Hati adalah salah satu organ tubuh terbesar. Selain berfungsi membantu tubuh mencerna makanan, menyimpan vitamin dan nurisi, menghasilkan dan menyimpan gula untuk penggunaan energi, hati juga bertugas membilas racun berbahaya dari tubuh. Hepatitis C adalah penyakit menular yang menyebabkan kerusakan pada fungsi hati. Jika Anda menderita hepatitis C, Anda harus mewaspadai kemungkinan komplikasinya supaya bisa mencegah risiko munculnya penyakit yang lebih buruk. Apa saja komplikasi hepatitis C yang mungkin terjadi?

Komplikasi hepatitis C yang paling umum terjadi

1. Sirosis

Komplikasi hepatitis C yang paling pertama dan umum terjadi adalah kerusakan organ hati itu sendiri. Kerusakan hati disebut juga sirosis. Banyak orang berasumsi bahwa alkohol merupakan penyebab utama dari sirosis, tetapi apapun yang merusak hati selama bertahun-tahun dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut termasuk infeksi dan peradangan akibat hepatitis. Perkembangan kerusakan hati sampai menjadi sirosis bisa memakan waktu lama, bahkan sekitar 20 sampai 30 tahun. Tapi jika tidak diobati, sirosis bisa berujung pada gagal hati yang berakibat fatal.

Di tahun-tahun pertamanya, sirosis seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring waktu, Anda bisa mengalami hal berikut:

  • Kelelahan 
  • Penurunan berat badan
  • Mual 
  • Nyeri perut
  • Gatal parah
  • Perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (penyakit kuning)

2. Gagal hati

Gagal hati terjadi saat hati tidak lagi bekerja dengan benar. Kerusakan hati yang berjalan selama bertahun-tahun, atau bahkan beberapa dekade, disebut gagal hati kronis atau penyakit hati stadium akhir. Saat mengalami kerusakan yang parah, hati tidak lagi mampu untuk berfungsi. Anda bisa mengalami perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning (penyakit kuning) dan penumpukan cairan di kaki atau perut. Jika Anda tidak menjalani pengobatan, komplikasi hepatitis C kronis bisa menjadi sangat serius dan menyebabkan penyakit lain yang lebih buruk atau bahkan berakibat pada kerusakan organ lainnya. Anda bisa mengalami perdarahan dari lambung atau kerongkongan, atau bahkan kerusakan otak. Pada titik ini, Anda mungkin membutuhkan transplantasi hati

3. Kanker hati

Komplikasi hepatitis C meningkatkan risiko kanker hati. Penderita hepatitis C berisiko terkena kanker hati jika kerusakannya sudah mencapai tingkat sirosis. Kerusakan hati akibat hepatitis menyebabkan sel-sel berbahaya di hati bisa bereproduksi lebih cepat dari seharusnya, sehingga menyebabkan tumor dan masalah lainnya. Maka dari itu, sangatlah penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan medis secara teratur. Hal yang paling berbahaya adalah bahwa penderita sirosis bisa merasa baik-baik saja dan tidak mengalami gejala di stadium awal. Dokter bisa menganjurkan tes USG hati setiap enam sampai dua belas bulan. Tes ini akan menunjukkan jika ada tumor yang terbentuk. Semakin cepat kanker hati ditemukan, semakin mudah bagi dokter untuk menemukan pengobatan yang tepat bagi Anda.

Yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi hepatitis C

Bekali diri dengan informasi terbaru dan pengetahuan tentang penyakit Anda. Menjaga kesehatan tubuh dengan seksama juga menjadi kunci penting untuk mengelola gejala hepatitis.

Beri tahu dokter jika Anda mengalami salah satu komplikasi hepatitis di atas. Hal yang paling penting adalah Anda harus tetap berpikiran positif dan menjalani gaya hidup sehat dengan program diet bernutrisi dan olahraga yang tepat. Mintalah dukungan dari keluarga dan kerabat dekat untuk membantu Anda mencegah risiko komplikasi hepatitis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca