Memahami Hipertensi Jas Putih, Naiknya Tekanan Darah Saat Bertemu Dokter

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/05/2020
Bagikan sekarang

Cek tekanan darah bisa dilakukan di berbagai tempat, seperti rumah sakit, klinik, atau bahkan di rumah sendiri. Seseorang yang sehat umumnya menunjukkan hasil tekanan darah yang normal di manapun pengukuran dilakukan. Namun, ada beberapa orang yang menunjukkan hasil pengukuran lebih tinggi saat di rumah sakit atau klinik dibanding ketika cek di rumah. Kondisi ini dinamakan hipertensi jas putih atau sindrom jas putih. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Penyebab hipertensi jas putih

Hipertensi jas putih atau sindrom jas putih adalah nama kelainan bagi orang yang tiba-tiba mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, hingga mencapai angka 140/90 mmHg atau lebih, saat berada di sekitar dokter, petugas laboratorium, atau petugas medis siapa pun yang menggunakan jas putih yang khas.

Seseorang dengan sindrom jas putih umumnya memiliki tekanan darah yang stabil saat di rumah. Namun, saat dicek di rumah sakit, tekanan darahnya menjadi lebih tinggi. Ketika dicek lagi di rumah, tekanan darahnya akan turun kembali ke kisaran biasanya.

Hipertensi jas putih umumnya terjadi karena faktor stres atau cemas saat mengunjungi lingkungan medis seperti di rumah sakit. Adapun stres dan kecemasan merupakan salah satu penyebab naiknya tekanan darah.

American Heart Association menyebut 15-30 persen orang yang didiagnosis hipertensi di rumah sakit diduga mengalami sindrom jas putih. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, lansia, bukan perokok, ibu hamil, serta seseorang yang baru didiagnosa hipertensi ringan.

Perbedaan hipertensi jas putih dengan hipertensi

hipertensi jas putih

Hipertensi jas putih merupakan konsisi naiknya tekanan darah yang hanya terjadi saat berada di sekitar dokter atau lingkungan medis seperti di rumah sakit, tetapi tekanan darahnya tidak terbaca tinggi atau angkanya berbeda saat di lingkungan lain. Dengan kata lain, seseorang dengan sindrom jas putih ini tidak berarti memiliki hipertensi yang biasa.

Sementara itu, hipertensi biasa adalah tekanan darah tinggi yang memang benar-benar terjadi sesungguhnya. Hasil tekanan darah tidak dipengaruhi oleh tempat di mana mengukurnya. Jika diukur lagi di tempat lain tekanan darahnya memang tinggi seperti yang diukur saat di rumah sakit.

Apakah kondisi ini berbahaya?

Jika Anda memiliki sindrom jas putih, ada kemungkinan tekanan darah Anda akan terus meningkat pada masa mendatang. Bahkan, dilansir dari Healthline, dokter percaya bahwa hipertensi jas putih ini bisa menjadi cikal bakal hipertensi yang sebenarnya.

Sebuah penelitian pun menemukan bahwa orang dengan sindrom jas putih memiliki peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, atau masalah jantung lainnya. Studi lain pun menemukan bahwa kematian akibat penyakit jantung sangat terkait dengan hipertensi jas putih ini.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah oleh dokter atau ahli kesehatan lain setidaknya setiap enam hingga dua belas bulan sekali jika Anda didiagnosa sindrom ini. Ini akan memberi Anda banyak waktu untuk membuat perubahan gaya hidup yang mungkin bisa membantu.

Selain itu, meskipun kasus hipertensi jas putih ini biasanya bukan tekanan darah sesungguhnya dan terjadi sementara waktu, kondisi ini bisa membahayakan. Kondisi ini bisa membuat orang mendapatkan pengobatan yang sebenarnya tidak perlu. Selain itu, ini juga bisa membuat dokter salah mengira kalau pengobatan yang telah diberikan itu tidak berhasil, dilihat dari hasil pengukuran setiap kali berkunjung.

Diagnosa hipertensi jas putih

Mendiagnosa seseorang dengan sindrom jas putih tidaklah mudah. Apalagi, kenaikan tekanan darah yang terjadi pada penderitanya bisa sangat tinggi sehingga tampak seperti mengalami hipertensi yang biasa.

Di tiap orang, kenaikannya memang tidak sama. Namun, seseorang yang cemas berlebihan, tekanan darah sistoliknya, atau angka yang berada di atas pada hasil ukur tekanan darah, bisa naik hingga 30 mmHg.

Bila dokter mencurigai Anda mengalami sindrom ini, biasanya dokter akan meminta Anda kembali melakukan pemeriksaan tekanan darah selama beberapa minggu atau bulan ke depan. Setelah beberapa minggu atau bulan kembali lagi dan masih tetap menunjukkan tekanan darah yang tinggi, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan tes tekanan darah di tempat lain.

Ada dua opsi yang bisa dilakukan bila ingin melakukan cek tekanan darah di tempat lain. Pertama, Anda bisa membeli tensimeter atau alat ukur tekanan darah untuk di rumah. Alat ini bisa Anda temukan di apotek atau langsung ke perusahaan produsen tensimeter tersebut.

Namun, perlu diingat, seseorang yang dicurigai dengan sindrom jas putih ini perlu melakukan pengukuran dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam cek tensi. Carilah tensimeter dengan manset yang cocok untuk Anda karena manset yang tidak tepat dapat menyebabkan pembacaan yang tidak tepat pula. Saat melakukan cek tekanan darah di rumah, catatlah hasil tekanan darah Anda untuk dibawa saat kembali berkunjung ke dokter.

Opsi kedua, yaitu menggunakan tekanan darah ambulatory. Alat ini akan dikaitkan pada Anda dan Anda harus mengenakannya selama 24-48 jam. Alat ini akan melacak tekanan darah Anda setiap 20 menit atau 30 menit sekali selama waktu pemantauan berlangsung.

Kedua cara ini dapat membantu dokter untuk melihat bagaimana sebenarnya kondisi tekanan darah Anda saat merespons segala aktivitas sehari-hari. Dokter juga dapat melihat perbedaanya dengan hasil tekanan darah yang dilakukan selama bertemu dokter. Dari pembacaan tersebut, dokter bisa menentukan diagnosanya apakah Anda benar mengidap hipertensi atau sekadar hipertensi jas putih.

Mengatasi hipertensi jas putih

hipertensi (tekanan darah tinggi)

Bila Anda merasa memiliki sindrom jas putih, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebelum dan saat pengukuran tekanan darah. Kunci untuk mengatasinya adalah mencoba untuk rileks. Berikut tips agar Anda lebih rileks dan tidak stres saat akan melakukan cek tekanan darah di rumah sakit:

1. Minta perawat untuk menunggu

Jika Anda tiba-tiba merasa cemas atau khawatir saat pengukuran tekanan darah akan dilakukan, mintalah perawat atau dokter untuk menunggu hingga Anda menjadi lebih tenang. Hal ini tentunya untuk mencegah hasil tekanan darah lebih yang lebih tinggi.

2. Pindah tempat

Rumah sakit atau klinik adalah tempat yang dipenuhi oleh berbagai petugas medis, dari perawat, resepsionis, dokter, dan lain-lain yang sibuk melakukan rutinitasnya. Jika kondisi ini membuat Anda menjadi khawatir atau ketakutan, mintalah untuk pindah ke tempat yang lebih sunyi untuk menghindari kondisi hipertensi jas putih.

3. Tarik napas dalam-dalam dan cari kesibukan

Jika masih merasa gugup begitu akan melakukan cek tekanan darah, cobalah tarik napas dalam-dalam dan tenangkan diri Anda. Jangan tegang dan lakukan dengan santai untuk menenangkan saraf Anda.

Selain tarik nafas dalam-dalam, Anda juga bisa mencari kesibukan lain yang cocok untuk menenangkan Anda. Misal membaca buku, mendengarkan musik, atau bahkan minta seseorang yang dekat dengan Anda untuk menemani ke rumah sakit.

4. Ajaklah perawat bicara

Untuk mengurangi ketegangan, Anda bisa mengajak bicara perawat atau dokter yang mengecek tekanan darah Anda. Hal ini dapat membantu Anda mengalihkan perhatian Anda agar lebih rileks. Namun bila Anda lebih rileks dengan diam tanpa bicara, maka lakukanlah hal tersebut untuk mencegah hipertensi jas putih.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Healthline. 2020. Everything You Should Know About White Coat Syndrome. [Online] Available at: <https://www.healthline.com/health/white-coat-syndrome>[Accessed 23 April 2020].

Medical News Today. 2020. What You Should Know About White Coat Syndrome. [Online] Available at: <https://www.medicalnewstoday.com/articles/320861.php> [Accessed 23 April 2020].

American Heart Association. 2020. White-Coat Hypertension. [Onlien] Available at: <http://hyper.ahajournals.org/content/62/6/982.full> [Accessed 23 April 2020].

Medical Daily. 2020. What Is White Coat Syndrome and What are The Risks?. [Online] Available at: <http://www.medicaldaily.com/what-white-coat-syndrome-and-what-are-risks-397375> [Accessed 23 April 2020].

Bloodpressureuk.org. 2020. Blood Pressure : White Coat Hypertension (And White Coat Effect). [online] Available at: <http://www.bloodpressureuk.org/BloodPressureandyou/Medicaltests/Whitecoateffect> [Accessed 23 April 2020].

 

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020