Menghadapi Perubahan Emosi Akibat Kanker Hati

Oleh

Reaksi orang terhadap berbagai peristiwa pasti berbeda-beda. Beberapa orang dapat dengan mudah menangani diagnosis kanker hati, sementara beberapa orang lainnya mungkin memiliki waktu yang sulit untuk mengelola emosi mereka. Berikut ini beberapa tips mengatur emosi yang dapat Anda coba.

Menerima kenyataan

Salah satu faktor penting dalam mengatur emosi adalah dengan menjadi pribadi yang lebih positif, meskipun tampaknya tidak mungkin dilakukan selama perawatan medis yang menakutkan. Kebanyakan orang memiliki anggapan keliru bahwa menjadi positif sama dengan menjadi ceria. Padahal, menjadi pribadi positif berarti mengakui dan menerima segala kemungkinan menakutkan yang dapat terjadi ketika Anda memiliki kanker hati. Anda bisa mengubah perasaan jengkel dan takut sebagai dorongan bagi Anda untuk terus bergerak maju. Selain itu, Anda harus tetap berpegang teguh pada apa yang Anda yakini benar dan jangan biarkan khayalan yang tidak-tidak mematahkan semangat Anda. Jika memang terpaksa, menangis dan mengekspresikan kemarahan sebenarnya diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan.

Selain itu, pilih cara yang positif untuk hidup dengan kanker hati. Konsumsi makanan bergizi dan jalani langkah sehat (seperti berhenti merokok atau mengurangi alkohol). Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut mengenai masalah ini dalam artikel kami mengenai nutrisi bagi pasien kanker hati.

Amati gejala lain yang mungkin Anda miliki

Selama kanker hati (terutama dalam masa pengobatan) gejala seperti nyeri, sensasi lelah, insomnia atau masalah diet sangat umum terjadi pada pasien. Ketika mengalami gejala-gejala ini, Anda mungkin merasa lebih tertekan dari biasanya. Oleh karena itu, diskusikan masalah Anda dengan penyedia kesehatan. Masalah ini juga akan lebih mudah diatasi ketika Anda memahami kondisi medis diri sendiri dengan baik.

Lakukan olahraga dan teknik relaksasi

Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, visualisasi, dan hipnoterapi, pijat atau refleksi merupakan beberapa metode yang dapat membantu Anda mengatasi depresi, rasa takut dan perasaan cemas dengan baik.

Di sisi lain, olahraga merupakan metode yang tepat untuk membantu Anda mengontrol perasaan Anda. Namun perlu diingat, semua kegiatan fisik yang Anda lakukan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Jika Anda belum pernah melakukan sebelumnya, Anda tidak boleh mengikuti porsi latihan orang lain yang sudah melakukannya secara teratur. Dalam memulai latihan, Anda harus mulai perlahan-lahan agar tubuh dapat terbiasa, mungkin dapat dimulai dengan berjalan-jalan singkat. Selain itu, memintalah nasihat serta dukungan dari mantan pasien dan dokter. Keluarga serta kerabat juga dapat menjadi dorongan yang sangat besar bagi Anda untuk tetap semangat menjalani perawatan.

Terbukalah dengan orang lain terhadap situasi Anda

Singkirkan pikiran negatif dari dalam kepala Anda. Untuk merasa lebih baik, Anda mungkin dapat berbagi cerita dengan orang lain, mendengarkan musik, berteriak sekencangnya, atau bahkan menangis. Tak bisa dipungkiri bahwa terkadang berbagi cerita dengan orang lain tidak mudah. Namun, Anda masih memiliki orang yang tepat untuk berbagi, seperti teman-teman dan keluarga Anda, daripada menyimpan beban perasaan sendirian.

Bergabung dengan kelompok pendukung kanker juga disarankan bagi pasien kanker. Mereka yang tergabung dalam kelompok ini mungkin memiliki situasi dan perasaan yang sama, sehingga Anda dapat lebih mudah untuk berbagi cerita dengan mereka.

Menerima diagnosis kanker mungkin akan memakan waktu, karena Anda harus berurusan dengan rasa takut, penolakan dan rasa marah. Namun, semakin cepat Anda menerima kondisi dan memilih cara terbaik untuk menghadapinya, kondisi medis Anda akan kian membaik di masa depan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca