Ketika pasangan Anda memiliki kanker payudara, mungkin Anda akan menjadi sangat emosional. Beberapa orang berpikir bahwa Anda merasa takut atau memiliki pikiran negatif. Tapi, apa yang sebenarnya kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa Anda juga merasa lega karena orang yang Anda cintai ini masih hidup dan dapat disembuhkan dari penyakitnya. Memiliki perasaan dan reaksi yang bercampur aduk sangatlah normal. Hal terpenting yang perlu Anda ingat adalah tetaplah berpikir positif dan berkomunikasi dengan pasangan Anda. Untuk melakukan ini, Anda pertama-tama perlu mengerti emosi dan reaksi Anda sendiri.

Memahami emosi Anda

Marah dan takut

Anda mungkin merasa kaget, tidak percaya, marah, dan takut ketika Anda mendengar bahwa pasangan Anda didiagnosis kanker payudara. Anda mungkin merasa perasaan Anda campur aduk, dengan segala pertanyaan dalam pikiran Anda tentang apa yang akan terjadi pada pasangan Anda dan dampak dari kanker payudara terhadap hidup Anda. Reaksi pertama tersebut sangatlah normal. Anda perlu tahu bahwa Anda tidaklah sendirian. Pasangan Anda merasakan hal yang sama.

Merasa perlu untuk menyembunyikan perasaan Anda

Banyak orang pada situasi ini memasang wajah tegar dan kuat di depan pasangan mereka. Hal ini mengindikasikan pada dunia luar bahwa Anda adalah orang yang setia, tapi juga dapat berarti Anda menghindari perasaan Anda sendiri. Meskipun Anda mungkin percaya bahwa Anda dapat mengontrol situasi, Anda tidak dapat membohongi perasaan Anda sendiri. Tidak masalah jika Anda menunjukan emosi Anda dan menangis.

Reaksi berlebihan

Memberikan seluruh perhatian Anda terhadap pasangan Anda malah dapat membuat pasanga merasa tidak nyaman. Jika Anda merasa reaksi Anda mempengaruhi orang yang Anda cintai, Anda mungkin perlu memberi tahunya bahwa perasaan Anda merupakan reaksi terhadap situasi yang terjadi, bukan terhadap diri pasangan. Hal ini mungkin akan sulit karena kebutuhan orang umumnya mungkin tidaklah sama. Terkadang, dibutuhkan kejujuran dengan pasanga Anda mengenai hal ini.

Merasa bersalah dan khawatir

Anda mungkin merasa bersalah dan tidak berdaya karena Anda tidak tahu bagaimana menolong pasangan Anda. Anda mungkin khawatir bagaimana mendampingi pasangan Anda melalui pengobatan dan mengatasi perubahan fisik dan emosional yang dapat mengubah gaya hidup Anda. Jika Anda memiliki anak, Anda mungkin khawatir bagaimana memberi tahu mereka. Dari semua itu, Anda mungkin merasa bersalah karena Anda juga menghawatirkan diri Anda sendiri. Semua emosi ini sangatlah normal.

Pemikiran bahwa pasangan Anda mungkin akan meninggal memang menakutkan. Anda mungkin khawatir tentang bagaimana Anda dapat mengatasi hidup tanpa pasangan Anda, dampak finansial tanpa mereka, atau jika Anda memiliki anak yang masing sangat muda Anda khawatir dengan kemungkinan membesarkannya sendiri. Anda mungkin merasa diri Anda egois dengan memikirkan hal tersebut, tapi sangatlah normal bagi Anda untuk khawatir memikirkan masa depan Anda.

Meskipun ini adalah bagian dari penyesuaian terhadap diagnosis pasangan Anda, cobalah untuk tidak merasa terbebani dengan apa yang mungkin terjadi, namun fokus pada apa yang terjadi sekarang. Anda mungkin ingin berbicara dengan seseorang jika reaksi Anda terhadap diagnosis pasangan mengganggu Anda atau pasangan. Cobalah bicarakan dengan orang yang tidak terlalu dekat, mungkin akan lebih mudah dibandingkan dengan berbicara dengan orang yang Anda kenal. Anda mungkin dapat membicarakannya dengan dokter pasangan, atau dengan seorang konselor.

Berkomunikasi dengan satu sama lain

Kemampuan untuk berbicara dan mendengarkan seseorang sangatlah berarti dan merupakan bagian penting pada hubungan yang langgeng. Anda mungkin merasa setelah mengetahui kanker payudara pasangan Anda, hal yang Anda bicarakan sebelumnya seperti tidak relevan dan tidak berarti. Anda mungkin juga akan mendapati bagaimana perasaan pasangan Anda tanpa menggunakan kata-kata. Berikut adalah tips untuk membantu Anda berkomunikasi:

Luangkan waktu

Terkadang, sulit untuk memiliki waktu berkualitas ketika Anda dan pasangan Anda sibuk. Hal tersebut akan lebih sulit ketika Anda sudah memiliki Anak. Dengan didiagnosis kanker payudara, akan ada perubahan besar pada hidup kalian berdua. Meluangkan waktu sangatlah penting. Carilah tempat yang tenang di mana kalian tidak dapat diganggu dan berikan perhatian penuh pada pasangan Anda.

Mulailah percakapan

Anda mungkin akan merasa canggung atau tidak tahu ingin berbicara apa. Hal terbaik adalah memulai percakapan Anda dengan sesuatu yang nyaman dan tidak sensitif. Topiknya bisa mengenai film favorit atau tentang anak Anda dan berpindah ke sesuatu yang lebih serius. Pada waktu tersebut, Anda sebaiknya mengutarakan ketakutan, rasa khawatir, dan pentingnya hubungan Anda.

Tenangkan pasangan Anda

Pasangan Anda telah melalui perubahan besar, begitu pula Anda. Penting bagi Anda untuk mengingat bahwa kalian berdua bersama-sama melalui hal ini. Perjelas bahwa Anda ingin mengerti perasaan mereka.

Orang ketiga

Terkadang akan sulit bagi kalian untuk berkomunikasi sendiri. Tapi mungkin terapis atau konselor akan membantu Anda untuk memulai percakapan.

Tuliskan

Ketika berbicara menjadi terlalu sulit, Anda mungkin dapat menuliskan surat atau sebuah jurnal. Lalu, Anda dapat membicarakannya ketika bertatapan muka. Hal ini akan membantu Anda mengatur pemikiran dan menemukan cara terbaik untuk mengungkapkannya.

Ketika Anda paham perasaan Anda, Anda dapat mulai berkomunikasi dengan pasangan. Akan ada lika-liku, namun selama Anda dapat melewati cobaan bersama, hubungan Anda akan semakin kuat. Janganlah menyerah! Selalu tunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda mencintainya dan tidak akan meninggalkannya.

Setelah pengobatan kanker

Karena pengobatan berbeda-beda pada tiap orang, waktu yang dibutuhkan untuk sembuh juga berbeda-beda. Kemoterapi mungkin hanya berlangsung beberapa bulan, namun terapi hormon bisa berlanjut hingga bertahun-tahun.

Saat pasangan Anda sudah menyelesaikan pengobatan mereka, Anda mungkin memiliki emosi yang campur aduk. Pasangan Anda juga kemungkinan besar akan merasakan hal yang sama. Efek fisik dan emosional dari kanker payudara mungkin masih mempengaruhi Anda dan pasangan bahkan setelah pengobatan berakhir.

Sebagian diri Anda mungkin ingin segera melanjutkan hidup seperti sedia kala, namun ada bagian diri Anda yang merasa bahwa hidup Anda tidak akan sama lagi. Tentu ada perasaan lega setelah pengobatan selesai, namun Anda juga bisa merasa bahwa setelah tak ada lagi kunjungan ke rumah sakit dan tanggung jawab ekstra dalam merawat pasangan, Anda merasa kehilangan peran.

Beberapa pasangan merasa setelah pengobatan kanker, mereka jadi lebih memiliki jiwa petualang, dan beberapa lainnya bisa menyesuaikan diri dengan hidup yang memang tidak pernah sama lagi. Anda dan pasangan kemungkinan akan memiliki ikatan yang lebih kuat, atau mungkin juga menemukan bahwa perasaan Anda sudah berubah. Apapun yang terjadi, kanker payudara akan berpengaruh pada hubungan Anda.

Jika Anda dan pasangan dapat melalui kanker payudara dengan lancar, tantangan lain dalam hidup akan terasa lebih mudah untuk dihadapi. Meski terasa sangat berat saat sedang terjadi, cobaan seperti ini dapat membuat Anda memahami pasangan lebih dalam lagi, dan membuat Anda berdua semakin kuat.

In it together: for partners of people with breast cancer.

Yang juga perlu Anda baca