Hepatitis E adalah penyakit infeksi pada hati yang ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Hingga kini, belum terdapat vaksin yang bisa menangkal penularan atau mengobati hepatitis E, tapi ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini.

Penderita biasanya akan membaik setelah beberapa bulan. Komplikasinya pun tidak menimbulkan kerusakan permanen seperti halnya hepatitis B atau C. Namun, penyakit ini amat berbahaya bagi ibu hamil, lansia, serta orang yang sistem imunnya lemah.

Cara mencegah hepatitis E

cara cuci tangan

Hepatitis E umumnya banyak terjadi di wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap air bersih, sanitasi, dan pelayanan kesehatan.

Penularan virus terjadi melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh feses penderita.

Agar tak terkena penyakit yang satu ini, berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularannya:

1. Mencuci tangan secara rutin

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah hepatitis E adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Cucilah tangan Anda setelah menggunakan toilet, bersin, batuk, mengurus orang sakit, serta membuang sampah.

2. Menghindari makanan yang tidak aman

Virus hepatitis E tidak hanya bersarang pada makanan yang mentah. Makanan yang telah berada pada suhu ruang cukup lama juga berisiko.

Untuk itu, hindarilah makan makanan yang telah terpapar suhu ruang dalam waktu lama, daging dan telur mentah, sayur dan buah yang belum dicuci, serta daging hewan liar.

3. Menghindari air dan minuman terkontaminasi

Anda perlu memerhatikan apa yang Anda minum demi mencegah hepatitis E. Pastikan Anda selalu meminum air matang atau yang telah direbus.

Hindari air mentah, es batu, dan minuman yang dibuat dari air mentah, serta susu mentah yang belum dipasteurisasi.

4. Mencegah penularan

Jika di sekitar Anda terdapat orang yang terkena hepatitis E, maka Anda perlu menghindari untuk melakukan kontak dengan pasien.

Pasien hepatitis E juga disarankan untuk menghindari kegiatan di luar rumah demi mencegah penularan. Penderita disarankan untuk beristirahat selama 7 hari sebelum beraktivitas kembali.

Cara mengobati hepatitis E

tidur menghilangkan rasa sakit

Meski telah melakukan tindakan pencegahan, terkadang penyakit tetap saja datang.

Sebelum melakukan tindak penanganan terhadap hepatitis E, biasanya dokter akan terlebih dulu mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala yang Anda alami.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes darah atau pemeriksaan sampel feses.

Biasanya, penyakit ini akan menunjukkan gejala berupa demam, berkurangnya nafsu makan, mual dan muntah, nyeri perut, serta pembesaran organ hati.

Tanda utama yang menjadi ciri khas hepatitis E adalah warna kekuningan pada kulit dan bagian putih mata.

Hingga saat ini, tidak ada cara khusus untuk mengobati hepatitis E. Biasanya, gejalanya akan membaik setelah 4-6 minggu.

Pastikan Anda cukup beristirahat, minum banyak air, serta makan makanan bergizi seimbang untuk menunjang pemulihan.

Penderita hepatitis E biasanya tidak perlu dirawat di rumah sakit untuk mengobati penyakit ini.

Perawatan intensif dilakukan jika penyakit ini berkembang menjadi hepatitis fulminan. Komplikasi tersebut terjadi ketika organ hati mengalami kegagalan dalam waktu cepat. Namun, kondisi ini jarang terjadi.

Kendati tidak berbahaya, penyakit hepatitis E dapat mengganggu produktivitas sehari-hari.

Penularannya begitu mudah dan bisa menimbulkan wabah sehingga Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menaruh perhatian khusus terhadap penyakit ini.

Kunci dari mencegah dan mengobati hepatitis E adalah melalui kebersihan diri. Cucilah tangan Anda secara rutin, hindari makanan dan minuman terkontaminasi, dan pastikan lingkungan Anda tetap bersih guna melindungi diri dari infeksi.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca