3 Cara Melindungi Pasangan Agar Tak Tertular Hepatitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jika Anda didiagnosis dengan hepatitis B, pasangan Anda akan menjadi perawat, pendukung, dan juga tempat Anda untuk bersandar. Namun, menjadi pendukung setia Anda tak serta merta menjamin dirinya aman dari penularan hepatitis. Berada dekat dengan Anda hampir seluruh waktunya membuatnya rentan untuk terinfeksi virus hepatitis yang Anda miliki. 

Sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk mempertimbangkan cara-cara untuk mencegah infeksi hepatitis B. Menularkan virus hepatitis B ke pasangan Anda dalam kehidupan sehari-hari sangatlah mungkin, karena itu Anda harus tahu cara untuk melindungi orang terkasih Anda dari penyakit menular ini.

Simak di sini caranya melindungi orang terkasih Anda dari hepatitis.

Cara penularan virus hepatitis B

Anda bisa menularkan virus hepatitis B melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya yang terinfeksi dengan virus hepatitis B dan yang memasuki tubuh pasangan Anda yang tidak memiliki infeksi ini.

Pasangan Anda bisa terinfeksi virus ini lewat aktivitas sehari-hari seperti berhubungan seks dengan Anda, menggunakan jarum, alat suntik, atau peralatan obat suntik lainnya dengan Anda, atau menggunakan bersama barang-barang seperti alat cukur atau sikat gigi dengan Anda yang terinfeksi. Pasangan Anda juga bisa terinfeksi jika ia melakukan kontak langsung dengan darah atau luka terbuka di tubuh Anda. Ia juga bisa terpapar darah Anda yang terinfeksi dari tusukan jarum atau benda tajam lainnya.

Cara melindungi pasangan dari penularan hepatitis 

1. Ajak pasangan Anda untuk menjalani tes darah

Hubungan seksual menjadi salah satu jalur utama penularan virus hepatitis. Anda harus terbuka memberi tahukan status kesehatan dan penyakit yang Anda derita pada dirinya. Untuk mencegah infeksi, Anda perlu mengingatkannya untuk membuat janji dengan dokter untuk tes darah guna memeriksa apakah ia terinfeksi. Meskipun Anda berdua telah menjalankan cara-cara untuk mencegah infeksi, tes darah rutin tetaplah diperlukan.

Jika pasangan Anda tidak terinfeksi hepatitis B, Anda harus meminta pada dokter supaya pasangan Anda divaksinasi. Vaksin dapat melindunginya dari virus hepatitis B dengan lebih baik. Setelah serangkaian suntikan, pasangan Anda masih membutuhkan tes darah untuk memastikan bahwa ia terlindungi.

2. Gunakan kondom saat Anda berhubungan seks

Bahkan setelah pasangan Anda divaksinasi, adalah suatu keharusan bagi Anda berdua untuk menggunakan kondom lateks saat berhubungan seks, apapun jenis seks yang Anda lakukan.

Selain itu, gunakan pelumas seks berbahan dasar air untuk menjaga agar bahan kondom tidak cepat aus dan kemungkinan robek. Pelumas juga mengurangi kemungkinan terjadinya luka gores akibat gesekan pada penis atau bagian dalam vagina. Anda atau pasangan harus menggunakan kondom dari awal hingga akhir aktivitas seksual. Setelah berhubungan seks, jika pasangan Anda yang akan mengurus dan membuang kondom bekas pakai, Anda harus mengingatkannya untuk melakukannya dengan hati-hati.

3. Jalani pengobatan pencegahan jika diperlukan

Jika pasangan Anda melaporkan bahwa ia telah terpapar darah Anda atau cairan tubuh lainnya tanpa sengaja, Anda harus memintanya untuk menjalani pengobatan pencegahan. Asalkan pasangan Anda diberikan HBIG dan langung mulai menerima rangkaian vaksin hepatitis B, dianjurkan dalam 17 sampai 14 hari, ia bisa terlindungi dengan baik dari virus hepatitis B.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca