kebersihan organ kelaminnya. Pasalnya, kulit di daerah kelamin sangat sensitif. Nah, itu sebabnya untuk menghindari infeksi, iritasi, serta bau di daerah tersebut anak Anda harus rajin merawatnya.

Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengajari anak cara membasuh kelamin yang benar setelah buang air besar/kecil. Kemudian, ajarkan juga anak untuk rutin mengganti celana dalamnya setiap hari. Tidak hanya itu, rutin mengganti pembalut saat menstruasi juga penting bagi anak perempuan.

2. Terapkan pola makan sehat

Hal penting yang bisa Anda lakukan demi menjaga kesehatan Anda dan keluarga secara keseluruhan adalah menerapkan pola makan sehat di rumah. Jadi, pastikan bahwa anak Anda mendapatkan asupan makan yang kaya nutrisi serta bergizi seimbang dari buah dan sayur yang dikonsumsinya setiap hari.

3. Jangan merokok

Tidak merokok adalah cara penting lainnya untuk mengurangi risiko anak terinfeksi HPV. Pasalnya, racun rokok bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dan bertambah ganas. Tidak hanya memicu kanker, merokok pun sebenarnya akan memperburuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Nah itu sebabnya, tanamkan pada anak Anda sejak dini tentang bahaya merokok.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca