Berbagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Wanita yang Harus Anda Waspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hipertensi sering dianggap masalah kesehatan pria, tapi itu adalah sebuah mitos. Pria dan wanita di usia 40, 50, hingga 60-an memiliki tingkat risiko yang sama untuk terkena tekanan darah tinggi. Namun, setelah menopause, wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi dibandingkan pria. Salah satu cara mencegah penyakit ini adalah dengan memahami dan mewaspadai faktor risiko yang ada. Simak berbagai faktor risiko hipertensi pada wanita lainnya dalam artikel ini.

Berbagai faktor risiko hipertensi pada wanita

Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko hipertensi pada wanita:

1. Menopause

sudah menopause bisa hamil lagi

Menopause adalah faktor risiko hipertensi pada wanita yang paling umum. Pasalnya, tekanan darah wanita akan meningkat setelah menopause. Perubahan hormonal terkait menopause dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan membuat tekanan darah Anda lebih reaktif terhadap garam.

Hal tersebutlah yang pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan darah wanita cenderung lebih tinggi selama menopause. Penting untuk memantau tekanan darah Anda selama dan sesudah menopause, karena risiko Anda meningkat selama waktu ini.

2. Minum pil KB

minum pil kb saat puasa

Beberapa penelitian mengaitkan penggunaan pil KB adalah salah satu faktor risiko hipertensi pada wanita. Belum diketahui pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi, tetapi ada beberapa faktor yang dapat membuat Anda lebih berisiko terkena hipertensi jika Anda minum pil KB, di antaranya:

  • Ada riwayat tekanan darah tinggi di antara anggota keluarga Anda
  • Anda terkena tekanan darah tinggi selama kehamilan
  • Anda memiliki masalah dengan jantung atau pembuluh darah Anda
  • Anda merokok

3. Kehamilan

mengendalikan tekanan darah ibu hamil

Kehamilan meningkatkan risiko hipertensi pada wanita. Tekanan darah tinggi yang terjadi selama masa kehamilan disebut juga dengan hipertensi gestasional. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat. Akibatnya, sangat umum bagi dokter untuk memantau tekanan darah Anda secara saksama selama kehamilan.

Kehamilan juga bisa membuat tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelumnya menjadi semakin parah. Oleh sebab itu, bila Anda berencana untuk hamil, penting bagi Anda untuk periksa tekanan darah secara rutin.

4. Persentase lemak tubuh

cara menghilangkan lemak coolsculpting adalah

Dibandingkan pria, wanita memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi. Hal tersebut secara tidak langsung meningkatkan risiko hipertensi pada wanita.

Ya, lemak yang terakumulasi di dalam perut, yang dikenal sebagai lemak visceral, dikaitkan dengan berbagai penyakit termasuk hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan resistensi insulin.

Komplikasi apa saja yang mungkin saya terima akibat penyakit ini?

Tanpa diagnosis yang tepat, Anda mungkin tidak tahu bahwa tekanan darah Anda naik. Tekanan darah tinggi harus dikontrol, karena dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang sangat serius.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk stroke dan gagal ginjal. Kerusakan pembuluh darah yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi kronis juga dapat berkontribusi untuk serangan jantung. Bagi wanita yang sedang hamil, tekanan darah tinggi bisa sangat berbahaya, baik bagi ibu dan bayi.

Bagaimana caranya memeriksa tekanan darah?

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan memeriksa tekanan darah Anda. Hal ini bisa dilakukan di tempat praktik dokter, atau di rumah dengan monitor tekanan darah, seperti yang bisa ditemukan di tempat perbelanjaan dan apotek.

Anda harus tahu tekanan darah normal Anda. Jika Anda melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah pada waktu berikutnya tekanan darah Anda diperiksa, Anda harus mencari evaluasi lebih lanjut dari penyedia layanan kesehatan Anda.

Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi risiko terkena hipertensi?

Saran dari para ahli untuk mengurangi risiko Anda terkena tekanan darah tinggi adalah sama untuk wanita dan pria:

  • Berolahraga sekitar 30 sampai 45 menit sehari, setidaknya lima hari dalam seminggu
  • Makan makanan berkalori dalam jumlah sedang dan rendah lemak jenuh
  • Rajin periksa dengan dokter
  • Pastikan untuk membicarakan dengan dokter terkait risiko tekanan darah tinggi. Dokter akan membantu Anda untuk tetap menjaga tekanan darah normal dan kesehatan jantung Anda dengan cara terbaik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca