Kenapa Penderita Hepatitis Rentan Mengalami Hipertensi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hepatitis dan hipertensi adalah dua kondisi kesehatan yang cukup banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Namun tahukah Anda bahwa meski kedua penyakit ini menyerang bagian tubuh yang berbeda dengan gejala yang berbeda pula, ternyata hepatitis dan hipertensi bisa saling berkaitan satu sama lain? Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang hepatitis

Hepatitis adalah infeksi peradangan hati. Ada banyak penyebab hepatitis. Hepatitis yang biasa disebabkan oleh virus terbagi menjadi 5 kelompok, dari A sampai EHepatitis virus menyebar karena paparan terhadap darah atau cairan tubuh yang terinfeksi lainnya, seperti air mani dan cairan vagina. Kebersihan dan sanitasi yang buruk, serta infeksi HIV juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya hepatitis virus. Selain dari virus, hepatitis juga bisa disebabkan oleh obat-obatan yang merusak hati, alkohol, dan autoimun.

Gejala dan tanda paling umum dari hepatitis antara lain adalah kelelahan, mual, nafsu makan menurun, rasa tidak nyaman pada perut karena nyeri hati, urin berwarna kuning keruh, kulit dan bagian putih mata menguning, serta mengalami penurunan berat badan.

Jika hepatitis tak diobati, lama kelamaan akan berkembang menjadi kronis. Biasanya hepatitis disebut kronis ketika sudah terjadi lebih dari 6 bulan. Jika terus terjadi, bahkan hepatitis bisa berujung pada fibrosis atau sirosis hati.

Sekilas tentang hipertensi

Hipertensi sistemik atau tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah di seluruh tubuh naik, sistolnya hingga 140 ke atas dan diastolnya 90 ke atas. Hipertensi ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer merupakan peningkatan tekanan darah yang belum diketahui penyebabnya, sedangkan hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain.

Bagaimana hepatitis dan hipertensi bisa berhubungan?

Hepatitis kronis dapat berujung pada sirosis atau biasa disebut dengan fibrosis hati. Sirosis terjadi karena jaringan hati yang mengeras sehingga menyebabkan hati tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Jika sirosis sudah terlanjur parah, maka hati akan benar-benar tidak berfungsi dan dapat menyebabkan hipertensi portal.

Hipertensi portal terjadi jika darah tidak bisa lagi mengalir dengan baik di area hati dan terdapat tekanan lebih pada pembuluh vena portal yang langsung menuju organ ini. Penyebab hipertensi portal umumnya adalah hepatitis B dan C. Inilah yang menghubungkan antara hepatitis dan hipertensi.

Kondisi hipertensi portal yang disebabkan sirosis hati berbeda dengan kondisi hipertensi pada umumnya. Kondisi hipertensi portal merupakan peningkatan tekanan pembuluh darah di daerah porta sehingga membuat penderita sirosis hati memiliki riwayat muntah darah, feses hitam, atau kaki bengkak. Sedangkan hipertensi yang sering disebutkan pada umumnya, merupakan suatu kondisi di mana tekanan darah seluruh tubuh mengalami peningkatan dari nilai normal.

Jika tekanan darah tinggi dikontrol dengan baik, hepatitis dapat dicegah

Hipertensi (hipertensi sistemik) yang dikontrol terbukti dapat memperlambat perkembangan hepatitis. Sebuah studi yang dilakukan oleh Parrilli dkk di Italia kepada 95 pasien hepatitis kronis dihubungkan dengan hipertensi yang mereka alami. Pasien dengan hipertensi yang dikontrol memiliki peluang terkena hepatitis di umur yang lebih tua dibandingkan mereka yang tekanan darahnya tidak terkontrol.

Studi lainnya dengan metode penelitian kohort retrospektif selama 2 hingga 20 tahun yang meneliti 254 pasien bahkan berhasil membuktikan secara nyata bahwa tekanan darah yang terkontrol akan memperlambat perkembangan hepatitis yang dialami.

Bagaimana jika saya mengalami hepatitis dan hipertensi secara bersamaan?

Jika Anda mendapatkan hepatitis dan hipertensi secara bersamaan, maka Anda perlu berhati-hati. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hati memegang fungsi yang penting. Hepatitis pada dasarnya bisa disembuhkan dengan pengobatan ketat, sehingga Anda bisa terhindar dari segala komplikasinya, termasuk sirosis hati. Jika pada saat yang bersamaan Anda sedang mengalami hipertensi, segera konsultasikan ke dokter. Jagalah pola makan Anda dan aktivitas fisik dengan baik sehingga Anda bisa mengontrol tekanan darah Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca