Menghadapi Insomnia bagi Penderita Kanker Hati

Oleh

Insomnia atau sulit tidur umumnya dialami oleh pasien kanker, terutama pasien kanker hati. Gangguan ini merupakan reaksi normal terhadap pengobatan dan diagnosis kanker. Ketika mengalami insomnia, seseorang akan berbaring di tempat tidur, menghabiskan berjam-jam agar tertidur tidak peduli seberapa lelah mereka saat itu.

Anda dapat meminta bantuan dokter untuk memberikan pengobatan medis yang dapat mengatasi insomnia. Namun dalam artikel ini, kami akan berbagi beberapa metode non-obat untuk mengatasi insomnia.

Mengubah kebiasaan

Kebanyakan orang kesulitan tidur saat mereka sedang menjalani pengobatan kanker hati. Namun, kondisi ini terkadang menjadi bumerang bagi kesehatan mereka karena membuat kondisi Anda semakin buruk. Apabila tidak mengantuk, sebaiknya Anda keluar dari kamar dan masuklah kembali ketika saatnya tidur. Langkah ini akan membentuk hubungan antara kamar tidur dan perilaku tidur untuk membantu Anda tidur lebih mudah.

Saran lain yaitu dengan menjaga jadwal tidur Anda dan hindari tidur siang. Jika tidur siang sangat dibutuhkan, batasi waktunya sampai 30 menit dan usahakan tidur sebelum pukul 3 sore. Kegiatan tertentu seperti menonton televisi, makan, atau membaca buku, harus dikurangi ketika Anda berada di tempat tidur karena ini adalah faktor utama yang mencegah Anda tidur.

Terapi relaksasi

Metode ini meliputi relaksasi otot, biofeedback (menggunakan peralatan elektronik untuk merekam tampilan aktivitas dalam tubuh yang tidak biasanya di bawah kesadaran, misalnya denyut jantung), pelatihan citra, hipnosis, dan melepaskan beban pikiran.

Anda dapat melakukan beberapa terapi ini sendiri melalui latihan pernapasan dalam, peregangan, meditasi, atau berdoa. Mandi air hangat atau minum segelas susu hangat juga sangat dianjurkan.

Terapi kognitif

Terapi ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengubah keyakinan dan sikap disfungsional tentang insomnia dan kegiatan tidur. Namun, hal ini dapat meningkatkan rasa cemas. Terapi kognitif dapat membantu menghilangkan ritual tidur yang tidak realistis, mendidik pasien terhadap efek dari insomnia pada kegiatan sehari-hari, dan memberikan pengetahuan dasar insomnia.

Mengatur tidur lewat makanan

Orang yang menderita insomnia disarankan untuk tidak mengonsumsi kafein dan alkohol selama 4-6 jam, atau tidak makan makanan pedas sebelum tidur. Selain itu, biarkan kamar tidur tetap gelap, tenang, dan senyaman mungkin.

Buat rutinitas tidur untuk diri sendiri

Rutinitas tidur yang tepat termasuk membaca, mendengarkan musik favorit, minum minuman hangat atau mandi air hangat.

Insomnia atau sulit tidur, umumnya dialami oleh pasien kanker hati. Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki pemahaman dasar tentang situasi ini dan mendiskusikan masalah tidur dengan dokter untuk pengobatan yang sesuai.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca