6 Ciri-Ciri Kanker Payudara yang Muncul Sejak Dini

Author: Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K) Onk Dokter spesialis bedah onkologi

Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita wanita di seluruh dunia. Tren jumlah kasusnya pun kerap meningkat dari tahun ke tahun. Parahnya lagi, cukup banyak wanita yang tidak begitu menyadari gejala kanker payudara sedari awal, sehingga terlambat berobat ke dokter saat stadiumnya sudah parah.

Untuk itu, berikut penjelasan soal ciri-ciri atau gejala kanker payudara yang umumnya akan muncul di awal.

Perkembangan kanker payudara stadium satu hingga lanjut

SADARI kanker payudara

Apabila dilihat dari perkembangan sel kankernya, kanker payudara dapat dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu:

  • Kanker payudara stadium nol. Ciri-ciri saat tahap ini terjadi, sel kanker payudara sudah ada dan berkembang. Namun perkembangannya masih hanya di satu titik di payudara saja. Belum menyebar sama sekali.
  • Kanker payudara stadium satu. kanker payudara stadium satu masih masuk kanker payudara stadium awal. Ciri-ciri pada tahap ini, sel kanker sudah mulai berkembang dan membesar pada bagian payudara yang menjadi tempat tumbuhnya. Namun, sel kankernya belum menyebar dan ukurannya tidak lebih dari 5 cm.
  • Kanker payudara stadium dua. Ciri-ciri pada tahapan ini, sel kanker payudara dapat berkembang dan tumbuh dengan beberapa cara. Pada kanker payudara stadium IIA, ukuran massa kanker kurang dari 2 cm tetapi telah menyebar hingga ke kelenjar limfa yang ada di ketiak. Sementara pada kanker payudara stadium IIB, Massa kanker telah lebih dari 5 cm namun sel kanker belum menyebar ke kelenjar yang ada di bawah ketiak.
  • Kanker payudara stadium tiga. Jika seseorang sudah memasuki tahap ini, ciri-cirinya sudah pasti sel kanker payudaranya mampu untuk menyebar. Stadium IIIA adalah kondisi di mana sel kanker telah menyebar ke bagian jaringan tubuh lain. Sedangkan stadium IIIB pertumbuhan sel kanker sudah sampai ke permukaan kulit dan kelenjar getah bening yang ada di dalam payudara.
  • Kanker payudara stadium empat. Jika sudah memasuki tahap ini, maka ciri-cirinya adalah penyebaran sel kanker payudara semakin melebar dan pertumbuhannya semakin cepat.

Mengenali berbagai gejala kanker payudara sejak awal

peradangan kanker payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang menyerang jaringan payudara dan sekitarnya. Kebanyakan wanita hanya tahu bahwa kanker payudara mempunyai ciri-ciri atau gejala munculnya benjolan di dekat ketiak. 

Padahal, ada banyak ciri-ciri atau gejala lain yang menandai kemunculan kanker payudara. Ketika sel kanker tumbuh di area payudara, kemunculannya biasanya ditandai dengan berbagai ciri-ciri atau gejala seperti dikutip dari Medical News Today berikut ini:

1. Benjolan pada payudara

Benjolan di payudara adalah gejala atau ciri-ciri awal dari kanker payudara yang paling mudah dikenali.

Pada ciri-ciri kanker ini, jaringan payudara itu sendiri membentang luas hingga ke bawah lengan. Maka selain di area payudara, benjolan juga mungkin muncul di sekitar dada atas atau ketiak. Sel kanker bisa menyebar melalui kelenjar getah bening yang ada di dekat payudara di bawah lengan ke organ-organ lain yang ada jauh dari payudara. 

Ciri-ciri kanker berupa benjolan di payudara kadang tidak terlihat langsung oleh mata telanjang, tapi akan terasa saat disentuh. Ciri-ciri kanker berupa benjolan di payudara juga tidak terasa nyeri ataupun menyakitkan. 

Secara lengkapnya, berikut ciri-ciri benjolan tanda kanker payudara:

  • Tekstur benjolan lunak ke arah keras
  • Permukaan benjolan tidak rata
  • Benjolan melekat pada payudara
  • Hanya ada satu benjolan
  • Benjolan tidak terasa sakit atau  nyeri saat ditekan.

Rutinlah memeriksa penampilan dan kondisi payudara Anda setiap kali mandi agar bisa mendeteksi adanya ciri-ciri kanker sedini mungkin. Dengan demikian, Anda akan mudah mengenali benjolan asing dan tidak normal yang merupakan ciri-ciri kanker payudara. 

Ketika benjolan tak kunjung hilang setelah berminggu-minggu, Anda perlu segera memeriksakannya. Bisa saja, hal tersebut adalah ciri-ciri awal kanker payudara. 

2. Perubahan kulit payudara

Perubahan pada tekstur kulit payudara juga kerap menjadi gejala atau ciri-ciri awal kanker payudara. Sel kanker bisa menyerang sel-sel kulit payudara yang sehat dan menyebabkan peradangan sehingga tekstur aslinya berubah.

Sayangnya, gejala atau ciri-ciri kanker payudara satu ini sering disalahpahami sebagai infeksi kulit biasa. Agar lebih yakin, waspadailah ciri-ciri atau gejala perubahan kulit payudara yang terjadi akibat kanker seperti di bawah ini:

  • Adanya kulit yang menebal di area sekitar payudara.
  • Kulit payudara berlesung atau berlubang seperti kulit jeruk, karena pembuluh getah bening yang ada di bawahnya tertarik sampai akhirnya berkerut.

Ciri-ciri kanker payudara berupa perubahan tekstur ini juga bisa memunculkan rasa gatal. Penyakit Paget adalah salah satu jenis kanker payudara langka yang bisa mengubah tekstur kulit payudara asli.

3. Keluar cairan berwarna dari puting 

Perubahan pada puting juga dapat menunjukkan gejala atau ciri-ciri kanker payudara. Biasanya pada puting muncul luka mirip eksim yang tak kunjung sembuh.

Ketika puting mengeluarkan cairan tak biasa yang encer atau kental, Anda perlu mulai waspada hal itu adalah ciri-ciri kanker payudara. Cairan yang keluar bukanlah berwarna bening, kuning, atau hijau, melainkan berwarna cokelat kemerahan seperti darah.

Cairan ini memang tak selalu menjadi ciri-ciri kanker payudara, tapi tak ada salahnya untuk memeriksakan diri saat Anda mengalaminya. Bisa jadi keluarnya cairan dari puting ini jadi tanda ciri-ciri kesehatan lain, selain kanker payudara, seperti infeksi payudara.

Intinya, segera periksakan ke dokter saat puting payudara memiliki ciri-ciri mengeluarkan cairan yang tidak normal agar menghindari gangguan kesehatan, termasuk kanker.

4. Kelenjar getah bening membengkak

Sel kanker bisa berpindah dan menyebar ke kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening (KGB) adalah kumpulan dari jaringan sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan mikroorganisme asing, termasuk sel kanker.

Ciri-ciri kanker payudara selanjutnya, jika sel kanker sampai masuk ke kelenjar getah bening, kelenjar ini akan mengalami pembengkakan.

Selain pada ketiak, ciri-ciri kanker payudara lainnya adalah kelenjar getah bening di dekat tulang selangka juga biasanya ikut membengkak. Benjolan kelenjar getah bening umumnya cenderung kecil dan padat, tapi terasa lunak jika disentuh. 

Benjolan yang termasuk ciri-ciri kanker payudara ini juga akan tumbuh besar dan melekat dengan jaringan sekitar ketiak.  

5. Payudara besar sebelah

Umumnya, kedua payudara wanita memang tidak memiliki ukuran dan bentuk yang sama persis. 

Namun, Anda harus waspadai jika payudara besar sebelah, bisa jadi itu ciri-ciri atau gejala kanker. Sel kanker dapat membuat seluruh atau sebagian area payudara membengkak. Ini membuat salah satu sisi payudara yang terkena kanker akan berukuran lebih besar.

Normalnya ukuran dua sisi payudara memang besar sebelah, tapi jika diakibatkan oleh kanker perbedaannya akan terlihat jelas.

Ciri-ciri kanker, yaitu sisi payudara yang terdapat benjolan akan sangat membengkak, sehingga akan tampak turun atau merosot dari sisi payudara yang lain. 

Namun, perlu dibedakan bahwa perbedaan ukuran pada salah satu payudara yang terkena kanker, bukan berarti ukurannya lebih besar dari yang lainnya.

Pada ciri-ciri atau gejala kanker, perbedaan ukuran ini lebih dikarenakan adanya benjolan pada salah satu payudara, sehingga membuatnya ukurannya tampak lebih besar ketimbang sisi payudara lain.

Jika Anda mengalami pembengkakan pada payudara tanpa alasan yang jelas, jangan ragu memeriksakannya ke dokter. Hal itu bisa saja merupakan ciri-ciri kanker payudara. 

6. Puting susu masuk ke dalam atau tertarik

Sel kanker bisa menyerang dan mengubah sel di belakang puting. Itu adalah salah satu ciri-ciri atau gejala kanker payudara lainnya. Perubahan ini bisa menyebabkan puting susu terbalik atau seperti menjorok masuk ke dalam. Padahal, puting susu normalnya tampak menonjol keluar.

Selain ujung puting yang masuk ke dalam, bentuk dan ukuran puting juga kerap berubah jauh dari aslinya.

Meski begitu, bukan berarti Anda otomatis positif mengidap kanker payudara jika mengalami gejala ini. Perubahan pada penampilan puting juga bisa disebabkan oleh infeksi atau kista.

Pastikan Anda menghubungi dokter jika gejala-gejala atau ciri-ciri kanker payudara tersebut baru muncul atau belum pernah diperiksakan.

Berbagai penyebab kanker payudara

kanker payudara stadium 2

Sebenarnya sampai saat ini para peneliti masih belum dapat mengetahui secara pasti apa penyebab kanker payudara. Layaknya kanker lainnya, kanker payudara adalah suatu kondisi dengan ciri-ciri ketika sel tertentu bertumbuh abnormal dan tidak dapat dikontrol. Lama kelamaan, sel kanker ini akan menyerang jaringan payudara sehat terdekat dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.

Lebih lanjut, peneliti telah berhasil mengisolasi beberapa gen yang, jika dimutasi, akan berpotensi terhadap perkembangan kanker payudara. Gen mutasi ini adalah gen kanker 1 (BRCA1) dan gen kanker 2 (BRCA2). Kedua gen ini ditemukan pada kurang lebih 10 persen populasi pasien dengan kanker payudara.

Meski begitu, bahkan dengan adanya gen mutasi, para ahli masih belum dapat menetapkan penyebab interaksi biokimia tambahan yang dibutuhkan dalam perkembangan sel kanker payudara.

Selain mutasi gen, para peneliti juga sepakat bahwa riwayat medis atau gaya hidup seseorang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Beberapa faktor risiko yang mungkin ikut berkontribusi menjadi penyebab kanker payudara adalah:

1. Jenis kelamin

Wanita 100 kali lebih sering didiagnosis kanker payudara dibanding pria. Ini karena pengaruh hormon seks wanita, khususnya esterogen dan progestron. Pada beberapa kasus kanker payudara, kedua hormon ini bertindak sebagai pemicu pertumbuhan dan pemebelahan sel.

Risiko kanker ini umumnya akan meningkat akibat sel-sel payudara yang kerap terkena paparan kedua hormon ini selama siklus menstruasi. Selain itu, wanita yang megalami menstruasi dini (sebelum 12 tahun), menopause setelah 55 tahun, serta memiliki payudara besar juga berisiko tinggi merasakan gejala atau ciri-ciri penyakit kanker payudara.

2. Usia

Menurut kajian American Cancer Society, lebih dari dua pertiga kasus kanker payudara ditemukan pada wanita berusia 55 tahun dan lebih. Hanya seperdelapan populasi wanita yang ditemukan memiliki kanker payudara di usia kurang dari 45 tahun.

3. Riwayat medis keluarga

Faktor risiko lain yang berpotensi jadi penyebab kanker payudara adalah riwayat medis keluarga. Wanita berisiko lebih tingi terkena kanker payudara jika mereka memiliki hubungan darah langsung dengan orang yang terdiagnosis kanker payudara, misalnya ibu, kakak, atau anak.

4. Genetik

Menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Center, mutasi genetik BRCA1 dan BRCA, sejauh ini adalah penyebab kanker payudara turunan yang paling umum. Mutasi BRCA1 umumnya hanya akan memengaruhi risiko kanker payudara pada wanita, namun mutasi BRCA2 memiliki andil sebagai faktor risiko kanker payudara baik pada wanita maupun pria.  Gen lainnya yang memiliki peran dalam kanker payudara turunan adalah ATM, p53, CHEK2, PTEN, dan CDH1.

5. Etnis tertentu

Wanita berkebangsaan Eropa dinilai lebih rentan merasakan gejala atau ciri-ciri kanker payudara. Meski begitu, wanita Afrika-Amerika memiliki peluang kelangsungan hidup yang sangat kecil untuk bertahan dari penyakit ini. Kanker payudara juga menjadi penyebab kematian utama pada wanita Hispanik.

Di Indonesia, kanker payudara menduduki peringkat pertama penyebab kematian pada wanita, mengalahkan sejumlah jenis kanker lainnya. Angka kematian akibat kanker payudara pada wanita mencapai 21,4 persen berdasarkan data profil mortalitas Kanker (Cancer Mortality Profile) yang dirilis oleh WHO tahun 2014.

6. Faktor gaya hidup

Selain berbagai faktor penyebab kanker payudara yang sudah disebutkan di atas, beberapa kebiasaan gaya hidup juga secara tidak langsung berkontribusi sebagai penyebab kanker payudara. Menurut American Cancer Society, ciri-ciri gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara termasuk:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Tidak memiliki anak
  • Memiliki anak pertama setelah berusia 35 tahun
  • Mengonsumsi pil KB
  • Menggunakan terapi pengganti hormon

Periksa ke dokter secara rutin

kapan harus mammografi

Meski Anda tidak merasa mengalami berbagai gejala atau ciri-ciri kanker payudara di atas, memeriksakan diri secara rutin itu sangat penting. Dengan memeriksakan diri, Anda akan bisa turun tangan untuk mencegah ciri-ciri penyakit kanker payudara berkembang menjadi stadium lanjut dan menyebar ke organ-organ lain.

Ingat, tidak semua kanker payudara menunjukkan gejala atau ciri-ciri di awal kemunculannya. Ketika dokter menemukan tanda atau ciri-ciri yang mencurigakan pada payudara Anda, ia dapat menentukan apakah itu ciri-ciri kanker payudara atau bukan. 

Kemudian dokter akan segera memberikan penanganan yang paling sesuai. Pemeriksaan ciri-ciri atau gejala kanker payudara dapat dilakukan sendiri (SADARI), klinis (SADANIS), serta mammografi. 

Mammografi adalah tes pencitraan kanker payudara dengan ciri-ciri berfungsi untuk melihat bagian dalam payudara menggunakan sinar x-ray dosis rendah. Tujuan pemeriksaan ini utamanya untuk mendeteksi dan mendiagnosis masalah payudara pada wanita, termasuk kanker, dengan melihat ciri-ciri atau gejalanya.

Setiap wanita dianjurkan mulai melakukan mamogram pertama kali saat berusia 45 tahun. Namun jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara, skrining bisa dilakukan lebih awal sesuai dengan anjuran dokter.

Penting diketahui bahwa risiko mengalami ciri-ciri kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Itulah mengapa mamografi perlu dilakukan secara teratur saat memasuki usia 40 tahun, agar kondisi Anda tetap terpantau.

Maka itu, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan kanker payudara, karena kanker payudara pada stadium dini dapat disembuhkan. Periksakan diri Anda, hubungi dokter spesialis onkologi Siloam Hospitals MRCCC Semanggi sekarang juga. Dengan begitu, Anda dapat terhindar dari ciri-ciri kanker payudara. 

Berbagai pilihan pengobatan kanker payudara

kemoterapi, obat kanker pada pasien obesitas

Berikut ini beberapa pilihan pengobatan kanker payudara di antaranya:

1. Pembedahan

  • Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
  • Mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker.
  • Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi), yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening di bawah ketiak, sepanjang otot pada dada, dan terkadang sebagian otot dinding dada.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X dengan ciri-ciri bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel-sel kanker payudara dapat mengurangi risiko kekambuhan. Radiasi umumnya digunakan untuk menghancurkan sel-sel yang lolos operasi. Terapi ini diberikan secara teratur bagi wanita yang berisiko tinggi setelah menjalani mastektomi.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah terapi kanker payudara dengan ciri-ciri menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

4. Terapi hormon

Terapi hormon adalah jenis terapi kanker payudara dengan ciri-ciri menghambat kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker. Terapi ini efektif hanya pada kanker pada payudara dengan ciri-ciri sensitif terhadap hormon. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tipe kanker di payudara Anda.

5. Terapi target

Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi kanker payudara dengan ciri-ciri ini antara lain:

  • Antibodi monoklonal
  • Penghambat tirosin kinase
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)

Semakin dini stadium kanker payudara Anda maka semakin tinggi tingkat ciri-ciri keberhasilan pengobatannya. Bahkan menurut data dari National Cancer, seseorang yang mengembangkan ciri-ciri kanker payudara stadium satu memiliki peluang untuk bertahan hidup 5 tahun ke depan mencapai 100 persen.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 5, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 15, 2020

Sumber
Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K) Onk Dokter spesialis bedah onkologi
Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang berpraktek di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Setelah menamatkan ...
Selengkapnya
Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K) Onk Dokter spesialis bedah onkologi

Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang berpraktek di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Setelah menamatkan pendidikan kedokteran umum di Universitas Gadjah Mada (1983), beliau melanjutkan pendidikan spesialis bedah (1991) dan bedah onkologi (1998) di Universitas Indonesia. Selama training bedah onkologi, beliau menyelesaikan beberapa fellowship di University Medical Center Groningen, Belanda dan di Antonie van Leuwenhoek/Netherland Cancer Institute Amsterdam. Selain itu, beliau juga berkesempatan mengikuti training di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York. Pada tahun 2012, beliau memperoleh gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada dengan disertasi “Kanker Payudara Familial, Penelusuran Gena Predisposisi Terwaris dan Perhitungan Risiko”.

Selain berpraktik dan sebagai peneliti di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dan RS Kanker Dharmais, beliau juga merupakan staf pengajar di FK Universitas Indonesia/Pusat Kanker Nasional Dharmais dan dosen luar biasa di FK Universitas Gadjah Mada. Beliau juga merintis berdirinya kelompok peneliti VIVO Initiatives dan memprakarsai pertemuan Trans-Academic Cancer Genetics (TACG).

Anda bisa buat janji konsultasi dengan dr. Samuel melalui link ini.

Selengkapnya
Artikel Terbaru