5 Fakta Penting Hepatitis yang Perlu Anda Tahu

Oleh

Hepatitis adalah salah satu penyakit yang menjadi perhatian dunia. Penyakit ini ditemukan di hampir seluruh dunia, dan meningkat terutama di negara berkembang. Hepatitis berasal dari 2 kata dalam Bahasa Latin, yaitu kata hepar (yang berarti “hati”) dan –itis (yang berarti “peradangan”). Jadi, hepatitis adalah penyakit peradangan hati, lebih spesifiknya menyerang hepatosit (sel yang menyusun hati). Ada beberapa hal menarik yang mungkin belum Anda ketahui tentang penyakit yang dapat berkembang menjadi kanker hati di kemudian hari ini. Apa saja 5 hal wajib yang perlu diketahui tentang hepatitis? Yuk, ikuti penjelasan berikut ini.

FAKTA 1: Tidak semua hepatitis disebabkan infeksi

Peradangan dalam tubuh kita biasanya disebabkan oleh infeksi, baik infeksi bakteri, virus, atau parasit. Pada kasus hepatitis, peradangan tidak hanya berasal dari infeksi. Hepatitis dibagi menjadi 2 kelas, yaitu hepatitis infeksi dan non-infeksi. Hepatitis non-infeksi dapat disebabkan oleh :

1. Alkohol

Peradangan hati dapat dipicu oleh konsumsi alkohol jangka panjang. Hati berfungsi untuk mengolah alkohol agar tidak meracuni otak. Konsumsi jangka panjang dapat memperberat kerja hati, dan pada suatu saat, hati akan mengalami kegagalan dan hepatitis tidak dapat dihindarkan. Kasus hepatitis alkoholik lebih banyak ditemukan di negara maju dibandingkan negara berkembang.

2. Autoimun

Hepatitis yang disebabkan autoimun merupakan hepatitis yang jarang terjadi. Hepatitis ini hanya ditemukan pada bangsa tertentu. Pada penyakit jenis ini, sel imun tubuh justru menyerang sel hati sehat secara membabi buta.

3. Akibat obat

Sebagian besar obat dimetabolisme dalam hati. Obat dapat menjadi racun jika digunakan dalam dosis tinggi dan jangka panjang. Drug induced hepatitis yaitu hepatitis yang dipicu oleh obat dapat terjadi di kemudian hari. Biasanya obat yang sering menyebabkan hepatitis adalah obat anti-tuberkulosis, anti-kejang, dan anti-depresi. Namun, jika dosis dan aturan pakai disesuaikan dengan fungsi hati, hepatitis jarang terjadi. Oleh sebab itu, dokter biasanya menilai fungsi hati terlebih dahulu sebelum meresepkan obat tertentu. Begitupun jika ada tanda-tanda gangguan fungsi hati, dokter biasanya langsung menghentikan pengobatan dengan segera.

Sedangkan hepatitis infeksi adalah peradangan hati yang disebabkan virus hepatitis. Hampir semua kasus hepatitis disebabkan oleh salah satu dari lima jenis virus meliputi virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV), virus hepatitis E (HEV) dan virus hepatitis G (HGV). Semua jenis hepatitis virus yang menyerang manusia merupakan virus RNA kecuali virus hepatitis B, yang merupakan virus DNA. Kasus hepatitis jenis ini lebih sering ditemukan di negara berkembang.

FAKTA 2: Hepatitis dapat menetap selama bertahun-tahun

Penyakit peradangan hati memiliki 2 golongan besar berdasarkan rentang waktu, yaitu hepatitis akut dan hepatitis kronis. Dikatakan akut apabila inflamasi (radang) hati akibat infeksi virus hepatitis berlangsung selama kurang dari 6 bulan, sedangkan hepatitis kronis apabila hepatitis yang tetap bertahan selama lebih dari 6 bulan sampai bertahun-tahun.

Apa yang menyebabkan penyakit ini menetap? Jenis virus yang masuk dan daya tahan tubuh. Jenis virus yang biasanya menetap adalah virus hepatitis B (HBV) dan virus hepatitis C (HCV). Sedangkan daya tahan tubuh dapat kita lihat pada kasus hepatitis B. Apabila seseorang terinfeksi virus hepatitis B akut, maka tubuh akan memberikan tanggapan kekebalan (immune response).

Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus hepatitis B pasca periode akut.

  1. Jika tanggapan kekebalan tubuh cukup, maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh.
  2. Jika tanggapan kekebalan tubuh lemah. maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif.
  3. Jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas), maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.

FAKTA 3: Tidak semua hepatitis menunjukkan gejala

Gejala hepatitis biasanya terdiri dari gejala sistemik dan gejala spesifik. Gejala spesifik misalnya mata terlihat kuning, badan terlihat kuning, tinja tidak berwarna, dan urin berwarna teh. Sedangkan gejala sistemik dapat bermacam-macam, mulai dari demam, lemah, letih, mual, muntah, dan nafsu makan berkurang. Namun, gejala di atas hanya ditemukan pada kondisi akut. Seseorang yang mengidap hepatitis kronis biasanya tidak menunjukkan gejala, dan terlihat seperti orang normal, kecuali hepatitisnya sudah berkembang dan menimbulkan komplikasi.

Banyak orang yang tidak sadar, bahwa dirinya terjangkit hepatitis kronis. Hal ini menyebabkan penularan tanpa disadari. Hepatitis yang selalu menunjukkan gejala adalah hepatitis A dan E, yaitu hepatitis yang jarang berkembang menjadi kronis.

FAKTA 4: Hepatitis dapat dicegah

Pencegahan hepatitis dapat dilakukan dengan pola hidup yang sehat dan kewaspadaan akan penularan penyakit. Misalnya alcohol induced hepatitis, dapat dicegah dengan menghindari konsumsi alkohol. Begitupun dengan penggunaan obat yang rasional, agar drug induced hepatitis dapat dihindari.

Selain itu, hepatitis dapat dicegah melalui imunisasi/vaksinisasi. Walaupun belum semua jenis virus hepatitis dapat dilawan dengan vaksin, namun vaksinasis hepatitis A dan B sudah dapat dilakukan.

Aturan pemberian vaksin hepatitis

Berikut tata cara pemberian vaksin hepatitis A dan hepatitis B

Vaksin Hepatitis A

Vaksin hepatitis A memiliki efektivitas tinggi (angka proteksi 94-100%). Vaksin ini tergolong aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Vaksin ini akan memberikan perlindngan setelah 15 hari sejak penyuntikan dan dapat bertahan selama 20-50 tahun. Biasanya vaksin disuntikan di lengan, dan jarang menimbulkan efek samping, kecuali sedikit nyeri di tempat penyuntikan

Dosis dan jadwal vaksin HAV disesuaikan berdasarkan umur. Pada usia >19 tahun diberikan 2 dosis (1440 Unit Elisa) dengan interval 6-12 bulan. Sedangkan anak usia > 2 tahun dapat diberikan 2 atau 3 dosis. Jika 3 dosis (360 unit Elisa), 0, 1 dan 6-12 bulan, bila 2 dosis (720 Unit Elisa) diberikan pada 0 dan 6-12 bulan

Vaksin Hepatitis B

Vaksin hepatitis B termasuk 5 imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah. Vaksin ini paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dengan didahului pemberian suntikan vitamin K. Bayi yang lahir dari ibu dengan Hepatitis B positif dapat diberikan tambahan vaksin. Vaksin hepatitis diberikan pada usia 0 bulan, 1 bulan dan 6 bulan. Efektivitas sebesar 85-95% dalam mencegah infeksi HBV. Vaksin ini termasuk aman dan efek sampingnya hanya berupa nyeri sementara pada tempat suntikan pada 10-25% dan demam ringan dan singkat pada <3%. Vaksin ini biasa disuntikkan pada lengan bagian atas.

FAKTA 5: Tidak semua hepatitis berkembang menjadi kanker hati

Hepatitis A dan E jarang berkembang menjadi kanker hati. Namun, hepatitis B dan hepatitis C sangat mungkin menyebabkan komplikasi jangka panjang. Bila tidak diobati dengan baik, 30% di antaranya dapat memburuk menjadi sirosis hati dan 1 hingga 5% meninggal karena sirosis atau kanker hati. Sekitar 20% dari orang yang terinfeksi VHC akan memasuki fase respon imun yang menguntungkan, ditandai dengan hilangnya virus dan tanda penyakit. Namun, 80% akan memasuki fase kronik (menahun), di mana sistem ketahanan tubuh tidak mampu mengatasi infeksi sehingga perlu mendapatkan terapi pengobatan.

Bagi yang terkena infeksi VHC kronik, 30% di antaranya akan mengalami sirosis hati (pengerasan hati) dalam kurun waktu 20-25 tahun.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca