Kenapa Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) Perlu Cek Diabetes?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu human immunodeficiency virus, yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imun). Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) perlu menjalani pengobatan seumur hidup untuk memperkuat sistem imun sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit lain. Namun, pengobatan yang disebut antiretroviral ini biasanya menyebabkan sejumlah efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah meningkatkan risiko diabetes. Oleh karena itu sebaiknya ODHA cek diabetes terlebih dahulu sebelum dan selama menjalani pengobatan HIV. Jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki HIV, ketahui bagaimana obat antiretroviral dapat meningkatkan risiko diabetes berikut ini. Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi dan mencari solusi untuk mengatasinya.

Bagaimana diabetes bisa berkembang?

Diabetes adalah penyakit di mana insulin dalam tubuh rusak atau tidak dihasilkan sama sekali. Insulin adalah hormon yang bertugas untuk mengolah glukosa (gula) dalam tubuh. Maka, gangguan insulin menyebabkan glukosa yang terlalu tinggi dalam darah.

Glukosa berasal dari pemecahan makanan dan minuman yang dikonsumsi dan merupakan sumber energi utama. Diabetes dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah, kerusakan saraf, kebutaan, stroke, dan penyakit ginjal. Untungnya, diabetes dapat dikontrol dengan diet, olahraga, dan obat-obatan.

Glukosa dibawa dalam darah ke sel-sel di seluruh tubuh. Hormon insulin membantu memindahkan glukosa ke dalam sel. Setelah masuk ke dalam sel, glukosa digunakan untuk menghasilkan energi. Bila tubuh mengalami kesulitan memindahkan glukosa ke dalam sel, glukosa akan mengendap di dalam darah dan bisa menyebabkan komplikasi diabetes.

Mengapa sebaiknya ODHA cek diabetes?

Faktor risiko diabetes antara lain adalah berusia di atas 45 tahun, riwayat keluarga diabetes, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan atau riwayat penyakit tertentu. 

Nah, penggunaan beberapa obat HIV seperti obat nukleosida reverse transcriptase inhibitor (NRTI) dan protease inhibitor (PI) dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada orang dengan HIV. Obat-obatan HIV ini membuat tubuh lebih sulit merespons dan menggunakan insulin (dikenal dengan istilah resistensi insulin). Resistensi insulin menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang bisa mengakibatkan diabetes tipe 2.

Karena pengobatan inilah ODHA jadi lebih rentan kena diabetes. Jadi, diabetes bisa saja muncul sebagai efek samping pengobatan dari penyakit AIDS yang sudah lebih dulu menyerang pasien.

Bagaimana cara ODHA cek diabetes?

Tes umum yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes adalah tes glukosa plasma puasa (FPG). Tes FPG mengukur jumlah glukosa dalam darah setelah seseorang belum makan atau puasa selama 8 jam.

Orang dengan HIV harus mengetahui kadar glukosa darah mereka sebelum memulai pengobatan dengan obat HIV. Orang dengan kadar glukosa di atas normal mungkin perlu menghindari penggunaan beberapa obat HIV. Tes glukosa darah juga penting setelah memulai pengobatan HIV. Jika pengujian menunjukkan kadar glukosa yang tinggi, perubahan obat HIV mungkin diperlukan. Namun, ini semua harus dikonsultasikan dulu dengan dokter yang menangani Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kelainan yang dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil bertambah dan rasa haus yang berlebihan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Ginjal 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit