Menurut World Health Organization (WHO), kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal pada payudara. Sebenarnya, apa saja penyebab kanker payudara? Yuk, kupas satu per satu berbagai macam hal yang bisa jadi pemicu munculnya sel abnormal di payudara berikut ini.

Mengenal lebih dekat mengenai kanker payudara

peradangan kanker payudara

Munculnya sel kanker dapat dimulai di berbagai bagian payudara, seperti lobulus, saluran payudara, dan jaringan ikat. Lobulus adalah kelenjar yang menghasilkan susu. Sementara saluran payudara merupakan tabung yang menjadi jalur untuk menyalurkan susu dari lobulus ke puting.

Selanjutnya, jaringan ikat merupakan bagian yang terdiri dari lemak dan fibrosa (epitel, otot, dan saraf) yang menyatukan saluran payudara dengan lobulus. Nah, pada sebagian besar kasus kanker payudara terjadi di saluran payudara dan lobulus. Penyebab munculnya sel kanker di payudara ini meliputi faktor genetik, hormon, dan lingkungan.

Baik wanita maupun pria, keduanya memiliki kelenjar payudara sehingga bisa terkena penyakit kanker payudara, Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, setelah kanker kulit. Untungnya, kanker payudara dapat dideteksi dengan cepat. Anda pun juga bisa merasakan tanda atau ciri-ciri kanker payudara sehingga perawatan lebih cepat didapatkan.

Nah, gejala kanker payudara yang harus Anda perhatikan, meliputi:

  • Adanya benjolan pada payudara yang bisa terasa sakit atau tidak
  • Kulit di sekitar payudara berubah menjadi keras, menebal, memerah, dan kasar seperti kulit jeruk
  • Bentuk puting berubah diikuti rasa nyeri dan keluarnya cairan abnormal
  • Munculnya benjolan di ketiak
  • Selain itu kanker bermetastasis ke jaringan sehat lainnya, seperti otak, hati, tulang dan paru-paru. Ini biasanya menyebabkan penglihatan kabur, mual, sulit bernapas, nyeri dada, kulit gatal, dan warna mata serta kulit jadi menguning.

Mengalami satu atau dua gejala di atas, tidak selalu menunjukkan Anda mengidap penyakit kanker payudara. Bisa jadi gejala tersebut muncul akibat masalah kesehatan lain. Untuk itu, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Berbagai penyebab kanker payudara

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kanker payudara, di antaranya genetik, hormon, dan kebiasaan yang menjadi gaya hidup. Supaya lebih jelas, simak berbagai hal yang bisa jadi penyebab dan pemicu kanker payudara, di antaranya:

1. Genetik

Sekitar 5% hingga 10% dari kasus kanker payudara terjadi akibat adanya anggota keluarga dengan sejarah penyakit yang sama. Ini menandakan bahwa genetik memainkan peran untuk meningkatkan risiko kanker payudara. Kemungkinan besar ini dihasilkan secara langsung karena adanya mutasi gen (kecacatan pada gen) yang diturunkan dari orangtua.

2. Hormon tubuh

Baik wanita maupun pria, keduanya memiliki hormon seks, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron. Menurut laporan dari National Cancer Institute, wanita yang memiliki kadar hormon ini lebih tinggi dari angka normal memiliki risiko besar terkena kanker payudara.

3. Gaya hidup yang buruk

Gaya hidup yang buruk bisa memengaruhi hormon tubuh. Hormon dalam tubuh berkaitan erat dengan sel-sel yang ada di sekitar payudara. Selain itu, paparan senyawa dan zat kimia tertentu akibat gaya hidup yang buruk juga bisa membuat sel berkembang secara abnormal.

Nah, beberapa kebiasaan yang bisa menjadi pemicu kanker payudara, meliputi:

Merokok

Merokok diketahui dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk  kanker payudara di usia muda dan pada perempuan premenopause. Selain itu, merokok memicu peningkatan risiko komplikasi saat pengobatan kanker payudara, seperti:

  • Merusak paru dari terapi radiasi
  • Sulitnya penyembuhan pascaoperasi dan rekonstruksi payudara
  • Tingginya risiko penggumpalan darah saat Anda sedang dalam terapi hormon

Malas bergerak

Aktivitas fisik yang biasa dilakukan dapat membantu Anda mengurangi risiko kanker payudara. Anda perlu tetap aktif, apalagi setelah menopause. Ada banyak aktivitas fisik yang menjadi pilihan, seperti berjalan kaki, membersihkan rumah, bermain dengan anak-anak, atau berkebun.

Aktivitas fisik yang kurang dapat dikaitkan dengan perubahan indeks massa tubuh. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, peningkatan berat badan dikaitkan dengan risiko terhadap kanker payudara.

Makan makanan berlemak tinggi

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal BMI Open, bahwa perempuan yang mengganti ukuran bajunya setiap 10 tahun sekali saat berumur 20-an hingga 60-an, berisiko terhadap kanker payudara sekitar 33 persen lebih tinggi.

Ukuran rok atau celana yang bertambah menjadi tanda kenaikan berat badan. Lemak yang berlebihan akan berdampak pada produksi hormon yang mengganggu sel. Anda perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Berat badan naik ketika dewasa  atau setelah berumur 18 tahun mengalami peningkatan risiko terhadap kanker payudara setelah menopause
  • Kelebihan berat badan sebelum menopause mengurangi risiko kanker payudara setelah menopause
  • Kelebihan berat badan setelah menopause justru berisiko kanker payudara

Suka makan di tengah malam

Bagi Anda yang suka ngemil pada malam hari, berhati-hatilah. Makan malam lebih awal diketahui dapat mengurangi risiko kanker payudara. Ini menunjukkan bahwa bahwa makan lebih larut bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Pasalnya, glukosa yang tinggi dapat meningkatkan gula darah dan dapat memicu kanker payudara

Bila Makan pada siang hari, glukosa yang masuk ke aliran darah masih dapat digunakan sebagai energi. Namun, tidak pada malam hari, tingginya glukosa akan menetap dan tidak diubah menjadi energi, sebab metabolisme pada malam hari pasti melambat.

Kerja di malam hari

Wanita memiliki pekerjaan dengan jam kerja bergantian alias shift, Anda perlu waspada. Tidak hanya jam tubuh yang terganggu, Anda juga akan merasa cepat lelah dan kurang tidur. Bukan hanya itu, hal ini juga bisa  menjadi penyebab kanker payudara. 

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa perempuan yang memiliki jam kerja di malam hari lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tidak bekerja pada malam hari.

Para peneliti berasumsi hal ini disebabkan oleh hormon-hormon, salah satunya hormon melantonin,  yang terganggu akibat jam tidur malam Anda berubah. Rendahnya hormon melantonin sering dijumpai pada pasien yang mengidap kanker payudara.

Mengonsumsi pil KB

Estrogen pada pil kontrasepsi (KB) memang dapat mencegah kehamilan, tapi pil KB ini dapat menstimulasi sel payudara. Dosis hormon yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terhadap kanker payudara.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Cancer Research tahun 2014, kontrasepsi yang diminum (seperti pil KB) oleh perempuan berumur 20 hingga 49 tahun dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Namun, Anda tidak serta merta menjadi ragu untuk mengikuti program KB, ada kontrasepsi lainnya. Selain itu, pil KB tetap aman kalau dikonsumsi dengan dosis rendah sekitar 0,02 mg.

Makanan yang menjadi penyebab kanker payudara

makanan untuk penderita osteoarthritis

Ada beberapa makanan yang dapat memicu kanker pada tubuh. Salah satunya adalah daging yang dibakar. Makanan penyebab kanker payudara ini mengandung bahan kimia yaitu heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic hydrocarbons (PAHs).

Kedua zat kimia tersebut terbentuk akibat proses pemanggangan serta pembakaran dari bahan makanan tersebut. Kedua zat kimia inilah yang meningkatkan risiko kanker karena dapat menyebabkan perubahan DNA di dalam tubuh, serta bersifat mutagenik.

Sebenarnya, kedua jenis bahan kimia tersebut terbentuk dengan sendirinya ketika daging dimasak dengan suhu yang sangat tinggi dan langsung terkena api. HCAs terbentuk dari asam amino, glukosa, dan kreatin yang terdapat pada otot sapi, ayam, atau kambing. Daging-daging tersebut jika dibakar akan bereaksi terhadap suhu tinggi, yang mana juga sebagai risiko makanan penyebab kanker payudara yang harus Anda hindari.

Sedangkan PAHs terbentuk ketika lemak dari daging terkena api secara langsung tanpa ada perantara. Selain pada makanan yang dibakar atau dipanggang, maka HCAs tidak ditemukan dalam jumlah yang banyak di dalam makanan. Sedangkan PAHs bisa ditemukan pada makanan hangus lainnya, pada asap rokok, dan asap knalpot mobil.

Berikut merupakan makanan penyebab kanker payudara lainnya yang harus Anda kurangi dan hindari:

1. Acar atau makanan yang sangat asin

Asupan tinggi pada ikan asin, sayuran acar, dan camilan asin terkait dengan kanker payudara. Kenapa? Pasalnya pada makanan penyebab sel abnormal di payudara ini, terdapat zat kanker karsinogen yang cukup banyak di dalamnya. Alangkah lebih baik, jika Anda mengurangi makan makanan tersebut demi menjaga kesehatan.

2. Alkohol

Minuman beralkohol dan bir sudah sejak lama ditetapkan sebagai minuman yang dapat meningkatkan risiko kanker mulut, kolorektal, dan kanker payudara. Batasi asupan minuman beralkohol, dan lebih baik jika Anda sama sekali tidak mengonsumsinya.

3. Makanan yang hangus

Makanan yang hangus, seperti sayur atau daging yang menghitam karena kelamaan dimasak bisa menjadi makanan penyebab kanker payudara.

Panas tinggi pada masakan, terutama daging hewan, dapat menyebab rusaknya DNA heterosiklik zat ini merupakan zat yang dapat memicu timbulnya kanker, termasuk kanker payudara. Baiknya, masak daging, sayuran dan bahan masakkan lain pada suhu rendah untuk menghindari hangus.

4. Makanan kaleng

Makanan penyebab kanker payudara lainnya, dapat ditemukan pada makanan kaleng yang dilapisi dengan bisphenol-A (BPA). Bahan BPA merupakan bahan kimia yang telah terbukti merusak bisa DNA di dalam tubuh.

BPA bisa meningkatkan Anda terkena risiko kanker payudara, kanker lain dan diabetes tipe 2. Jika Anda berbelanja makanan kaleng, pastikan kalengnya diberi label dengan jelas “Bebas BPA”, dan batasi konsumsi makanan kaleng Anda, minimal satu kaleng selama 1 minggu.

5. Minuman panas dan bersoda

Menurut American Cancer Society, minuman panas seperti kopi atau teh, bisa menjadi minuman dan makanan penyebab sel abnormal di payudara. Ini karena efek panas pada minuman yang bersuhu lebih dari 65 derajat Celcius tersebut dapat menyebabkan munculnya efek zat karsinogen penyebab kanker di dalam tubuh.

Kanker esofagus merupakan salah satu kanker yang paling sering terjadi akibat suka minum minuman panas. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan kalau penyebab kanker payudara juga bisa disebabkan karena hobi minum minuman panas.

Cara menurunkan risiko kanker payudara

infeksi jamur vagina

Memiliki gaya hidup yang buruk bisa meningkatkan risiko dan jadi pemicu terjadinya kanker payudara. Untuk mencegah sekaligus menurunkan risikonya, Anda perlu mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, di antaranya:

1. Jaga berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko Anda untuk menderita kanker payudara. Lemak yang menumpuk dalam tubuh, terutama di perut, dapat menghasilkan estrogen lebih yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Selain itu, kelebihan berat badan juga berhubungan dengan jenis kanker lain, seperti kanker prostat, paru, usus, dan ginjal. Jadi, jika Anda mengalami kelebihan berat badan, usahakan mulai sekarang untuk menurunkan berat badan Anda. Mulai mengubah kebiasaan makan dengan makan makanan sehat Anda dan melakukan olahraga secara teratur.

2. Batasi konsumsi daging olahan

Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, Anda dapat mengurangi risiko kanker. Cobalah untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari. Pilihlah makanan yang mengandung sedikit lemak dan kalori. Hal ini dilakukan untuk menghindari Anda dari obesitas.

Selain itu, batasi konsumsi daging olahan. Mengonsumsi daging olahan dalam jumlah banyak dapat menjadi penyebab kanker payudara dengan meningkatkan risikonya. Jika Anda suka minum alkohol, sebaiknya batasi atau bahkan hentikan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang.

3. Perbanyak aktivitas fisik

Melakukan olahraga secara teratur, selain untuk mendapatkan berat badan normal, juga dilakukan untuk menurunkan risiko kanker, terutama kanker payudara. Saat sel lemak banyak menumpuk dalam tubuh, maka estrogen tambahan akan dihasilkan. Sel kanker payudara yang terpapar dengan estrogen dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Anda disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya selama 150 menit per minggu atau 30 menit per hari. Tidak hanya itu, Anda juga disarankan untuk selalu aktif setiap hari. Kurangilah aktivitas sedenter, seperti duduk, tiduran, menonton televisi, main game komputer, dan lain sebagainya.

4. Jangan merokok

Merokok berhubungan dengan berbagai jenis kanker, seperti kanker paru, mulut, tenggorokan, kandung kemih, payudara, leher rahim (serviks), dan ginjal. Bahkan, jika Anda bukan perokok, Anda juga masih berisiko terkena kanker paru dari paparan asap rokok.

Oleh karena itu, jika Anda perokok, maka berhentilah merokok mulai dari sekarang. Dan jika Anda bukan perokok, maka jauhilah asap rokok. Dengan menjauhi asap rokok, tidak hanya risiko kanker yang Anda hindari, Anda juga menghindari risiko penyakit jantung dan stroke.

5. Menyusui

Jika Anda baru melahirkan, usahakan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi Anda. Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara. Selain itu, menyusui juga sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi Anda.

6. Coba alat kontrasepsi lain

Penggunaan pil KB, terutama jika Anda sudah berusia lebih dari 35 tahun, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker payudara. Risiko ini akan hilang saat Anda menghentikan penggunaan pil KB.

Jika Anda mempunyai keturunan kanker payudara, sebaiknya Anda memilih alat kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan, seperti kondom contohnya.

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan

Untuk mengetahui seberapa besar risiko kanker Anda, ada baiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan melihat seberapa besar risiko Anda dari riwayat keluarga Anda yang menderita kanker payudara, siapa yang menderita dan pada usia berapa.

Anda mungkin perlu untuk melakukan beberapa tes, seperti mammogram. Wanita usia 40 tahun atau lebih harus melakukan skrining mammogram setiap tahun.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca