Efek Pada Hati dan Saluran Empedu Anak Usai Pengobatan Kanker

Oleh

Beberapa tahun setelah pengobatan kanker, anak mungkin mengalami gangguan kesehatan. Gangguan ini dapat membahayakan organ, jaringan, dan tulang anak  dan bahkan dapat memicu masalah kesehatan serius seumur hidup. Pada kasus kanker hati, efek tertunda ini umumnya menyerang hati dan saluran empedu.

Efek tertunda tidak hanya disebabkan oleh pengobatan kanker hati, melainkan dapat disebabkan oleh pengobatan kanker lainnya pada anak. Karena setiap anak menjalani pengobatan kanker yang berbeda-beda, efek tertunda yang muncul akan bervariasi juga. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi risiko anak, meliputi:

  • Usia anak ketika mendapatkan perawatan
  • Kondisi kesehatan anak secara keseluruhan sebelum menjalani pengobatan kanker
  • Faktor genetik (risiko masalah kesehatan tertentu diwariskan dari orang tua)

Beberapa jenis pengobatan memiliki risiko efek tertunda yang lebih tinggi, seperti operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Umumnya, beberapa efek tertunda yang mungkin dapat terjadi adalah:

  • Gangguan kinerja hati
  • Batu empedu, berupa endapan kecil dan keras dalam kantong empedu atau saluran empedu yang menyakitkan
  • Lesi hati jinak
  • Infeksi hepatitis B atau C
  • Kerusakan hati yang disebabkan oleh gangguan pada hati
  • Fibrosis hati, pertumbuhan abnormal dari jaringan ikat pada hati, atau sirosis
  • Hati berlemak dengan resistensi insulin
  • Kerusakan jaringan dan organ akibat penumpukan zat besi tambahan setelah melakukan banyak transfusi darah

Untuk mengetahui adanya efek tertunda, amatilah tanda-tanda dan gejala tertentu pada anak, seperti kenaikan atau penurunan berat badan  yang drastis, anak merasa mual atau muntah, nafsu makan berkurang, kulit menguning, atau sakit perut. Jika anak mengeluhkan gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Pada beberapa kasus, nyeri perut bisa menjadi pertanda kanker sekunder (kanker yang menyebar ke bagian tubuh yang berbeda) atau kanker primer baru (kanker yang dimulai dari saluran hati dan empedu).

Jika anak Anda memiliki gejala-gejala tersebut, segera bawa mereka ke dokter. Beberapa tes yang dapat membantu mendiagnosis efek tertunda dari saluran hati dan empedu, di antaranya:

  • Pemeriksaan fisik dan catatan medis: Dokter anak akan memeriksa tanda-tanda yang abnormal seperti benjolan di perut
  • Tes darah: Tes darah dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti memeriksa jumlah hormon dan zat kimia dalam tubuh anak , memeriksa tingkat feritin (protein yang mengikat zat besi dan menyimpannya untuk digunakan oleh tubuh), memeriksa pembekuan darah dan mendiagnosis virus hepatitis
  • Scan pencitraan: USG, MRI atau CT scan digunakan untuk mendiagnosis kelainan pada organ anak
  • Biopsi: Pengangkatan sel atau jaringan hati sebagai sampel untuk diperiksa di bawah mikroskop

Tentu saja, tidak ada orang tua yang ingin anaknya mengalami efek tertunda. Namun, jika ternyata anak memiliki gangguan medis pasca pengobatan kanker, diskusikan dengan dokter perihal tes dan prosedur untuk memeriksa tanda-tanda efek tertunda yang menyerang hati atau saluran empedu. Jika anak memang memerlukan tes, pastikan Anda mengetahui seberapa sering tes harus dilakukan.

Sumber