Tamoxifen adalah modulator reseptor estrogen yang sering digunakan dalam pengobatan kanker payudara. Tamoxifen menghalangi estrogen atau yang dikenal dengan hormon yang mempunyai pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tumor payudara. Sedangkan dalam rahim, hormon ini berfungsi untuk mendorong pertumbuhan lapisan rahim.

Dapatkah tamoxifen mengurangi risiko kanker payudara?

Tamoxifen telah diakui sebagai pengobatan yang mengurangi risiko kanker payudara. Selain itu, sedang dipelajari apakah ada zat dalam makanan yang dapat mengurangi risiko kanker atau tidak. Meskipun saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa zat-zat dalam makanan dapat benar-benar membantu mengurangi risiko kanker payudara, namun zat-zat ini sedang dipelajari.

Pengaruh Tamoxifen  terhadap risiko kanker payudara memberikan efek yang berbeda-beda pada beberapa hasil penelitian. Salah satu keuntungan dari penggunaan tamoxifen yaitu dapat menurunkan tingkat kambuh pada penderita kanker payudara dan dapat memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara stadium awal. Tamoxifen juga telah terbukti dapat menurunkan risiko kanker payudara sebanyak 13 sampai 48% dan membantu menurunkan risiko invansif kanker payudara dan ductal carcinoma (jenis kanker payudara).

Apa saja efek samping dari penggunaan tamoxifen?

Pasien mungkin meniliki pengalaman yang berbeda-beda terkait efek samping kanker payudara, seperti keputihan, merasa panas pada tubuh, meningkatnya risiko kanker rahim, pembekuan darah, dan stroke.

Efek samping lain di antaranya:

  • Berkeringat banyak pada malam hari
  • Vagina kering

Adapun beberapa efek dari tamoxifen namun jarang terjadi yaitu:

  • Adanya gumpalan darah
  • Kanker rahim
  • Katarak
  • Stroke

Dalam pengobatan tamoxifen, risiko kanker rahim pada wanita pra-menopause lebih rendah daripada wanita yang sudah mengalami menopause. Namun, manfaat tamoxifen bagi wanita pra-menopause lebih besar dibandingkan risikonya, jika ia memiliki riwayat keluarga penderita kanker atau jika ia pernah menjalani pengangkatan rahim (histerektomi).

Siapa saja yang diperbolehkan untuk menggunakan Tamoxifen?

Tamoxifene kebanyakan digunakan pada wanita yang berusia 35 tahun ke atas. Pada usia ini, wanita memiliki risiko tinggi terkena  kanker payudara invansif. Tamoxifene dapat diberikan juga jika penderita kanker termasuk dalam daftar berikut ini:

  • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker payudara
  • Memiliki risiko tinggi meningkatnya perkembangan kanker payudara, contohnya jika ditemukannya biopsi payudara seperti kondisi karsinoma lobular in situ (LCIS), hiperplasia duktus atipikal, atau hiperplasia lobular atipikal
  • Jika skor model Gail skor pasien lebih dari 1,66%. Model Gail adalah alat yang digunakan dokter untuk memprediksi kanker payudara yang akan tumbuh dan berkembang pada tubuh pasien.  Model Gail skor ini meliputi faktor usia, reproduksi, dan riwayat keluarga penderita kanker
  • Tidak mempunyai riwayat pembekuan darah

Bicarakan pada dokter jika Anda mempunyai riwayat pembekuan darah, stroke, tidak bergerak dalam waktu yang lama (misalnya karena lumpuh), jika Anda hamil, atau menyusui. Jika Anda sedang dalam keadaan hamil atau menyusui, kemungkinan besar dokter tidak akan menyarankan penggunaan pengobatan ini.

Tamoxifene biasanya diberikan pada pasien berupa pil yang harus diminum sehari sekali. Untuk mengurangi risiko kanker payudara, tamoxifen diberikan dalam jangka waktu lima tahun. Manfaat dari tamoxifen ini juga akan berguna dalam jangka waktu 10 tahun setelah selesai masa pengobatan.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca