Vitamin D dan Manfaatnya Bagi Kanker Payudara

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Vitamin D adalah kelompok fat-soluble prohormone (zat yang mempunyai hanya sedikit aktivitas hormonal namun dapat diubah tubuh menjadi hormon). Vitamin D membantu tubuh menggunakan kalsium dan fosfor untuk membuat tulang dan gigi yang kuat. Kulit yang terekspos sinar matahari dapat menghasilkan vitamin D. Vitamin D juga bisa didapat dari makanan tertentu. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kerapuhan pada tulang yang disebut rakhitis pada anak-anak dan osteomalacia pada orang dewasa.

Vitamin D yang dibutuhkan dapat didapatkan dari paparan sinar matahari. Sumber dari makanan dapat meliputi ikan berlemak, minyak hati ikan, dan telur. Namun, vitamin D paling banyak ditemukan pada susu, jus, dan sereal. Vitamin D juga dapat didapat dari suplemen.

Apakah vitamin D berhubungan dengan kanker payudara?

Studi telah menemukan bahwa vitamin D dapat mengurangi risiko penyakit jantung, patah tulang, dan bahkan depresi. Sekarang, riset terbaru membuktikan bahwa pasien kanker payudara dengan kadar vitamin lebih pada darah cenderung dapat bertahan dibanding pasien dengan kadar vitamin yang rendah.

Para ahli riset menemukan bahwa wanita dengan kanker payudara yang memiliki kadar vitamin D yang rendah memiliki risiko kembalinya kanker 2 kali lebih besar, dan hampir 2 kali risiko kematian dibandingkan dengan wanita yang memiliki kadar vitamin D yang tinggi.

Data hewan menemukan potensi efek anticarcinogenic pada kalsium dan vitamin D dalam perkembangan kanker payudara. Asupan kalsium dan vitamin D yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan menurunnya risiko kanker payudara sebelum menopause. Perlindungan pada wanita yang belum menopause lebih ditujukan untuk tumor payudara yang agresif.

Pada ahli menemukan bahwa wanita dengan kadar vitamin D yang rendah lebih mudah terkena kanker payudara, di mana pasien kanker payudara dengan kadar vitamin D yang tinggi memiliki angka kematian yang lebih rendah sebanyak 50%. Metabolisme vitamin D meningkatkan komunikasi antara sel dengan mengaktifkan protein yang menghentikan pembelahan sel yang agresif. Selama adanya reseptor vitamin D, pertumbuhan tumor dapat dicegah dari penyebaran suplai darah.

Maka dari itu, vitamin D dipercaya memiliki peran penting dalam melindungi kanker payudara, di mana vitamin D membuat sel pada payudara lebih “pintar” karena terdapat reseptor vitamin D di jaringan payudara, dan vitamin D dapat mengikat reseptor tersebut. Hal ini dapat menyebabkan sel seperti oncogenes mati atau berhenti bertumbuh. Terlebih lagi, sel kanker tidak dapat menyebar pada bagian tubuh lainnya.

Penelitian lain menunjukkan keterkaitan kadar vitamin D dan rekurensi kanker payudara, ukuran tumor, dan kematian akibat kanker payudara. Hal-hal ini berkontribusi pada hasil di mana memiliki vitamin D yang cukup dapat menghindari memburuknya kondisi kanker.

Namun, hubungan antara kanker payudara dengan vitamin D sangatlah rumit, tidak sepenuhnya dimengerti, dan masih dalam proses penelitian. Studi lainnya menemukan hubungan respon-dosis, di mana setiap peningkatan kadar vitamin D dalam tubuh, terdapat penurunan risiko kanker payudara. Kebanyakan penelitian merupakan penelitian observasi, sehingga para peneliti tidak dapat memastikan apakah vitamin D dapat mencegah kanker payudara atau tidak.

Walau kebanyakan orang jarang memiliki asupan vitamin D yang tinggi, penting untuk mengingat bahwa kelebihan asupan nutrisi apapun, termasuk vitamin D, dapat menyebabkan efek yang beracun. Terlalu banyak vitamin D dapat berbahaya karena meningkatkan kadar kalsium, yang dapat menyebabkan kalsinosis (penumpukan garam kalsium pada jaringan lunak seperti ginjal, jantung atau paru-paru) dan hypercalcemia (tingginya kadar kalsium pada darah). Kadar maksimal asupan vitamin D yang aman untuk dewasa dan anak-anak di atas 8 tahun adalah 100 μg per hari (4000 IU per hari).

Keracunan akibat terlalu banyak vitamin D lebih sering terjadi akibat konsumsi suplemen vitamin D berlebih, dibandingkan dari makanan yang mengandung vitamin D. Paparan sinar matahari yang berlebih tidak akan menyebabkan keracunan vitamin D. Namun jangan meningkatkan produksi vitamin D dengan memperbanyak paparan sinar matahari karena dapat menyebabkan risiko kanker kulit. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

    Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
    Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    Resep Bola-Bola Cokelat untuk Buka Puasa yang Bisa Dibuat Bareng Si Kecil

    Bingung mau bikin menu buka puasa seperti apa? Anda bisa membuat bola-bola cokelat bersama si kecil, ini resep mudah yang bisa diikuti.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Hari Raya, Ramadan 06/05/2020

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Direkomendasikan untuk Anda

    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    makan sayuran

    Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020