Gejala, Penyebab, dan Penanganan Usus Buntu pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Usus buntu atau apendisitis adalah pembengkakan akibat peradangan pada apendiks, yaitu saluran tipis berbentuk jari yang terhubung ke usus besar. Penyakit ini termasuk dalam kondisi yang membutuhkan bantuan medis karena dalam 2 atau 3 hari, apendiks yang meradang bisa pecah dan membahayakan nyawa. Menurut Cleveland Clinic, radang usus buntu sangat umum terjadi pada anak-anak. Diperkirakan 4 dari 1000 anak pernah menjalani operasi usus buntu.

Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatan usus buntu pada anak? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Gejala usus buntu pada anak

penyebab usus buntu pada anak

Radang usus buntu yang merupakan penyakit pada saluran pencernaan, tentunya dapat menimbulkan sakit perut. Namun, sakit perut yang menandakan gejala usus buntu berbeda dengan sakit perut biasa.

Sakit perut akibat usus buntu pada anak biasanya muncul di sebelah kanan bawah perut. Sementara sakit perut biasa biasanya terjadi di tengah perut atau tepat di bawah dada. Sayangnya, tidak semua anak-anak dapat mengutarakan keluhan gejalanya dengan baik.

Mereka sering kali mengatakan bahwa rasa sakitnya muncul di seluruh area perut. Ini mungkin membuat Anda kesulitan mengetahui penyebabnya. Namun, Anda bisa mengamati gejala radang usus buntu yang mungkin menyertai.

Anak usia di bawah 2 tahun, sering kali menunjukkan gejala usus buntu berupa:

  • Muntah.
  • Perut kembung atau terlihat bengkak.
  • Anak mengeluh nyeri ketika Anda menekan perutnya dengan pelan.

Anak yang usianya lebih tua dan remaja lebih sering mengeluhkan gejala radang usus buntu seperti:

  • Perut mual dan muntah
  • Demam 
  • Nyeri pada perut di sisi kanan bawah

Jika Anda mendapati gejala usus buntu pada anak seperti yang disebutkan di atas, segera kunjungi dokter. Apalagi jika ia mengeluhkan sakit di seluruh bagian perut dan mengalami demam tinggi hingga mengganggu aktivitas.

Gejala yang ditunjukkan ini biasanya menandakan bahwa usus buntu yang meradang sudah pecah.

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan meminta si kecil menjalani tes darah untuk melihat adanya peningkatan jumlah sel darah putih, yang menunjukkan bahwa anak sedang mengalami infeksi.

Penyebab usus buntu pada anak

gejala kanker usus wanita

Apendiks merupakan usus yang bertugas mengeluarkan zat kekebalan tubuh berisi kelenjar limfoid. Bagian usus ini bisa mengalami penyumbatan oleh berbagai hal. Nah, penyumbatan pada apendiks inilah yang jadi penyebab utama usus buntu pada anak.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan penyumbatan apendiks pada anak, antara lain:

  • Feses yang mengeras (fekalit)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di usus
  • Adanya infeksi atau parasit pada usus

Setelah penyumbatan terjadi, bakteri jahat di sekitar usus akan berkumpul dan menjadikannya sebagai rumah. Bakteri akan subur berkembang di area tersebut dan menyebabkan infeksi. Apendiks akan meradangan dan bengkak.

Selain penyebab, ada beberapa hal yang membuat risiko anak terkena usus buntu jadi semakin besar, yaitu genetik dan kondisi kesehatan tertentu.

Anak yang memiliki anggota keluarda dengan usus buntu, kemungkinan besar juga akan mengalami kondisi serupa. Begitu juga dengan anak dengan kistik fibrosis. Anak dengan kondisi ini akan lebih sering mangalami berbagai masalah pencernaan.

Penanganan usus buntu pada anak

operasi usus buntu

Usus buntu terjadi akibat penyumbatan yang menimbulkan infeksi. Penyumbatan tersebut membuat bakteri gencar menginfeksi, menimbulkan pembengkakan, dan suplai darah ke usus buntuk jadi terputus.

Jika tidak diobati, infeksi akan semakin parah dan berakibat fatal, seperti pecahnya usus buntu, terbentuknya abses (benjolan berisi nanah), dan peritonitis (peradangan pada lapisan pelindung organ di perut, yakni peritoneum). Untuk itu, pengobatan usus buntu harus dilakukan segera.

Perawatan usus buntu pada anak akan disesuaikan dengan usia, gejala, keparahan kondisi, dan kesehatan anak secara menyeluruh. Pengobatan apendisitis tersebut, meliputi:

Operasi pemotongan apendiks

Operasi usus buntu adalah cara penanganan yang paling umum untuk mengangkat penyumbatan apendiks. Prosedur pembedahan ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

Operasi terbuka

Prosedur ini dilakukan dengan pemberian obat bius dan menyayat sisi kanan bawah perut untuk pemotongan. Jika usus telah pecah, tabung kecil atau shunt akan ditempatkan untuk mengeluarkan nanah dan cairan lainnya yang keluar. Shunt akan diambil beberapa hari setelah infeksi sudah hilang.

Bedah laparoskopi

Pembedahan dilakukan dengan pemberian obat bius dan membuat sayatan kecil. Pada sayatan tersebut dimasukkan sebuah alat yang disebut laparoskopi untuk melihat kondisi perut bagian dalam sekaligus pengangkatan apendiks. Metode ini tidak dilakukan ketika usus akan atau sudah pecah.

Apendektomi interval

Operasi merupakan perawatan usus buntu pada anak yang umum dilakukan. Namun, tindakan tersebut tidak selalu butuh dilakukan sesegera mungkin.

Dokter biasanya menunda operasi jika usus buntu sudah pecah dan mengakibatkan infeksi. Infeksi tersebutlah yang harus lebih dulu ditangani. Prosedur ini disebut dengan apendektomi interval.

Anak akan diberi antibiotik melalui kateter sentral atau tabung IV yang disebut jalur PICC. Kemudian, tes pencitraan akan dilakukan untuk memantau kondisi abses (kantung nanah). Setelah infeksi sembuh, barulah operasi pengangkatan usus buntu dilakukan.

Setelah operasi, anak sepenuhnya harus istirahat di rumah agar luka bekas operasi lebih cepat sembuh dan tidak menimbulkan komplikasi.

Apakah usus buntu pada anak bisa dicegah?

sayuran terbaik untuk anak

Radang usus buntu bisa terjadi kapan saja dan menyerang semua usia. Selain itu, penyakit ini juga tidak bisa dicegah. Namun, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa usus buntu lebih sering menyerang anak yang kurang serat.

Serat adalah nutrisi pada makanan yang berfungsi untuk menjaga tekstur feses tetap lunak. Sudah dijelaskan sebelumnya, bukan, bahwa penyumbatan pada apendiks bisa terjadi akibat adanya feses yang mengera.

Ya, dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa memenuhi kebutuhan serat setiap hari bisa langkah tepat untuk mengurangi risiko terjadinya usus buntu pada anak.

Anda dapat meningkatkan asupan serat pada anak setiap hari dari buah, sayuran, kacang-kacangan, hingga biji-bijian. Beberapa makanan kaya serat yang bisa dijadikan pilihan, antara lain:

  • Buah apel dan pir yang bisa mendorong BAB anak tetap lancar
  • Kacang hijau, kacang polong, dan kacang jenis lainnya
  • Sayur brokoli, bayam, wortel, dan kentang
  • Roti atau spageti dari gandum utuh

Imbangi makanan berserat tersebut dengan perbanyak minum air putih. Pasalnya, air putih bisa membantu serat bekerja secara maksimal dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan anak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mencegah Radang Usus Buntu

Meski kerap dikira kurang punya fungsi yang penting, bukan berarti Anda bisa menyepelekan usus buntu. Sedini mungkin, yuk, kenali cara mencegah usus buntu!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Gejala Radang Usus Buntu Tak Cuma Sakit Perut, Kenali Tanda Khas Lainnya

Usus buntu dapat pecah dan menyebabkan infeksi jika tidak ditangani segera. Karena itu, penting mengenal tanda dan gejala radang usus buntu.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Gejala Usus Buntu Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Penting untuk mewaspadai gejala dan ciri-ciri usus buntu. Jika tidak, usus buntu bisa pecah sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius, bahkan kematian.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Usus Buntu yang Meradang Bisa Pecah, Ini yang Perlu Anda Ketahui

Radang usus buntu yang tidak segera mendapatkan pengobatan dapat menyebabkan usus buntu pecah. Apa saja gejalanya? Simak di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Direkomendasikan untuk Anda

operasi usus buntu

Operasi Usus Buntu (Appendektomi)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 03/09/2019
penyebab usus buntu pada anak

Apa Penyebab Anak Kena Radang Usus Buntu (Apendisitis)?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18/08/2019
gejala usus buntu pada anak

5 Gejala Utama Radang Usus Buntu pada Anak yang Harus Ortu Perhatikan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24/01/2019
gejala awal usus buntu

Sebetulnya Apa Saja Gejala Usus Buntu yang Harus Segera Disadari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/11/2018