Benarkah Masturbasi Menyebabkan Jerawat di Wajah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Masturbasi adalah salah satu bagian dari kehidupan seks banyak orang, baik pria maupun wanita. Sebuah penelitian menyatakan bahwa 95 persen laki-laki dan 89 persen perempuan mengakui kalau mereka pernah melakukan masturbasi demi memenuhi kepuasan seksualnya. Tetapi konon katanya, terlalu sering masturbasi menyebabkan jerawat pada bermunculan pada wajah Anda. Apakah ini benar?

Katanya, masturbasi menyebabkan jerawat, benarkah?

Masturbasi termasuk dalam aktivitas seksual yang normal dilakukan oleh beberapa orang. Masturbasi akan dianggap bermasalah ketika menghambat aktivitas seksual dengan pasangan, dilakukan tidak pada tempatnya, dan mengakibatkan timbulnya gangguan pada orang tersebut.

Namun, selama masturbasi dilakukan dengan cara yang benar dan sewajarnya, maka hal ini masih dianggap normal. Ada berbagai alasan yang mendasari seseorang bermasturbasi, seperti memberikan kebahagiaan, kepuasan, sebagai cara untuk menghilangkan stres, ataupun untuk menyalurkan hasrat seksualnya, terutama bagi Anda yang belum menikah.

Meski begitu, ada beragam pertanyaan yang sering diajukan terkait masturbasi. Bahkan, tidak sedikit orang yang beranggapan kalau masturbasi menyebabkan jerawat. Apakah ini benar?

Nyatanya menurut Tsippora Shainhouse MD, seorang dokter kulit, mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada hubungan antara masturbasi hingga bisa menyebabkan jerawat. Kemungkinannya karena hormon reproduksi – khususnya testosteron dan progesteron – yang meningkatkan produksi minyak pada wajah, dilansir dari Women’s Health.

Adanya peningkatan produksi minyak inilah yang kemudian memicu munculnya jerawat pada wajah Anda. Terutama menjelang masa menstruasi pada wanita, sebab pada masa ini tubuh sedang bekerja untuk memproduksi lebih banyak hormon progesteron dan testosteron.

Masturbasi

Nah, masturbasi sendiri merupakan aktivitas seksual pertama yang sering kali dilakukan oleh remaja yang sedang pubertas. Di masa-masa inilah, hormon dalam tubuh remaja tidak seimbang, bahkan cenderung meningkat. Itu sebabnya, saat remaja tersebut mulai mencoba hal-hal baru, termasuk masturbasi, jerawat mulai muncul dengan jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya.

Padahal nyatanya, jerawat bisa berkembang karena hormon reproduksi dalam tubuh sedang mengalami peningkatan. Sama halnya dengan jerawat yang muncul pada pria ataupun wanita dewasa yang suka bermasturbasi, berarti sedang ada ketidakseimbangan hormon progesteron dan testosteron dalam tubuhnya.

Pada intinya, masturbasi memang bisa memicu naiknya kadar testosteron dalam tubuh seseorang. Aka tetapi tentunya, peningkatan ini tidak terlalu signifikan untuk menyebabkan jerawat, terutama karena kadar testosteron tersebut bisa menyusut normal kembali, setelah beberapa menit selesai melakukan masturbasi.

Lalu sebenarnya, apa yang memicu munculnya jerawat?

Jadi, anggapan kalau masturbasi bisa memicu timbulnya jerawat itu hanya mitos. Sebenarnya, penyebab utama jerawat akan muncul pada wajah jika Anda memiliki empat faktor utama, yakni produksi sebum (minyak) yang berlebih, folikel rambut pada kulit tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit mati, adanya bakteri yang masuk ke kulit, serta karena peradangan pada kulit.

Selain itu, ada juga beberapa kondisi lain yang bisa memperburuk jerawat, seperti:

  • Hormon. Memasuki masa pubertas, maka hormon dalam tubuh remaja laki-laki dan perempuan akan meningkat, sehingga menyebabkan kelenjar minyak (sebaceous) memproduksi lebih banyak minyak. Pada akhirnya, bisa memperbanyak munculnya jerawat.
  • Obat tertentu . Konsumsi obat-obatan tertentu yang mengandung iodida, bromida, dan kortikosteroid akan cenderung memperparah jerawat.
  • Makanan. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa makanan tertentu bisa memperparah wajah yang sedang berjerawat. Misalnya cokelat, roti, keripik, dan susu skim.
  • Stres. Stres sudah dikenal sebagai salah satu penyebab yang memperparah jerawat. Pasalnya, saat stres maka tubuh memproduksi hormon kortisol, dimana hormon ini disinyalir bisa meningkatkan produksi minyak yang semakin memperbanyak jerawat.

Untuk mengobati jerawat, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan – dari mulai menggunakan obat pereda jerawat sampai melakukan perawatan rumahan. Yang terpenting sebelum memutuskan akan menggunakan perawatan jenis apa, sebaiknya ketahui terlebih dahulu jenis kulit apa yang Anda miliki. Jadi, perawatan yang nantinya akan Anda gunakan pun sesuai dengan kondisi kulit.

Baca Juga: