Panduan Melakukan Seks Aman Dengan Penderita Hepatitis

Oleh

Hepatitis adalah penyakit yang menyerang hati; peradangan tersebut diakibatkan oleh racun yang berasal dari bahan kimia atau berasal dari virus. Terdapat beberapa tipe hepatitis, yang paling umum diketahui adalah hepatitis A, B, C. Hepatitis B dan C berisiko sebabkan kanker hati atau infeksi kronis lainnya yang dapat memicu kerusakan hati seperti sirosis. Penyakit ini dapat menular, antara lain melalui darah yang terkontaminasi dan kontak seksual.

Jika seorang ibu yang sedang mengandung menderita hepatitis B atau C, maka kemungkinan anak yang dilahirkan juga akan mengidap hepatitis tersebut. Transfusi darah juga berisiko terhadap penularan hepatitis, namun risiko tersebut tidaklah besar. Virus hepatitis B dapat ditemukan pada darah, cairan vagina atau sperma.  Lalu, bagaimana jika kita atau pasangan menderita hepatitis? Adakah solusi untuk melakukan kontak seksual tanpa berisiko tertular?

Apakah semua tipe hepatitis bisa menular melalui hubungan seks?

Pada hepatitis A, virus menyebar melalui fekal-oral (penularan dari feses ke mulut), yang dapat terjadi jika ada kontak langsung antara oral dan anal. Jari juga bisa menjadi alat penularan, saat berkontak dengan anus seseorang yang terinfeksi. Sedangkan pada hepatitis B, penularan melalui kegiatan seksual  lebih mudah dibandingkan dengan penularan HIV. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, virus tersebut dapat ditemukan pada saliva, cairan vagina, dan sperma, maka penularannya pun dapat dilakukan ketika terjadi seks oral atau anal. Namun, perlu digarisbawahi bahwa penularan tidak akan terjadi dengan berpegangan tangan, berpelukan, atau sekedar kecupan.

Risiko tertular ketika melakukan ciuman memang ada, namun belum diketahui seberapa besar risiko tertular. Jika ciuman tersebut melibatkan pertukaran ludah dalam jumlah besar, mungkin risikonya bertambah. Selain itu, hati-hati dengan luka pada mulut, sebab ini juga meningkatkan risiko tertular saat berciuman.

Sedangkan pada hepatitis C, virus menular melalui darah – bisa menular melalui darah menstruasi, bisul, atau luka genital. Hepatitis jenis ini dideteksi memiliki jumlah yang lebih besar dibanding dengan orang yang memiliki riwayat berganti-ganti pasangan – termasuk penyakit menular seksual.

Bagaimana melakukan seks aman dengan penderita hepatitis?

Berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai seks yang aman untuk dilakukan dengan tipe hepatitis yang berbeda:

1. Seks aman untuk hepatitis A

Hindari seks anal-oral, sebab virus menyebar melalui feses orang yang terinfeksi dan virus tersebut masuk melalui oral. Bahkan ketika Anda menggunakan kondom pun belum tentu terjamin keamanannya. Sebab virus tetap dapat hinggap di tangan, yang akhirnya virus tersebut juga bisa terbawa ke mulut.

2. Seks aman untuk hepatitis B

Menurut Michael B. Fallon, MD, dosen kedokteran di University of Texas Medical School Houston, yang dikutip situs Everyday Health, dari ketiga tipe hepatitis, yang paling mudah menular melalui kontak seksual adalah hepatitis B. Ketika Anda memiliki hepatitis B, sebaiknya Anda jujur pada pasangan Anda. Jika pasangan Anda belum kebal terhadap hepatitis B, vaksin bisa diberikan. Vaksin dapat mencegah pasangan Anda terkena dari infeksi. Globulin dapat bekerja sebagai antibodi, selain itu juga dapat diberikan pada pasangan yang terkena cairan tubuh Anda dalam jangka waktu dua minggu setelah terekspos, infeksi masih bisa dicegah. Kondom tetap harus digunakan, meski pasangan telah divaksin.

3. Seks aman untuk hepatitis C

Tidak ada vaksin yang efektif, maka pencegahan pun sangat penting untuk tipe hepatitis ini. Menggunakan kondom dan setia pada satu pasangan dapat mengurangi risiko tertularnya hepatitis C. Masih menurut Fallon, pasien dengan hepatitis C yang stabil menjalin hubungan satu pasangan saja, tingkat penularannya hanya berkisar 2 hingga 4 persen per tahun. Sangat kecil risiko tertularnya, meskipun begitu, Anda tetap harus melakukan seks yang bertanggung jawab, hindari seks yang berisiko.

Tips melakukan seks dengan penderita hepatitis

Tips lain yang bisa dilakukan, berupa:

  1. Lakukan seaman mungkin. Anda perlu rutin melakukan pengecekan terhadap bentuk hepatitis dan penyakit menular seksual.
  2. Cari informasi mengenai bagaimana penyakit menular seksual menyebar. Seperti adanya kontak langsung dengan darah, cairan vagina, sperma dengan luka terbuka di bagian vagina, anus atau mulut dapat meningkatkan risiko terinfeksi. Virus memang tidak terlihat, namun dapat masuk dengan mudah melalui kulit atau membran mukosa.
  3. Gunakan kondom. Penting sekali untuk menggunakan kondom lateks untuk berbagai tipe kegiatan seksual.  Gunakan lubrikasi atau pelumas yang berbahan dasar air untuk menghindari kerusakan pada kondom.
  4. Jangan melakukan seks ketika Anda dalam pengaruh alkohol. Mengombinasikan alkohol dan seks akan menjadi tindakan yang kurang bertanggung jawab, Anda mungkin akan sulit berkomunikasi dengan benar, dan adanya risiko menggunakan kondom dengan cara yang salah.

Membicarakan masalah penyakit yang kita miliki memang sensitif, kita pun khawatir pasangan akan meninggalkan kita karena hal ini. Namun, ketika sebuah hubungan memang berarti, Anda dan pasangan pasti memiliki keinginan saling menjaga. Mungkin Anda ingin berkonsultasi dengan dokter dan membicarakannya dengan teman sebelum akhirnya memberi tahu pasangan, hal tersebut tidak masalah. Anda perlu merencanakan apa saja yang ingin Anda katakan ketika harus mengungkapkan kondisi kesehatan Anda.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca