Punya Hipertensi Paru, Bolehkah Pakai Pengobatan Herbal? Ini Jawaban Dokter!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Hipertensi paru adalah kondisi tingginya tekanan pembuluh darah paru, tepatnya dari jantung kanan. Berbeda dengan hipertensi sistemik yang sudah lebih banyak diketahui, kondisi yang satu ini menyerang fungsi paru dan jantung sekaligus. Gejala utamanya antara lain cepat terengah-engah saat beraktivitas dan sering mengalami sesak napas.

Gejala-gejala hipertensi paru bisa diatasi dengan obat-obatan dari dokter. Namun, tak sedikit juga orang yang lebih memilih untuk memanfaatkan pengobatan herbal untuk penyakit ini. Apakah aman menggunakan pengobatan herbal untuk hipertensi paru? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dari dokter spesialis jantung sekaligus pakar hipertensi paru berikut ini.

Mengenal hipertensi paru dan pengobatannya

tanda hipertensi paru

Hipertensi paru adalah penyakit yang belum banyak terdiagnosis, baik di seluruh dunia maupun di Indonesia. Penyakit ini juga dikenal dengan istilah hipertensi pulmonal.

Spesialis jantung sekaligus ahli hipertensi paru dari Rumah Sakit Harapan Kita, Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), Fascc, FAPSC, FACC, menjelaskan lebih jauh soal hipertensi paru serta pengobatannya ketika ditemui di Hotel Raffles Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (24/9).

Sampai saat ini, memang belum ada obat yang bisa menyembuhkan hipertensi paru sepenuhnya. “Tujuan pengobatan hipertensi paru yaitu perbaikan kualitas hidup pasien supaya bisa beraktivitas dengan lancar sehari-hari serta untuk meningkatkan kesintasan (harapan hidup) pasien supaya lebih panjang umur,” papar Prof. dr. Bambang.  

Menurut Prof. dr. Bambang yang juga menjabat sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, hipertensi tergolong sebagai penyakit kronis progresif. Artinya, penyakit ini akan terus bertambah parah secara perlahan-lahan seiring berjalannya waktu.

Karena itu, pasien mungkin awalnya hanya diresepkan satu jenis obat saja. Namun, lama-lama pasien bisa membutuhkan kombinasi dua sampai tiga jenis obat yang berbeda untuk melawan efek berbahaya dari penyakit ini. Obat-obatan yang diberikan biasanya meliputi beraprost dan sidenafil.

Bolehkah pakai pengobatan herbal untuk hipertensi paru?

mengatasi disfungsi ereksi

Pengobatan herbal mungkin kesannya lebih ramah bagi tubuh dan minim efek samping. Akan tetapi, Prof. dr. Bambang memiliki pandangan yang berbeda soal pengobatan herbal bagi penyakit hipertensi paru.

“Hati-hati dengan pengobatan herbal. Tanpa sadar, obat-obatan herbal justru berisiko menyebabkan kerusakan pada organ ginjal atau bahkan mengarah pada keganasan alias kanker. Banyak orang yang merasa obat herbal itu aman, sehingga terus-terusan dikonsumsi tanpa memerhatikan bahayanya,” ungkap Prof. dr. Bambang.

Lebih jauh, Prof. dr. Bambang menguraikan bahwa pengobatan herbal itu berbeda dengan pengobatan dengan dokter spesialis. “Kalau berobatnya di dokter, dokter akan mengecek terus kadar ureum dan kreatinin pasien untuk melihat reaksi ginjal pasien terhadap pengobatan. Lagipula, obat-obatan dari dokter itu telah diuji klinis dan diteliti manfaat dan risikonya melalui proses yang sangat panjang sehingga jauh lebih aman.”

Menurut hemat Prof. dr. Bambang, sebaiknya pasien hipertensi paru berhati-hati dan tidak sembarangan berobat dengan herbal yang belum jelas izin edar atau efeknya.

Jangan sampai efek dari pengobatan herbal justru merugikan dan menghabiskan lebih banyak biaya lagi pada akhirnya.

Jika Anda sedang menjalani pengobatan hipertensi paru, sebaiknya rutin konsultasikan kesehatan Anda dengan dokter spesialis. Beri tahu dokter apabila Anda ingin mengonsumsi herbal atau suplemen untuk menghindari efek samping atau reaksi yang berbahaya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca