Jangan Sepelekan, Berbagai Gejala Hepatitis yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Hepatitis adalah infeksi peradangan hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis. Kebanyakan orang yang terinfeksi hepatitis tidak yakin bagaimana mereka bisa tertular penyakit ini. Ditambah lagi, tidak semua orang terinfeksi akan menunjukkan gejala hepatitis. 

Biasanya mereka menyadari kondisinya di kemudian hari saat penyakit ini telah jauh berkembang menjadi kronis. Namun dalam beberapa kasus, beberapa pasien akan menunjukkan gejala hepatitis tertentu tidak lama setelah terinfeksi virus.

Berikut penjelasan lengkap seputar gejala hepatitis yang wajib Anda ketahui.

Gejala hepatitis secara umum

Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang bisa disebabkan oleh virus, konsumsi alkohol secara berlebihan, dan gangguan sistem imun (autoimun).  

Hepatitis yang disebabkan oleh virus merupakan penyakit yang paling banyak dialami, terutama untuk hepatitis A, B, dan C. Ketiga penyakit ini dapat memunculkan gejala atau gangguan kesehatan yang bervariasi untuk penderitanya.

Beberapa gejala hepatitis bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian orang. Tingkat keparahan gejala tergantung dari seberapa parah infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis. 

Gejala hepatitis akut

Laki-laki mengalami neyri perut gejala hepatitis

Waktu kemunculan gejala berkaitan dari berapa lama masa inkubasi virus yaitu saat virus belum aktif bereplikasi di dalam tubuh. Masing-masing virus penyebab hepatitis memiliki masa inkubasi yang berbeda-beda.

Pada sebagian penderita yang terinfeksi virus hepatitis A, B, dan C (HAV, HBV, HCV) bisa tidak menunjukkan gejala hepatitis sama sekali. Hal ini umumnya terjadi ketika infeksi masih berlangsung secara jangka pendek atau tahap akut (kurang dari 6 bulan).

Apabila terdapat gejala, gangguan kesehatan yang muncul juga bukanlah gejala yang khas dan spesifik sehingga masih sulit dibedakan dengan gejala penyakit lainnya. 

Tak jarang, gejala hepatitis yang muncul umumnya mirip dengan gejala penyakit flu, yang meliputi:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Mual dan Muntah
  • Merasa letih
  • Kehilangan nafsu makan

Gejala hepatitis kronis

Penyakit kuning gejala hepatitis

Akan tetapi, setidaknya 20-30 % orang yang terdiagnosis hepatitis akut juga bisa mengalami gangguan kesehatan yang lebih berat. Termasuk gejala yang paling kentara seperti ikterus atau penyakit kuning juga bisa muncul.

Infeksi virus yang tidak memunculkan gejala memang tidak mengganggu, namun dapat berbahaya apabila infeksi akhirnya berkembang ke tahap kronis. Masalah kesehatan yang muncul bisa lebih berat, yang meliputi:

  • Kelelahan
  • Mual atau muntah
  • Nyeri lambung 
  • Nyeri sendi atau otot
  • Urin gelap seperti teh
  • Feses berwarna putih seperti dempul
  • Warna kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning)
  • Rasa gatal
  • Perubahan mental, seperti keadaan tidak sadar atau koma
  • Perdarahan dalam tubuh

Untuk lebih jelasnya, sebaiknya Anda mengetahui karakteristik gejala dari masing-masing penyakit hepatitis yang paling umum menyerang banyak orang. Berikut ini adalah penjelasannya:

Gejala hepatitis A 

Perempuan mengalami gejala hepatitis

Hepatitis A umumnya ditularkan ketika seseorang mengonsumsi, air atau makanan yang telah terkontaminasi HAV. Anda juga bisa tertular apabila melakukan kontak langsung atau berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.

Virus hepatitis A yang menginfeksi sel-sel hati selanjutnya menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini membuat hati tidak bekerja secara optimal, sehingga orang yang terinfeksi merasakan sejumlah gejala hepatitis A yang meliputi:

  • Demam ringan biasanya mencapai 39.5 derajat Celsius
  • Tenggorokan kering
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Merasa lelah setiap saat
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Perut terasa sakit
  • Mengalami penyakit kuning yaitu kulit dan selaput mata yang berubah menguning
  • Warna urin berubah pekat dan menggelap
  • Gatal-gatal di kulit
  • Liver membengkak sehingga perut terasa perih

Gejala hepatitis B

Kulit menguning gejala hepatitis

Berbeda dengan hepatitis A, hepatitis B ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh lainnya yang terkontaminasi HBV. Di Indonesia, penularan hepatitis B paling sering terjadi dari ibu kepada bayinya melalui proses persalinan.

Infeksi HBV di dalam hati bisa bersifat akut (kurang dari 6 bulan).  Gejala hepatitis B akan lebih sering muncul ketika infeksi telah berlangsung dalam jangka waktu lama tau kronis, di antaranya adalah:

  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Urin berwarna gelap seperti teh
  • Feses berwarna pucat 
  • Mual dan muntah-muntah
  • Pembengkakan pada perut bagian atas
  • Ikterus atau kulit dan mata yang menguning (jaundice)

Gejala hepatitis C

Ilustrasi jaundice gejala hepatitis

Penyakit hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV) yang ditularkan melalui kontak secara menerus dengan darah yang terinfeksi. 

Berdasarkan lamanya virus menginfeksi, hepatitis C diklasifikasikan ke dalam dua jenis, yaitu hepatitis akut dan kronis. Sebagian besar gejala akan muncul ketika infeksi telah mencapai tahap kronis. 

Gangguan kesehatan yang muncul tidak semata menandakan hanya gejala hepatitis C semata, gejala tersebut bisa berkaitan dengan kemunculan penyakit komplikasi yang berasal dari perkembangan penyakit ini.

Menurut NHS, kemunculan beberapa gejala berikut ini dapat mengindikasikan adanya kerusakan serius pada sel-sel hati. 

Berikut ini adalah beberapa gejala lanjutan yang umumnya dialami oleh penderita hepatitis C kronis:

  • Kelelahan setiap saat
  • Mengalami penurunan kemampuan kognitif seperti sering lupa dan sulit berkonsentrasi
  • Nyeri di bagian atas perut
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Sakit ketika buang air
  • Warna feses berubah pucat
  • Urin berwarna gelap dan pekat
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Mudah berdarah
  • Mudah memar
  • Kaki bengkak
  • Depresi
  • Kehilangan berat badan
  • Penyakit kuning (Ikterus), yaitu kulit dan mata yang berubah menguning

Bagaimana gejala hepatitis didiagnosis?

Gejala awal hepatitis paling sering terjadi sekitar enam atau tujuh minggu setelah terpapar virus. Namun yang lain bisa memerlukan enam bulan sampai 10 tahun atau lebih sebelum menyadari adanya gejala.

Perkembangan virus dapat memakan waktu lama sampai menyebabkan kerusakan hati. Oleh karena itu, akan sulit untuk mengetahui keberadaan virus hepatitis dalam tubuh jika hanya berdasarkan dari gejala.

Anda dapat melakukan tes darah sederhana di klinik dokter atau laboratorium rumah sakit untuk memastikan apakah Anda telah terinfeksi hepatitis. 

Setelah dokter mendapatkan hasil tes darah, dokter bisa menyarankan Anda untuk menjalani biopsi hati untuk menentukan jika Anda menderita hepatitis kronis.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca