5 Tips Traveling Aman untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Agar Tubuh Tidak Cepat Drop

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

HIV adalah penyakit kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya, orang-orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan mudah sakit. Banyak ODHA yang enggan berlibur jauh-jauh karena takut akan cepat kecapekan dan kemudian malah memperburuk kondisinya. Banyak juga yang enggan traveling karena takut menularkan penyakitnya pada orang lain. Padahal, punya HIV tidak lantas membuat Anda harus mengurung diri di rumah. Yang ada, stres malah akan membuat kondisi tubuh Anda makin drop. Sebelum booking tiket perjalanan, baca dulu, yuk, tips traveling untuk orang HIV di bawah ini agar liburan Anda aman dan nyaman.

Tips aman traveling untuk orang HIV

Sudah punya anggaran khusus, destinasi impian, dan tanggal berlibur yang tepat? Jangan ragu untuk angkat kaki dan berangkat liburan! Namun sebelum packing, pastikan Anda sudah baca dan ceklis semua tips traveling berikut.

1. Cek kesehatan ke dokter

Sama seperti orang sehat kebanyakan, traveling untuk orang HIV butuh didukung oleh kondisi tubuh yang prima. Maka sebaiknya, periksakan dulu kondisi kesehatan Anda dengan dokter yang biasa menangani Anda.

Jika kadar CD4 (penanda daya tahan tubuh) dalam darah Anda di atas angka 200 sel/mL, kemungkinan besar dokter akan memberikan lampu hijau untuk Anda berangkat. Namun apabila setelah diperiksa kadar CD4 Anda jauh di bawah rentang 200-500 sel/mL, dokter mungkin akan membekali Anda dengan obat-obatan tambahan untuk mencegah kondisi tubuh tiba-tiba memburuk.

Jangan lupa juga sebelum periksa kesehatan, beri tahu dokter ke mana Anda akan pergi dan berapa lama Anda akan berada di sana. Minta juga informasi sejelas-jelasnya tentang apa yang harus Anda hindari atau kurangi di destinasi liburan Anda.

2. Vaksin

Khususnya jika Anda akan berlibur cukup lama ke luar negeri, pastikan Anda harus sudah melengkapi sejumlah vaksin berikut sebelum berangkat:

Mendapatkan vaksin sebelum berlibur akan memastikan Anda tidak tertular penyakit yang masih berpotensi mewabah di negara-negara tertentu.

Vaksin-vaksin di atas biasanya sangat dianjurkan ketika Anda akan berlibur ke negara-negara di benua Asia dan Amerika Latin. Anda mungkin akan membutuhkan vaksin lainnya karena kebutuhan vaksin tiap ODHA bisa berbeda tergantung daerah yang akan didatangi. Maka, diskusikan lebih lanjut dengan dokter mengenai destinasi dan lama berlibur Anda di sana.

3. Siapkan asuransi kesehatan

Punya asuransi kesehatan adalah salah satu tips traveling untuk orang HIV yang penting untuk dipertimbangkan. Asuransi menjadi sangat penting ketika Anda sewaktu-waktu jatuh sakit atau mengalami kecelakaan di tempat tujuan Anda sehingga butuh rawat inap di rumah sakit.

Sebelumnya, Anda juga bisa menghubungi perusahaan asuransi langganan Anda untuk memberi tahu tentang rencana perjalanan Anda dan pelayanan apa yang bisa Anda dapatkan di negara atau daerah tujuan bila Anda butuh jaminan asuransi.

Ketika packing, jangan lupa bawa kartu asuransi Anda. Taruh di dompet atau di mana pun yang mudah untuk diakses ketika Anda asyik berpetualang di luar sana.

4. Bawa resep obat dokter

Selain bawa baju ganti dan kamera, tentu Anda tidak boleh sampai lupa bawa obat-obatan Anda biasanya. Mulai dari obat antiretroviral (ART) yang diresepkan dokter sampai obat-obatan lainnya yang mungkin berkaitan penyakit lainnya yang Anda idap. Bawa juga salinan resepnya. Selain itu, jangan lupa untuk bawa obat-obatan antinyeri nonresep dasar, seperti paracetamol atau ibuprofen.

5. Jaga diri selama di destinasi

Sah-sah saja untuk bersenang-senang begitu tiba di tempat tujuan. Namun, Anda juga perlu jaga diri selama berlibur agar kondisi tubuh tidak drop terserang penyakit di sana atau bahkan sampai merisikokan penularan penyakit pada orang lain.

Selama berlibur…

  • Jangan makan buah dan sayuran mentah. Bila ingin makan buah kupas, pastikan Anda yang mengupasnya sendiri.
  • Bila ingin minum atau sikat gigi, lebih baik beli air mineral kemasan. Jangan langsung minum dari keran.
  • Jangan makan daging mentah atau setengah matang.
  • Jangan minum susu yang tidak dipasteurisasi atau produk susu yang bukan kemasan.
  • Jangan sembarangan makan makanan yang dibeli dari pedagang kaki lima.
  • Minum dari minuman botolan yang Anda buka dan beli sendiri.
  • Sedia dan pakai kondom dengan benar jika ingin berhubungan seks saat liburan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit