Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Idealnya, siapa pun yang ingin melakukan donor darah haruslah dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Pasalnya, darah yang “disumbangkan” nantinya akan digunakan untuk menolong nyawa banyak orang. Atas dasar inilah, banyak yang bertanya-tanya bagaimana kalau pernah mengidap suatu penyakit sebelumnya, contohnya hepatitis. Jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Apakah orang yang pernah mengidap hepatitis boleh donor darah?

Tubuh yang sehat seutuhnya merupakan salah satu syarat utama untuk melakukan donor darah. Itulah mengapa tidak semua orang bisa bebas melakukan donor darah, melainkan tidak boleh sedang terjangkit penyakit tertentu. Bagaimana dengan hepatitis?

Hepatitis adalah penyakit peradangan pada hati yang salah satunya disebabkan oleh virus hepatitis. Tidak hanya satu, tapi ada berbagai virus hepatitis yang nantinya akan membagi penyakit hepatitis berdasarkan beberapa 5 jenis. Mulai dari hepatitis A, B, C, D, dan E, dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda-beda (di Indonesia, jenis virus tersering adalah A, B, dan C).

Selain dari virus, hepatitis juga bisa disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan penyakit perlemakan hati non alkoholik atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Nah, salah satu syarat mutlak untuk donor darah yakni Anda tidak boleh memiliki penyakit hepatitis, terlepas dari apa pun jenis penyakitnya.

Akan tetapi, dari sekian jenis penyakit hepatitis yang ada, masih ada yang memperbolehkan mantan pengidap hepatitis untuk donor darah. Mengutip dari laman Very Well Health, orang yang pernah memiliki hepatitis boleh donor darah asalkan yang dialami adalah virus hepatitis A.

Seseorang dengan hepatitis A baru diizinkan untuk mendonorkan darahnya setelah dinyatakan sembuh sepenuhnya sehingga nantinya tidak akan membahayakan sang penerima donor.

dampak hepatitis B bikin pria tidak subur

Siapa mantan pengidap hepatitis yang tidak boleh donor darah?

Lain lagi ceritanya jika hepatitis yang pernah dialami adalah jenis B dan C. Dari sederet daftar orang yang tidak boleh donor darah, satu diantara yang disebutkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yakni orang yang sebelumnya pernah mengalami hepatitis B.

Bukan hanya hepatitis B saja, orang dengan riwayat penyakit hepatitis C sebelumnya juga tidak diizinkan untuk donor darah. Menurut dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH, selaku dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), bahwa tes antibodi hepatitis C atau tes anti-HCV yang positif akan melekat di dalam tubuh pengidapnya seumur hidup.

Jadi, ketika dilakukan pemeriksaan darah dapat segera diketahui bahwa orang tersebut pernah memiliki hepatitis C sebelumnya, karena tes anti-HCV menunjukkan hasil positif, melansir dari Detik Health. Singkatnya, meskipun orang tersebut telah dinyatakan sembuh dari penyakit hepatitis B dan C, mereka tetap tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah.

donor darah bikin gemuk

Patuhi berbagai syarat yang harus dipenuhi sebelum donor darah

Bagi Anda yang pernah memiliki penyakit hepatitis A sebelumnya dan kini telah sembuh total, pastikan Anda memenuhi beberapa syarat berikut ini sebelum mantap melakukan donor darah:

  • Usia 17-60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
  • Suhu tubuh normal
  • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

Supaya benar-benar memastikan tubuh Anda dalam kondisi sehat sepenuhnya, ada tim dokter dan petugas PMI yang akan mengecek kondisi kesehatan Anda.

Pemeriksaan tersebut melibatkan penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan kadar hemoglobin darah.Pastikan juga Anda menyampaikan kondisi kesehatan yang sedang atau pernah dialami pada petugas donor darah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca