Mengenal dan Mengatasi Gejala Depresi Pada ODHA

Oleh

Ketika Anda hidup dengan HIV, sangat wajar untuk mengalami depresi. Depresi merupakan masalah kesehatan mental serius dan dapat memayahkan kemampuan Anda untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu, jika Anda didiagnosa dengan HIV, Anda harus mempersiapkan beberapa informasi mengenai depresi. Kami harap beberapa informasi seputar depresi pada HIV berikut dapat membantu Anda.

Seberapa serius depresi dapat memengaruhi HIV?

Depresi lebih dari rasa sedih atau duka. Depresi dapat membuat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak disiplin dalam menjalani pengobatannya, membuatnya melewatkan terapi atau dosis obat.

Sebuah studi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa pasien yang memiliki depresi, terutama wanita, lebih berpeluang untuk berhenti menerima perawatan dan tidak mencapai viral load tak terdeteksi. Selain itu, depresi dapat meningkatkan perilaku yang berisiko tinggi menularkan infeksi HIV pada orang lain.

Depresi seringkali diabaikan. Banyak pula spesialis HIV yang belum cukup terlatih untuk mengenali atau mengobati depresi. Depresi juga dapat disalahartikan sebagai HIV yang berkembang.

Apa yang menyebabkan depresi pada ODHA?

Ada banyak penyebab dari depresi pada HIV. Mendapatkan diagnosa penyakit kronis seperti infeksi HIV atau AIDS dapat membuat mood depresif memburuk.

Tapi perlu dicatat bahwa beberapa obat yang digunakan untuk mengobati HIV dapat menyebabkan atau memperburuk depresi, terutama efavirenz (Sustiva). Penyakit seperti anemia atau diabetes dapat menyebabkan gejala yang tampak seperti depresi, begitu juga dengan penggunaan obat, atau kadar yang rendah akan testosteron, vitamin B6 atau vitamin B12.

Apakah tanda-tanda dari depresi pada HIV?

Gejala depresi pada HIV bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Kebanyakan penyedia layanan kesehatan mencurigai depresi jika pasien melaporkan diliputi oleh kesedihan atau memiliki sangat sedikit minat pada aktivitas sehari-hari. Jika perasaan tersebut berlanjut selama dua minggu atau lebih, dan pasien juga mengalami beberapa gejala berikut, kemungkinan mereka mengalami depresi:

  • Pusing atau merasa lambat dan malas
  • Masalah konsentrasi
  • Dorongan seksual rendah/kehilangan minat seksual
  • Masalah tidur
  • Merasa bersalah, tak bernilai, atau tanpa harapan
  • Makan berlebihan
  • Kurang entusiasme; tidak menunjukkan emosi; motivasi rendah
  • Konsentrasi buruk
  • Lekas marah
  • Insomnia
  • Bangun cepat atau lambat
  • Ketidakmampuan untuk merasa santai
  • Kenaikan atau penurunan berat badan mendadak
  • Kelelahan atau kelesuan
  • Kehilangan minat untuk menjalani aktivitas atau hobi yang biasa Anda lakukan
  • Merasa harga dirinya rendah
  • Perasaan bersalah yang berlebihan
  • Pemikiran bunuh diri atau tentang kematian yang kambuhan
  • Isolasi sosial

Apakah pengobatan untuk depresi pada HIV?

Depresi pada HIV dapat disembuhkan dengan perubahan gaya hidup, terapi alternatif, dan/atau dengan obat. Banyak obat dan terapi untuk depresi dapat mengganggu pengobatan HIV Anda. Penyedia layanan kesehatan dapat membantu Anda memilih terapi atau kombinasi terapi yang paling sesuai untuk Anda. Jangan mencoba mengobati diri sendiri dengan alkohol atau narkoba karena hal ini dapat meningkatkan depresi dan menciptakan masalah tambahan.

Perubahan gaya hidup dapat memperbaiki depresi untuk sebagian orang. Hal ini meliputi:

  • Olahraga teratur
  • Peningkatan paparan matahari
  • Pengendalian stress
  • Konseling
  • Peningkatan kebiasaan tidur

Mempertahankan depresi hanya akan membuang waktu Anda dan membuat Anda kesulitan untuk pulih dari penyakit. Keluarlah dari persembunyian Anda dan sambutlah uluran tangan orang, Anda tidak pernah sendirian.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca