Efek Pada Hati dan Saluran Empedu Anak Usai Pengobatan Kanker

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/03/2020 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Beberapa tahun setelah pengobatan kanker, anak mungkin mengalami gangguan kesehatan. Gangguan ini dapat membahayakan organ, jaringan, dan tulang anak  dan bahkan dapat memicu masalah kesehatan serius seumur hidup. Pada kasus kanker hati, efek tertunda ini umumnya menyerang hati dan saluran empedu.

Efek tertunda tidak hanya disebabkan oleh pengobatan kanker hati, melainkan dapat disebabkan oleh pengobatan kanker lainnya pada anak. Karena setiap anak menjalani pengobatan kanker yang berbeda-beda, efek tertunda yang muncul akan bervariasi juga. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi risiko anak, meliputi:

  • Usia anak ketika mendapatkan perawatan
  • Kondisi kesehatan anak secara keseluruhan sebelum menjalani pengobatan kanker
  • Faktor genetik (risiko masalah kesehatan tertentu diwariskan dari orang tua)

Beberapa jenis pengobatan memiliki risiko efek tertunda yang lebih tinggi, seperti operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Umumnya, beberapa efek tertunda yang mungkin dapat terjadi adalah:

  • Gangguan kinerja hati
  • Batu empedu, berupa endapan kecil dan keras dalam kantong empedu atau saluran empedu yang menyakitkan
  • Lesi hati jinak
  • Infeksi hepatitis B atau C
  • Kerusakan hati yang disebabkan oleh gangguan pada hati
  • Fibrosis hati, pertumbuhan abnormal dari jaringan ikat pada hati, atau sirosis
  • Hati berlemak dengan resistensi insulin
  • Kerusakan jaringan dan organ akibat penumpukan zat besi tambahan setelah melakukan banyak transfusi darah

Untuk mengetahui adanya efek tertunda, amatilah tanda-tanda dan gejala tertentu pada anak, seperti kenaikan atau penurunan berat badan  yang drastis, anak merasa mual atau muntah, nafsu makan berkurang, kulit menguning, atau sakit perut. Jika anak mengeluhkan gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Pada beberapa kasus, nyeri perut bisa menjadi pertanda kanker sekunder (kanker yang menyebar ke bagian tubuh yang berbeda) atau kanker primer baru (kanker yang dimulai dari saluran hati dan empedu).

Jika anak Anda memiliki gejala-gejala tersebut, segera bawa mereka ke dokter. Beberapa tes yang dapat membantu mendiagnosis efek tertunda dari saluran hati dan empedu, di antaranya:

  • Pemeriksaan fisik dan catatan medis: Dokter anak akan memeriksa tanda-tanda yang abnormal seperti benjolan di perut
  • Tes darah: Tes darah dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti memeriksa jumlah hormon dan zat kimia dalam tubuh anak , memeriksa tingkat feritin (protein yang mengikat zat besi dan menyimpannya untuk digunakan oleh tubuh), memeriksa pembekuan darah dan mendiagnosis virus hepatitis
  • Scan pencitraan: USG, MRI atau CT scan digunakan untuk mendiagnosis kelainan pada organ anak
  • Biopsi: Pengangkatan sel atau jaringan hati sebagai sampel untuk diperiksa di bawah mikroskop

Tentu saja, tidak ada orang tua yang ingin anaknya mengalami efek tertunda. Namun, jika ternyata anak memiliki gangguan medis pasca pengobatan kanker, diskusikan dengan dokter perihal tes dan prosedur untuk memeriksa tanda-tanda efek tertunda yang menyerang hati atau saluran empedu. Jika anak memang memerlukan tes, pastikan Anda mengetahui seberapa sering tes harus dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

    Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . 4 mins read

    Kanker Usus Besar

    Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 7 mins read

    7 Tips Membesarkan Anak Tuli agar Mandiri dan Percaya Diri

    Membesarkan anak tuli tentu tidak mudah. Namun, Anda harus tetap melakukannya agar ia tumbuh mandiri dan percaya diri. Berikut tipsnya.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Parenting, Tips Parenting 06/04/2020 . 4 mins read

    Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

    WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . 14 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 mins read
    kanker-muncul-kembali

    4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 mins read
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 mins read
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read