Apakah Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kurang tidur adalah masalah yang dialami banyak orang. Dilansir dari Mayo Clinic, orang yang tidurnya kurang dari lima jam semalam berisiko lebih besar mengalami tekanan darah tinggi atau memburuknya gejala pada orang yang memang memiliki riwayat penyakit hipertensi. Tak hanya itu saja, data dari beberapa studi juga menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam, 20 persen lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan yang tidur lebih dari 7 jam semalam.

Kurang tidur menghambat sistem saraf otonom dan respon stres

penyakit gangguan tidur

Tidur memberikan kesempatan pada tubuh untuk mengatur sistem saraf otonom, yang merupakan bagian dari sistem saraf yang mengatur respon fisik terhadap stres. Ketika Anda menghadapi penyebab stres, misalnya Anda harus mengejar deadline pekerjaan, organ-organ tubuh seperti otak dan jantung pun harus bekerja ekstra keras supaya Anda bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Bila respon ini terus-terusan berada dalam keadaan aktif, hal ini menyebabkan produksi hormon stres seperti kortisol yang berlebihan pada tubuh. Jika kadarnya terlalu banyak dalam jangka waktu yang lama, hormon tersebut bisa membahayakan.

Ketika sistem saraf simpatik dirangsang, pembuluh darah mengecil guna memperlancar aliran darah ke organ vital seperti otak dan jantung. Tujuannya tentu untuk meningkatkan tekanan darah. Tak hanya itu saja, respon stres ini juga berhubungan dengan perubahan metabolisme glukosa dan peningkatan risiko diabetes yang resisten terhadap insulin.

Kurang tidur juga dapat mengganggu aktivitas hormon

ngantuk saat puasa

Ketika Anda tidur, bagian otak yang bernama hipofisis dan hipotalamus berperan untuk mengatur hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar adrenal. Adrenalin adalah hormon yang memiliki efek langsung pada tekanan darah, dimediasi oleh penyempitan arteri. Ketika tingkat adrenalin Anda tetap tinggi pada malam hari, ini dapat menyebabkan hipertensi berkelanjutan.

Kortisol adalah “hormon stres” yang konsentrasinya mencapat titik tertinggi pada pagi hari dan mencapai titik terendah antara tengah malam hingga jam 4 pagi. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan yang berarti pada siklus ini. Akibatnya, tubuh Anda merespon stres yang berlebihan dan menyebabkan kelelahan yang dapat merusak kesehatan.

Jika Anda memiliki pola makan yang buruk dan minim aktivitas fisik, maka efeknya akan semakin parah.

Pengidap obstructive sleep apnea lebih berisiko tekanan darah tinggi

obstructive sleep apnea penyakit ngorok

Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda kurang tidur. Salah satunya mungkin karena Anda memiliki obstructive sleep apnea. Obstructive sleep apnea adalah gangguan tidur yang membuat Anda berhenti bernapas beberapa saat saat tidur. Ini merupakan gangguan tidur yang serius. Gangguan ini dapat terjadi sampai 30 kali dalam satu jam, saat Anda tidur di malam hari. Akibatnya, kualitas tidur tidaklah cukup untuk membuat Anda berenergi dan produktif pada hari berikutnya.

Penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengidap obstructive sleep apnea ringan sampai sedang berisiko tinggi terkena hipertensi dan diabetes. Tak hanya itu saja, jika tak diobati kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit kronis seperti stroke, gagal jantung, serta serangan jantung di kemudian hari.

Gangguan ini biasanya memengaruhi orang paruh baya, tetapi bisa terjadi pada pasien pada segala usia. Terutama orang-orang yang kelebihan berat badan.

Apakah saya sudah cukup tidur?

kurang tidur tekanan darah naik

National Sleep Foundation dalam laporan utamanya di Sleep Health Journal, menyebutkan bahwa tidak ada jumlah waktu tidur yang sempurna dan pas bagi setiap orang. Namun, berikut jam tidur ideal yang direkomendasikan, sesuai dengan kategori usia:

  • Bayi atau balita: 16-18 jam
  • Anak prasekolah: 11-12 jam
  • Anak SD: 10 jam
  • Remaja: 9-10 jam
  • Dewasa dan lansia: 7-8 jam

Jadi, sudakah Anda tidur yang cukup setiap malam?

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca