9 Tanda Kanker Paru Pada Wanita, Penyakit Mendiang Istri Indro Warkop

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Almarhumah Nita Octobijanthy, istri dari aktor Indro “Warkop” meninggal dunia pada Selasa (9/10/2018) malam. Almarhumah akhirnya berpulang setelah berjuang keras melawan kanker paru. Meskipun kanker paru lebih sering menyerang pria, nyatanya penyakit yang satu ini bisa juga terjadi pada wanita. Namun, gejala dan tanda-tanda kanker paru pada wanita berbeda dengan pria. Mengenali ciri-ciri kanker paru pada wanita sejak dini bisa membantu pengobatan dan mencegah penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain.

Mengapa wanita bisa kena kanker paru?

Sebetulnya sama seperti pada laki-laki, merokok juga menjadi salah satu penyebab utama kanker paru pada wanita. Akan tetapi, sejumlah laporan menyebutkan bahwa sekitar 20 persen wanita yang mengidap kanker paru tidak pernah merokok sama sekali. Maka, sebenarnya siapa pun bisa mengalami jenis kanker ini, terlepas dari jenis kelamin dan kebiasaan merokoknya.

Menurut Cancer Research di Inggris, perokok pasif, yaitu mereka yang sering menghirup asap rokok meskipun mereka sendiri tidak merokok, jauh lebih berisiko mengalami kanker paru daripada mereka yang tidak pernah atau jarang terpapar asap rokok. Pasalnya, asap rokok yang diembuskan oleh seorang perokok dan asap dari ujung rokok tetap saja mengandung racun dan zat-zat berbahaya.

Itulah salah satu alasan mengapa perempuan yang tidak merokok pun tetap bisa terkena kanker paru. Namun, perlu dicatat bahwa faktor lainnya mungkin berperan. Misalnya faktor genetik (keturunan) dan kelainan pada paru.

Apa saja gejala kanker paru pada wanita?

Dilansir dari Kompas.com, almarhumah Nita Octobijanthy telah mendapatkan vonis kanker sejak Agustus 2017 lalu. Sayangnya, ketika didiagnosis dokter, penyakitnya yang diidapnya sudah cukup berat. Ini karena gejala-gejala kanker paru pada wanita memang kadang sulit dideteksi dini. Selain itu, karena selama ini kanker paru lebih banyak dikaitkan dengan laki-laki, dunia medis dan awam jadi lebih fokus pada tanda-tandanya pada pria. Padahal, kanker paru pada wanita gejalanya mungkin berbeda.

Pada laki-laki, tanda utama kanker paru biasanya dimulai dengan batuk yang tidak kunjung sembuh. Sedangkan pada wanita, keluhan yang pertama kali dirasakan biasanya justru bukan batuk-batuk, melainkan mudah ngos-ngosan. 

Wanita dengan kanker paru stadium awal mungkin merasakan napasnya gampang tersengal-sengal dan badan jadi mudah capek. Terkadang, kondisi ini disalahartikan sebagai gejala kurang olahraga atau obesitas. Akibatnya, dalam kebanyakan kasus kanker paru pada wanita baru akan terdeteksi ketika sel kankernya sudah menyebar ke organ lain.

Selain dua ciri kanker paru pada perempuan tersebut, perhatikan juga ciri lain kanker paru pada wanita seperti:

  • batuk
  • muntah darah
  • sering kena infeksi pernapasan
  • berat badan turun drastis
  • mengi (napas berbunyi lirih seperti ngik-ngik)
  • nyeri dada
  • suara serak

Bila Anda atau anggota keluarga Anda mengalami gejala-gejala kanker paru yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Anda mungkin membutuhkan second opinion alias pendapat lain dari dokter yang berbeda. Dokter juga akan menjalankan sejumlah tes untuk memastikan diagnosisnya.

Sumber foto: Bintang.com

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Mengurangi Risiko Kanker Paru, Mulai dengan Berhenti Merokok!

Kebiasaan merokok meningkatkan risiko kanker paru tidak hanya bagi perokok aktif tapi juga orang lain. Simak seperti apa bahaya dan tips mencegahnya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Data Prevalensi Kanker Paru di Indonesia, Perokok Kelompok Paling Berisiko

Prevalensi kanker paru di Indonesia semakin meningkat selama 15 tahun terakhir dengan rokok sebagai faktor risiko utamanya. Mengapa demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

sirtfood diet

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
didi kempot meninggal

Didi Kempot Tutup Usia Diduga Kelelahan, Bagaimana Hingga Jadi Fatal?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
hidup dengan sebelah paru

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020