Kiat Nutrisi untuk Penderita Kanker Hati

Oleh

Pengobatan kanker hati sering kali membawa banyak efek samping yang tidak diinginkan, seperti merasa mual dan hambar saat mencicipi makanan. Kondisi ini tentunya menghambat asupan nutrisi dalam diet yang sehat. Namun, Anda tidak boleh menyerah. Tetap jaga motivasi dan susun rencana diet sehat untuk membantu Anda menjaga kesehatan hati. Berikut ini beberapa tips untuk merencanakan diet sehat yang dapat Anda coba.

Apa saja peran hati?

Sebelum membuat perencanaan diet sehat, mari kita pahami terlebih dahulu mengenai peran hati dalam tubuh. Hati merupakan organ vital yang membantu tubuh untuk mencerna makanan, membersihkan darah dari racun berbahaya, serta menyimpan energi dalam bentuk gula sebagai cadangan. Hati bertanggung jawab untuk memproduksi empedu yang diperlukan dalam proses pencernaan Anda.

Bila Anda mengidap kanker hati, fungsi hati Anda akan terganggu. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Cara terbaik untuk memperlambat dampak buruk ini adalah dengan merencanakan diet hati melalui makanan sehat.

Bagaimana cara membuat rencana diet sehat untuk kanker hati?

Jika Anda mengamati piramida makanan, Anda dapat melihat lima jenis nutrisi ideal yang kita butuhkan, yaitu vitamin biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, protein dan lemak. Selain itu, Anda juga memerlukan asupan cairan untuk hidup. Meskipun mengidap kanker hati, Anda tetap dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi beberapa contoh makanan di bawah ini.

Buah dan sayur

Hati berfungsi untuk detoksifikasi bagi tubuh. Bila Anda mengidap kanker hati, bahan kimia dan racun dari makanan menjadi sulit dihilangkan. Oleh karena itu, hindari makanan olahan yang mengandung banyak bahan kimia, dan pilihlah makanan organik (makanan tanpa pestisida, gen buatan (GMO), dan beberapa jenis pupuk buatan).

Buah dan sayur mengandung fitonutrien, zat alami yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Di samping fitonutrien, buah-buahan dan sayuran juga mengandung antioksidan yang berperan dalam menciptakan jalur anti-inflamasi, menghambat tumor menciptakan suplai darah mereka sendiri, menghancurkan sel kanker, dan membantu tubuh dalam proses detoksifikasi. Jika memungkinkan, pilihlah produk buah dan sayur lokal dan musiman.

Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan dan sayuran selama seminggu. Berikut adalah beberapa takaran makan per hari yang dapat Anda coba:

  • 5-10 cangkir sayuran hijau, buah berry, atau potongan melon;
  • 3-5 cangkir buah atau sayur yang telah dipotong, diiris, atau dimasak;
  • 5-10 buah atau sayuran ukuran sedang (misalnya apel atau jeruk);
  • 2-4 cangkir buah kering;
  • 4-5 cangkir jus murni atau jus segar.

Jika terlanjur mengonsumsi makanan olahan, Anda mungkin merasakan mual dan sensasi tidak nyaman pada perut. Untuk kasus sakit perut, cobalah mengonsumsi jahe untuk meringankannya.

Biji-bijian utuh

Biji-bijian utuh mengandung serat, fitonutrien, serta vitamin dan mineral lainnya. Nutrisi tersebut membantu tubuh dalam membangun sistem kekebalan yang kuat untuk melawan kanker hati selama dan setelah pengobatan kanker.

Ketika berbelanja kebutuhan makanan, pilihlah sereal gandum, beras merah, pasta gandum, roti, kreker, dan wheat germ yoghurt. Selain itu, Anda juga dapat mencoba berbagai jenis biji-bijian seperti quinoa, bulgur, dan barley. Cek label makanan bertanda “100% gandum utuh” atau setidaknya mengandung 5 gram serat per porsi.

Protein

Protein memainkan peran penting dalam pengembangan dan rekonstruksi seluruh sel dalam tubuh Anda, termasuk sel-sel darah merah, sel darah putih, otot, dan hormon.

Ketika memilih protein, pilihlah sumber yang berkualitas tinggi. Sebisa mungkin, hindari daging berlemak, seperti daging sapi, domba, dan babi. Alih-alih, Anda dapat memilih ikan, kacang-kacangan, atau unggas sebagai gantinya.

Sumber protein yang sehat juga dapat ditemukan dalam daging merah tanpa lemak, produk susu rendah lemak atau non-fat (susu murni, yogurt, keju), telur, makanan kedelai seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, selai kacang dan tumbuhan polong. Selain itu, tetaplah berhati-hati dalam mengolah beberapa jenis makanan tersebut. Untuk hasil yang terbaik, makanan sebaiknya diolah dengan cara dipanggang atau direbus, bukan digoreng.

Lemak

Dokter menyarankan untuk mengurangi konsumsi lemak jenuh maupun lemak trans, dan menambah konsumsi makanan kaya omega-3 dan lemak tak jenuh tunggal. Bagi pasien kanker, lemak ini berperan penting untuk menghasilkan energy bagi tubuh. Pilihlah makanan yang kaya lemak tak jenuh dan omega-3, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, serta minyak tumbuhan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal.

Jenis makanan yang dapat dipilih:

  • Biji Chia;
  • Wheat germ;
  • Alpukat;
  • Buah zaitun;
  • Biji rami tanah;
  • Kacang-kacangan dan selai kacang alami;
  • Ikan (salmon, flounder, herring, sarden);
  • Minyak zaitun, minyak canola, minyak rami, dan minyak kelapa.

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari:

  • Produk susu murni;
  • Mentega dan margarin;
  • Daging merah berlemak tinggi (kecuali daging ternak yang diberi makan rumput);
  • Daging masak (seperti bacon, hot dog);
  • Kentang goreng dan gorengan lainnya;
  • Minyak yang terhidrogenasi parsial dalam kue, kreker, dan makanan olahan.

Cairan

Sebagian besar tubuh kita terdiri atas cairan. Itulah sebabnya cairan sangat penting untuk kesehatan. Tanpa cairan, Anda bisa mengalami dehidrasi yang berujung pada penurunan metabolisme dan berkurangnya kemampuan tubuh untuk membuang racun. Kebutuhan cairan dapat bervariasi dari hari ke hari, tergantung dari aktivitas harian. Anjuran konsumsi cairan adalah 8 gelas 250ml per hari.

Berikut ini adalah beberapa jenis asupan cairan (bukan minuman berkafein atau beralkohol) yang dapat Anda pilih:

  • Air mineral, soda, air dengan perasa (coba tambahkan perasan lemon atau jeruk nipis)
  • Air kelapa
  • 100% jus buah
  • Susu rendah lemak atau non-fat (susu, kedelai, almond, kelapa, atau beras)
  • Smoothies
  • Suplemen gizi cair dalam botol
  • Sup dan kaldu
  • Es krim, sorbet, serbat (susu, kedelai, almond, kelapa, atau beras)
  • Pudding
  • Es loli dari 100% jus asli
  • Es batu (satu kubus berisi satu ons air)
  • Teh herbal (lemon, apel, berry, mint)
  • Teh dan kopi tanpa kafein.

Vitamin dan suplemen

Hati Anda memerlukan banyak vitamin untuk berfungsi secara optimal. Bila Anda memiliki kanker hati, Anda mungkin membutuhkan suplemen vitamin tambahan untuk sehat kembali.

  • Vitamin A dan E membantu hati membersihkan tubuh dari produk limbah.
  • Vitamin C sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel hati.
  • Vitamin D dapat berkurang jika Anda memiliki kanker hati.

Sebelum mengonsumsi suplemen vitamin, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter dan carilah informasi yang akurat mengenai vitamin, obat herbal dan suplemen lain, maupun diet khusus yang cocok dengan rencana perawatan medis Anda saat ini.

Setiap harinya, Anda disarankan untuk makan sebanyak 6-8 kali dalam porsi kecil daripada 3 kali dalam porsi yang besar. Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan buah, sayur, biji-bijian, dan asupan cairan ke dalam diet Anda, sesuai dengan petunjuk dokter.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca