Timbul Lenting Kecil, Ini Herpes Genital Atau Jerawat di Kemaluan, Ya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Munculnya benjolan merah atau lenting putih kecil pada alat kelamin merupakan gejala khas dari penyakit herpes genital. Tanda ini sering kali sulit dibedakan bahkan ada yang mengira itu hanya sekadar jerawat di kemaluan. Maka itu, penting untuk benar-benar memahami apa perbedaan benjolan kecil sebagai tanda herpes genital atau hanya jerawat di alat kelamin Anda.

Cara membedakan herpes genital dan jerawat di kemaluan

Meski memiliki bentuk yang sangat mirip, tapi bila diperhatikan lagi, jerawat di kelamin dan herpes genital adalah dua hal berbeda.

1. Beda cirinya

Jerawat di kemaluan

Sama seperti jerawat pada umumnya, jerawat yang muncul di alat vital juga identik dengan benjolan berwarna merah dan terdapat nanah putih atau cairan bening di dalamnya. Jerawat pun bisa muncul satu demi satu, maupun sekaligus bersamaan.

Jerawat mungkin terasa gatal, tapi biasanya tidak akan terlalu sakit kecuali mendapatkan gesekan atau tekanan secara tiba-tiba. Tak perlu khawatir, jerawat di organ vital biasanya akan hilang dalam hitungan hari.

Herpes genital

Gejala virus herpes bisa muncul kapan saja, terlepas dari berapa lama waktu yang dibutuhkan sejak virus mulai masuk ke dalam tubuh. Artinya, Anda bisa saja tidak merasakan gejala apapun meski virus herpes sudah menyerang.

Tanda utama yang biasanya muncul yakni berupa benjolan merah atau putih yang berisi cairan bening menyerupai bisul di area vital, mulut, maupun bokong. Berbeda dengan jerawat, lepuhan atau benjolan herpes ini biasanya akan terasa sakit meskipun tidak disentuh, terutama ketika sudah pecah. Tekstur dari lepuhan herpes cenderung lebih lembut dibandingkan dengan jerawat.

Namun, gejala khas ini tidak datang sendirian. Anda juga akan menyadari timbulnya rasa sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga demam tinggi.

2. Beda penyebabnya

Jerawat di kemaluan

Jerawat sebenarnya merupakan kondisi kulit yang normal akibat dari tersumbatnya pori-pori oleh minyak dan kotoran. Dalam kasus lain, benjolan kecil jerawat di alat kelamin juga bisa disebabkan oleh alergi terhadap suatu bahan pakaian, usai mencukur atau mencabut rambut kemaluan; serta adanya infeksi bakteri maupun jamur pada folikel rambut.

Kesemua hal tersebut bisa menimbulkan satu atau lebih lenting kecil di alat kelamin, hingga akhirnya terasa gatal.

Herpes genital

Jika jerawat lebih identik dengan kondisi kulit yang kotor dan kurang sehat, maka herpes genital berbeda 180 derajat. Ya, herpes genital adalah penyakit menular seksual yang disebarkan oleh virus herpes simplex (HSV). Ada dua jenis virus herpes simplex, yaitu:

  • HSV-1, sering disebut sebagai herpes oral karena menyebar melalui air liur dan luka di area mulut yang telah terinfeksi. Virus ini juga dapat mengakibatkan herpes genital.
  • HSV-2, biasanya berkembang di sekitar alat kelamin melalui kontak seksual. Virus ini merupakan penyebab utama penyakit herpes genital.

Setiap pasangan yang melakukan seks tidak aman berisiko tertular herpes genital. Bahkan, penggunaan kondom pun kadang tidak menjamin Anda terbebas dari virus herpes.

gejala infeksi jamur vagina

3. Beda perawatannya

Jerawat di kemaluan

Anda tidak perlu cemas karena biasanya jerawat di organ vital bisa sembuh dalam waktu beberapa hari saja. Kuncinya adalah selalu menerapkan gaya hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan seluruh anggota tubuh. Terutama area genital yang mungkin sering terlewatkan.

Selain itu, Anda bisa turut membantu hilangnya jerawat dengan cara membersihkannya menggunakan kompres hangat beserta sabun yang mengandung benzoil peroksida. Dengan catatan, lebih hati-hati saat mengusap kulit di area genital dan hindari menggosoknya terlalu keras bahkan sampai mengenai bibir vagina.

Herpes genital

Sementara itu, herpes genital agak sulit untuk diobati dengan perawatan rumahan. Pengobatan medis menggunakan obat-obatan antivirus oral dan topikal berperan penting untuk membantu menghambat penyebaran virus herpes simplex. Misalnya obat valacyclovir (Valtrex), famciclovir, dan asiklovir (Zovirax).

Anda dianjurkan untuk rutin mengonsumsi obat sesuai aturannya serta menghindari melakukan hubungan seksual sementara waktu, sampai perawatan herpes genital benar-benar selesai. Sebab kalau tidak, Anda masih berisiko menularkan virus ini pada pasangan.

Hindari memencet benjolan atau lesi herpes karena akan memicu rasa sakit parah dan membuat virus lebih mudah menyebar.

Baca Juga:

Sumber