Mengenal dan Mengatasi Gejala Depresi Pada ODHA

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda hidup dengan HIV, sangat wajar untuk mengalami depresi. Depresi merupakan masalah kesehatan mental serius dan dapat memayahkan kemampuan Anda untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu, jika Anda didiagnosa dengan HIV, Anda harus mempersiapkan beberapa informasi mengenai depresi. Kami harap beberapa informasi seputar depresi pada HIV berikut dapat membantu Anda.

Seberapa serius depresi dapat memengaruhi HIV?

Depresi lebih dari rasa sedih atau duka. Depresi dapat membuat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak disiplin dalam menjalani pengobatannya, membuatnya melewatkan terapi atau dosis obat.

Sebuah studi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa pasien yang memiliki depresi, terutama wanita, lebih berpeluang untuk berhenti menerima perawatan dan tidak mencapai viral load tak terdeteksi. Selain itu, depresi dapat meningkatkan perilaku yang berisiko tinggi menularkan infeksi HIV pada orang lain.

Depresi seringkali diabaikan. Banyak pula spesialis HIV yang belum cukup terlatih untuk mengenali atau mengobati depresi. Depresi juga dapat disalahartikan sebagai HIV yang berkembang.

Apa yang menyebabkan depresi pada ODHA?

Ada banyak penyebab dari depresi pada HIV. Mendapatkan diagnosa penyakit kronis seperti infeksi HIV atau AIDS dapat membuat mood depresif memburuk.

Tapi perlu dicatat bahwa beberapa obat yang digunakan untuk mengobati HIV dapat menyebabkan atau memperburuk depresi, terutama efavirenz (Sustiva). Penyakit seperti anemia atau diabetes dapat menyebabkan gejala yang tampak seperti depresi, begitu juga dengan penggunaan obat, atau kadar yang rendah akan testosteron, vitamin B6 atau vitamin B12.

Apakah tanda-tanda dari depresi pada HIV?

Gejala depresi pada HIV bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Kebanyakan penyedia layanan kesehatan mencurigai depresi jika pasien melaporkan diliputi oleh kesedihan atau memiliki sangat sedikit minat pada aktivitas sehari-hari. Jika perasaan tersebut berlanjut selama dua minggu atau lebih, dan pasien juga mengalami beberapa gejala berikut, kemungkinan mereka mengalami depresi:

  • Pusing atau merasa lambat dan malas
  • Masalah konsentrasi
  • Dorongan seksual rendah/kehilangan minat seksual
  • Masalah tidur
  • Merasa bersalah, tak bernilai, atau tanpa harapan
  • Makan berlebihan
  • Kurang entusiasme; tidak menunjukkan emosi; motivasi rendah
  • Konsentrasi buruk
  • Lekas marah
  • Insomnia
  • Bangun cepat atau lambat
  • Ketidakmampuan untuk merasa santai
  • Kenaikan atau penurunan berat badan mendadak
  • Kelelahan atau kelesuan
  • Kehilangan minat untuk menjalani aktivitas atau hobi yang biasa Anda lakukan
  • Merasa harga dirinya rendah
  • Perasaan bersalah yang berlebihan
  • Pemikiran bunuh diri atau tentang kematian yang kambuhan
  • Isolasi sosial

Apakah pengobatan untuk depresi pada HIV?

Depresi pada HIV dapat disembuhkan dengan perubahan gaya hidup, terapi alternatif, dan/atau dengan obat. Banyak obat dan terapi untuk depresi dapat mengganggu pengobatan HIV Anda. Penyedia layanan kesehatan dapat membantu Anda memilih terapi atau kombinasi terapi yang paling sesuai untuk Anda. Jangan mencoba mengobati diri sendiri dengan alkohol atau narkoba karena hal ini dapat meningkatkan depresi dan menciptakan masalah tambahan.

Perubahan gaya hidup dapat memperbaiki depresi untuk sebagian orang. Hal ini meliputi:

  • Olahraga teratur
  • Peningkatan paparan matahari
  • Pengendalian stress
  • Konseling
  • Peningkatan kebiasaan tidur

Mempertahankan depresi hanya akan membuang waktu Anda dan membuat Anda kesulitan untuk pulih dari penyakit. Keluarlah dari persembunyian Anda dan sambutlah uluran tangan orang, Anda tidak pernah sendirian.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Banyak Pria Punya Fantasi Seks Bercinta Bertiga (Threesome)?

Pernah berkhayal bagaimana rasanya bercinta bertiga? Misalnya dengan dua wanita atau dua pria? Meski tabu, tak sedikit orang yang punya fantasi threesome.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hemodialisis

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit