Bolehkah Obat Hipertensi Diberikan pada Ibu Menyusui?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Bagi Anda yang punya tekanan darah tinggi (hipertensi), mungkin khawatir ketika harus menyusui si kecil. Ya, tak sedikit ibu dengan hipertensi ragu untuk memberikan ASI pada bayinya, karena takut obat hipertensi yang diminum saat sedang menyusui juga ikut masuk ke dalam ASI dan memengaruhi kesehatan bayi. Akan tetapi, apakah benar obat hipertensi sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui? Apakah obat hipertensi tersebut berbahaya bagi kesehatan bayi maupun ibu menyusui? Ini dia jawabannya.

Bagaimana jika harus minum obat hipertensi saat ibu sedang menyusui?

Hipertensi adalah gangguan kesehatan kronis yang tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan saja. Maka itu, untuk membuat tekanan darah Anda terus normal, dokter menganjurkan untuk minum obat hipertensi. Mungkin sebelum punya bayi, Anda tidak masalah jika harus minum obat tekanan darah tinggi setiap hari. Namun, bagaimana jika harus minum obat hipertensi saat menyusui? Apakah obat hipertensi akan masuk ke dalam ASI juga ketika ibu sedang menyusui?

Banyak ibu yang mengira seperti itu, sehingga mereka enggan menyusui bayinya atau bahkan berhenti minum obat hipertensi tanpa sepengetahuan dokter. Padahal, telah ada bukti ilmiah bahwa memberikan ASI ekslusif dapat membantu menurunkan tekanan darah pada ibu. Jadi, memang sebaiknya tetap berikan si kecil ASI eksklusif meski Anda memiliki tekanan darah tinggi.

Selain itu, sebenarnya hampir semua obat hipertensi cenderung aman untuk dikonsumsi ketika menyusui. Walaupun memang benar, semua yang ibu menyusui konsumsi, termasuk obat hipertensi, akan bisa masuk ke dalam ASI. Kadar obat hipertensi yang masuk ke dalam ASI tentu tidak banyak, sehingga ibu menyusui tak perlu khawatir mengenai adanya efek samping apa pun pada si kecil.

Namun, hati-hati dengan bayi yang masih prematur. Pemberian ASI yang mengandung suatu obat tertentu, bisa saja memengaruhi kesehatannya karena fungsi tubuhnya – terutama ginjal – belum benar-benar sempurna.

Jadi sebaiknya ibu menyusui selalu berkonsultasi dulu pada dokter sebelum menggunakan atau menghentikan obat hipertensi. Menghentikan atau mengonsumsi obat tidak sesuai dengan anjuran bisa mengganggu kesehatan Anda mau pun sang bayi.

Apa saja obat hipertensi yang aman untuk diminum ibu menyusui?

Hampir semua obat hipertensi aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Namun, hal ini sebenarnya tergantung dengan kondisi fisik serta dosis obat yang Anda minum. Semakin parah hipertensi yang dimiliki, maka semakin ‘ampuh’ pula obat yang diberikan dokter.

Beberapa jenis obat hipertensi yang direkomendasikan oleh Drugs.com untuk ibu menyusui adalah methyldopa, beta blocker, calcium channel blocker, ACE inhibitor, dan diuretik.

Jika ibu menyusui sudah menderita tekanan darah tinggi selama masa kehamilan dan telah mengonsumsi obat hipertensi dari dokter, biasanya obat-obatan tersebut boleh dilanjutkan setelah ibu melahirkan. Namun, tentunya Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai kombinasi obat-obatan hipertensi yang aman untuk ibu menyusui.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis obat hipertensi yang aman dan direkomendasikan untuk ibu menyusui:

1. Methyldopa

Methyldopa termasuk dalam obat hipertensi yang aman dikonsumsi untuk ibu menyusui. Obat yang tergolong dalam acting α2-adrenergic agonist ini bekerja dengan cara mengurangi pelepasan catecholamine, kumpulan hormon yang memicu terjadinya vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah).

Beberapa efek samping yang mungkin dapat timbul dari konsumsi methyldopa adalah kelelahan, sulit tidur, produksi air liur meningkat, serta risiko depresi. Maka itu, obat ini biasanya tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui yang pernah atau sedang menderita depresi.

2. Beta blocker (kecuali atenolol)

Beta blocker juga merupakan jenis obat hipertensi yang diresepkan dokter untuk ibu menyusui. Obat beta blocker yang umumnya diberikan untuk mengatasi darah tinggi selama menyusui bayi adalah labetalol dan metoprolol

Labetalol umumnya digunakan untuk mengatasi hipertensi akut yang bersifat parah selama masa menyusui. Selain itu, obat ini dinilai bekerja lebih efektif apabila dibandingkan dengan methyldopa.

Obat hipertensi beta blocker lain, yaitu atenolol, tidak dianjurkan untuk ibu menyusui. Menurut Drugs.com, atenolol berpotensi memengaruhi kesehatan janin, seperti mengalami bradikardia (penurunan detak jantung) atau hipotermia (penurunan suhu tubuh secara drastis).

3. Calcium channel blocker

Obat calcium channel blocker, seperti nifedipine dan verapamil sering pula diresepkan untuk membantu mengatasi hipertensi pada ibu menyusui. Obat ini bekerja dengan cara merilekskan otot pada pembuluh darah, sehingga aliran darah pun jauh lebih lancar.

Efek samping yang mungkin dapat timbul dari konsumsi calcium channel blocker meliputi detak jantung tidak beraturan (takikardi atau palpitasi), edema perifer, sakit kepala, dan wajah memerah.

4. ACE inhibitor

Obat yang termasuk dalam ACE inhibitor dan digunakan untuk hipertensi pada ibu menyusui adalah captopril, enalapril, dan benazepril.

ACE inhibitor membantu meringankan gejala hipertensi dengan cara menghambat produksi senyawa angiotensin II. Senyawa tersebut dapat memicu penyempitan pembuluh darah pada penderita hipertensi.

Efek samping yang berpotensi muncul akibat obat ini adalah sakit kepala, mulut kering, kelelahan, penglihatan buram, tekanan darah rendah, serta berkeringat berlebih.

5. Diuretik

Penggunaan diuretik sebagai obat hipertensi untuk ibu menyusui dinilai aman. Jenis obat diuretik yang umum diberikan pada ibu menyusui adalah hydrochlorothiazide.

Namun, hydrochlorothiazide diperkirakan dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan diuresis, atau produksi air kencing pada ibu menyusui. Apabila ibu menyusui semakin sering buang air kecil, produksi air susu pun kemungkinan dapat berkurang.

Akan tetapi, sejauh ini hydrochlorothiazide tidak menyebabkan terjadinya kelainan atau masalah pada bayi yang meminum ASI. Selain hydrochlorothiazide, obat hipertensi diuretik spironolactone juga aman untuk dikonsumsi ibu menyusui.

Untuk tahu apakah memang aman minum obat hipertensi saat menyusui, maka sebaiknya bicarakan hal ini pada dokter. Tanyakan juga waktu yang tepat untuk minum obat hipertensi tersebut, apakah ada ketentuan minum sebelum memberikan ASI atau sebaliknya.

Bagaimana jika bayi mengalami reaksi atau suatu gejala tertentu?

Ketika Anda tengah menyusui dan si Kecil mengalami gejala-gejala atau reaksi tertentu, seperti perubahan pola makan, pola tidur, hingga timbul masalah kulit tertentu, Anda tidak perlu langsung merasa panik. Gejala atau reaksi yang muncul pada bayi belum tentu berasal dari obat hipertensi yang Anda konsumsi.

Jadi, jika hal tersebut terjadi pada bayi Anda, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah segera periksakan si kecil ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 24, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca