Waspada, Tekanan Darah Bisa Melonjak Tinggi Akibat Minum Alkohol

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek minum alkohol dalam jumlah sedang membuat jantung sehat. Tetapi apakah efek  minum alkohol berisiko atau baik untuk tekanan darah Anda? Coba simak baik-baik penjelasan mengenai alkohol dan dampaknya pada tekanan darah Anda di bawah ini

Apakah alkohol baik untuk tekanan darah tinggi?

Jawabannya, tergantung pada gaya hidup Anda secara keseluruhan. Pertama-tama, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengurangi berat badan melalui diet dan olahraga, mengurangi asupan garam, dan mengurangi stres.

Tetapi bagaimana jika Anda menikmati meminum segelas atau dua gelas alkohol? Peminum (alkohol) ringan (dua gelas sehari untuk pria, satu untuk perempuan), telah menunjukkan penurunan dalam tekanan darah pada beberapa kasus.

Dalam jumlah kecil, konsumsi alkohol tidak sering-sering telah terbukti menurunkan tekanan darah 2 sampai 4 mmHg (milimeter air raksa) pada wanita. Namun kebanyakan para ahli berpendapat bahwa penurunan tekanan darah yang diakibatkan minum 1 gelas alkohol ini hasilnya tidak cukup signifikan.

Efek minum alkohol untuk kesehatan

minum alkohol

Tapi bagaimana dengan “manfaat” lain yang sering dikaitkan dengan alkohol seperti kesehatan jantung, efek antioksidan, dan menurunkan kolesterol, pada anggur merah (wine) misalnya?

Dikutip dari WebMd, Arthur Klatsky, MD, kepala bidang bagian kardiologi di rumah sakit Oakland, CA, mengatakan bahwa hal itu tergantung dari gaya hidup faktor risiko genetik masing-masing orang terlebih dahulu. Minum segelas (untuk wanita) atau dua gelas (untuk pria) alkohol tidak akan berpengaruh buruk, tergantung pada usia Anda, dan asalkan Anda tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke, dan alkoholisme di dalam keluarga.

Klastsky juga mengatakan bahwa orang dewasa di atas usia 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Risiko ini lebih tinggi efeknya bagi orang usia tua yang minum alkohol. 

Selain itu, penelitian juga telah menunjukkan ada peningkatan risiko kanker payudara pada wanita di bawah usia 50 tahun sebagai efek minum alkohol jangka panjang.

Meski kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa ini terjadi akibat dari kebiasaan minum berat (lebih dari 1-2 gelas sehari), Klatsky mengatakan beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahkan minum alkohol dalam jumlah ringan pun bisa memicu risiko wanita usia muda terhadap kanker payudara. 

Kurangi atau berhenti minum alkohol lebih baik untuk kesehatan tubuh

Usia dan faktor risiko lain yang terkait dengan jantung dan kesehatan tekanan darah pada akhirnya akan membantu keputusan Anda dengan dokter terkait  efek minum alkohol. Tapi, jangan mengharapkan semuanya akan baik-baik saja jika Anda melewati batas minimum untuk alkohol.

Dalam porsi kecil, alkohol bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga malah menurunkan tekanan darah untuk sementara. Meski begitu, berbagai penelitian telah menyebutkan bahwa kebiasaan minum miras dalam jumlah berlebihan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko Anda terhadap hipertensi, atau memperburuk kondisinya jika Anda sudah terdiagnosis.

Alkohol justru dapat mempersempit pembuluh darah jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan berulang. Lama-kelamaan, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ dalam lainnya yang tentunya meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Untuk mengontrol tekanan darah agar selalu berada dalam rentang yang normal, konsumsilah alkohol tidak lebih dari satu minuman beralkohol per hari untuk wanita dan tidak lebih dari dua minuman per hari untuk pria. Jika Anda mengurangi konsumsi alkohol, penelitian menunjukkan bahwa ini dapat menurunkan tingkat tekanan darah sistolik sebanyak 3 mm Hg.

Mulai berhenti minum alkohol dengan cara berikut ini:

1. Berkomitmen untuk berhenti

Mulailah dengan komitmen untuk stop minum alkohol demi tekanan darah dan kesehatan tubuh lainnya. Tetapkan tanggal mulai, dan jika perlu tanda tangani kontrak dengan pasangan atau orang terdekat untuk berhenti minum alkohol.  Konsultasi dengan dokter tentang cara berhenti minum alkohol perlahan.

2. Sibukan diri Anda

Manjakan diri Anda dengan kegiatan yang menyenangkan yang akan mengalihkan pikiran Anda dari keinginan minum bir atau wine seperti menonton film, pergi berbelanja, jalan-jalan, atau sekadar mengerjakan hobi baru untuk mengisi waktu Anda yang akan memberikan rasa kenikmatan dan kepuasan. Anda juga bisa melakukan olahraga atau meditasi untuk membuat tubuh dan pikiran lebih rileks.

3. Kenali tanda-tanda ketergantungan

Jika Anda mengalami kesulitan membatasi alkohol, Anda mungkin perlu bantuan dari luar. Ketika alkohol mulai memengaruhi pekerjaan, sekolah, atau hubungan, sekarang saatnya untuk mencari bantuan profesional.

Komunitas pendukung dapat membantu, tetapi program detoksifikasi (berhenti total mengonsumsi alkohol) maupun rehabilitasi mungkin diperlukan jika Anda seorang peminum berat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca