7 Penyebab Anak Anda Belum Juga Bisa Bicara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anak terlambat bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan orang tua kepada dokter. Pada dasarnya, setiap anak memiliki perkembangan keterampilan dan kemampuan berbicara dalam rentang waktu yang berbeda.

Namun, pada titik tertentu, beberapa anak memang ada yang sudah mulai belajar berbicara dan berkomunikasi secara efektif terlebih dulu. Hal inilah yang menimbulkan perasaan khawatir dan cemas ketika orang tua menyadari jika perkembangan anak mereka tidak sama dengan anak-anak lainnya.

Berikut ini adalah berbagai kemungkinan penyebab anak terlambat bicara:

1. Kelainan perkembangan bicara

Kelainan perkembangan bicara adalah masalah umum yang menyebabkan anak terlambat bicara. Kondisi ini disebabkan karena anak kesulitan belajar berbicara dibandingkan anak lainnya. Anak-anak ini mungkin mengalami kesulitan dalam mempelajari bagaimana menghasilkan suara apa yang ingin dikatakan, bahasa lisan yang digunakan untuk berkomunikasi, atau memahami apa yang orang lain katakan.

2. Gangguan pendengaran

Gangguan pendengaran adalah suatu kondisi yang terjadi pada bagian telinga, yang menghambat jalan masuknya suara ke sistem pendengaran untuk bisa sampai ke otak. Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran akan kesulitan mendengarkan suara, atau hanya bisa mendengarkan sedikit suara, dan bahkan tidak bisa sama sekali mendengar – tergantung tingkatan gangguan pendengaran yang dimiliki dan jenis gangguannya. Seorang anak yang mengalami masalah pendengaran akan mengalami kesulitan untuk mengucapkan, memahami, meniru, dan menggunakan bahasa.

3. Disabilitas intelektual

Disabilitas intelektual adalah keadaan di mana perkembangan kecerdasan anak mengalami hambatan, sehingga tidak mencapai tahap perkembangan yang optimal. Hal ini ditandai oleh lemahnya kemampuan berpikir yang menyebabkan anak mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata dan adanya ketidakcakapan dalam berinteraksi sosial.

4. Auditory processing disorder

Auditory Processing Disorder (APD) atau yang biasa disebut dengan gangguan pemprosesan suara di sistem saraf pusat, yang mana kesulitan mendiskriminasi suara-suara (antara latar belakang dan yang harus didengarkan). Hal ini membuat anak mengalami ketidakmampuan untuk mengintrepestasikan, mengatur atau pun menganalisa apa yang ia dengarkan.

Menurut American Speech Language and Hearing Association, kondisi auditory processing disorder ini kerap kali tumpang tindih dengan banyak kondisi gangguan prilaku, seperti pada kasus ADHDAttention Deficit Hyperactivity Disorder, dan juga anak dengan sindroma autisme.

5. Cerebral palsy

Cerebral palsy adalah gangguan gerakan, otot, dan postur yang disebabkan oleh cendera ataupun perkembangan abnormal di otak. Penyakit ini dimulai dari tahap awal kehidupan yaitu sejak lahir. Orang dengan cerebral palsy sering memiliki kondisi lain, seperti; kelainan perkembangan berjalan dan berbicara yang lambat, perkembangan otak, seperti cacat intelektual, masalah penglihatan dan pendengaran, bahkan kejang.

Selain cerebral palsy, masalah neurologis lainnya seperti distrofi muskular dan cedera otak traumatis dapat mempengaruhi otot yang dibutuhkan untuk berbicara.

6. Autisme

Autisme juga bisa menjadi penyebab anak terlambat bicara. Autisme adalah kelainan neurolis yang perkembangannya dimulai pada masa kanak-kanak dan bertahan seumur hidup. Autisme dapat mempengaruhi interaksi penderita dengan orang lain, berkomunikasi, dan belajar. Umumnya anak autis mengalami kesulitan dalam berinteraksi, masalah dalam komunikasi verbal dan non verbal.

7. Apraksia bicara

Penyebab lain dari anak terlambat bicara bisa jadi karena apraksia bicara. Pasalnya anak-anak yang mengalami apraksia bicara memiliki masalah untuk mengeluarkan suara, suku kata, dan kata-kata yang disebabkan karena adanya masalah di otak. Sehingga membuat mereka memiliki masalah untuk menggerakan bagian-bagian tubuh yang diperlukan untuk bicara seperti, bibir, lidah, dan rahang.

Anak dengan apraksia mengetahui apa yang ingin dikatakan, hanya saja otak mereka kesulitan dalam mengkoordinasi gerakan otot yang diperlukan untuk berbicara.

Kiat untuk melatih dan merangsang si kecil berbicara

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu dan merangsang anak dalam berbicara:

  • Anda harus aktif untuk mengajak sang anak berinteraksi dan berbicara di manapun dan kapanpun. Sering mengajak anak ngobrol akan membantu si kecil lebih komunikatif.
  • Latih bicara anak dengan cara yang menyenangkan seperti bermain, mendongeng, dan bernyanyi dengan bantuan mainan anak, boneka, atau benda apapun yang bisa menjadi media eduktif yang mudah diserap anak.
  • Cobalah mempertegas apa yang anak Anda katakan dengan cara menanyakan kepada anak dengan lebih banyak pertanyaan. Misalnya, jika anak Anda berkata, “Maam!” – makan,  Anda bisa mempertegas dengan , “Adik mau makan? Mau makan apa?” Hal ini bertujuan agar merangsang si kecil untuk berbicara dan mengeluarkan kosakata lebih banyak.
  • Doronglah sang anak untuk bercerita dan berbagai informasi tentang apa saja seputar kesehariannya. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan dan menyimak si kecil setiap ia berbicara sambil menatap mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Stunting pada Anak: Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Stunting, masalah gizi pada anak yang utama di Indoensia dan harus ditangani sedini mungkin demi tumbuh kembang anak. Lantas apa tanda anak stunting?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membersihkan badan bayi

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
cara bedong bayi

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit