Atasi Susah BAB Saat Traveling dengan 4 Cara Ampuh Ini

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/12/2019
Bagikan sekarang

Mengisi hari libur atau cuti kerja dengan bepergian memang jadi salah satu cara untuk melepas stres. Sayangnya, kegiatan ini sering kali menyebabkan susah BAB atau sembelit. Bila tidak diatasi, kondisi ini bisa merusak suasana hati karena gejalanya yang mengganggu. Jangan cemas, simak tipsnya berikut ini.

Kenapa traveling sering menyebabkan susah BAB?

Rata-rata jadwal BAB yang normal adalah 3 kali seminggu, tapi beberapa orang ada yang lebih dari itu. Bila Anda merasa rutinitas buang air besar berkurang dari biasanya, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang sembelit.

Biasanya, kondisi ini terjadi diiringi dengan gejala yang tidak menyenangkan, seperti perut terasa penuh, sakit perut, dan perlu usaha keras untuk mengeluarkan feses dari tubuh. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, salah satunya saat traveling.

Tak sedikit orang yang mengalami kondisi ini saat bepergian jauh. Kondisi ini sebenarnya disebabkan oleh berubahnya rutinitas harian Anda saat traveling, seperti pola makan jadi tidak teratur dan kurang makan serat. Belum lagi Anda lupa minum karena sedang asyik traveling. Tentu saja hal ini semakin membuat Anda susah BAB .

Mungkin ketika ada rasa ingin buang air, Anda malah menahannya karena tidak nyaman jika harus BAB di tengah-tengah perjalanan. Akhirnya, Anda pun mengalami sembelit.

Tidak hanya itu, stres karena harus mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan selama traveling juga dapat membuat Anda semakin susah BAB.

Cara mengatasi susah BAB saat traveling

Cara mengatasi sembelit saat bepergian, sebenarnya tidak berbeda dengan cara yang umumnya dilakukan. Hanya saja, Anda perlu menyesuaikan dengan situasi Anda yang sedang menempuh perjalanan. Mari bahas satu per satu cara ampuh terbebas dari susah BAB saat traveling berikut ini.

1. Makan makanan berserat

Kekurangan serat jadi penyebab umum susah buang air besar. Jadi, selama perjalanan pastikan Anda meningkatkan asupan makanan tinggi serat, contohnya pisang, apel, pepaya, melon, kacang-kacangan, dan sayuran. Anda bisa menyiapkan makanan ini sebagai bekal sebelum bepergian atau membelinya.

Makanan berserat dapat melunakkan tekstur feses sehingga mudah dikeluarkan. Selain itu, serat juga menambah jumlah feses sehingga lebih cepat melewati usus untuk dikeluarkan. Cara mengatasi susah BAB saat traveling ini sangat direkomendasikan karena mudah untuk Anda lakukan.

2. Minum obat pencahar

Cara mengatasi susah BAB saat traveling selanjutnya adalah minum obat pencahar. Anda bisa menggunakan obat pencahar tablet yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

Minum obat ini membantu melunakkan feses dan mengaktifkan usus untuk bergerak aktif sehingga mempermudah Anda untuk mengeluarkan feses. Pastikan Anda selalu baca aturan pakai dan minum obat sesuai dosis yang dianjurkan.

Jadi, jangan lupa untuk selalu menyediakan obat ini dalam daftar obat-obatan yang Anda bawa saat bepergian.

3. Banyak minum air

Supaya lebih cepat mengatasi BAB saat traveling, cara yang bisa dilakukan selanjutnya adalah minum yang banyak.

Memang, kebanyakan orang cenderung menahan diri untuk tidak minum air terlalu banyak. Padahal, kebiasaan tersebut justru semakin mempersulit BAB. Jadi, sebaiknya tetap minum yang banyak, karena cairan bisa membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Selain itu, minum air juga mencegah Anda dari dehidrasi ringan yang ternyata bisa memperparah sembelit. Selain air putih, Anda juga bisa minum jus buah atau makan sup agar cairan tubuh meningkat.

4. Lakukan peregangan

Cara mengatasi susah BAB saat traveling selanjutnya adalah olahraga. Sayangnya, keterbatasan ruang gerak tidak memungkinkan Anda untuk melakukan aktivitas ini selama di perjalanan. Namun, sebagai penggantinya lebih baik Anda tetap melakukan beragam peregangan.

Misalnya saja, gerakan peregangan yang paling praktis dan mudah dilakukan seperti forward lunges. Caranya, posisikan satu kaki maju ke depan, turunkan pinggul Anda hingga kaki belakang hampir menyentuh lantai. Tahan selama 5 detik dan lakukan pengulangan sebanyak 5 kali untuk tiap kaki.

Semakin sering dan banyak peregangan yang dilakukan, ternyata dapat merangsang pergerakan usus. Hal ini akan memungkinkan feses terdorong dengan cepat, mudah dikeluarkan, dan membuat perut Anda lega.

Atau, Anda juga bisa melakukan olahraga yang mudah di sela-sela jadwal jalan-jalan. Contohnya berjalan santai atau jogging pada pagi hari di sekitar tempat Anda menginap.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

dr. Chrisendy Hakim adalah seorang general practitioner yang berpraktik di Jakarta Pusat, DKI Jakarta. dr. Chris memiliki passion

Artikel dari ahli dr. Chrisendy Hakim

Atasi Susah BAB Saat Traveling dengan 4 Cara Ampuh Ini

Saat traveling, salah satu keluhan yang sering muncul adalah susah BAB. Tak perlu khawatir, simak penjelasan cara mengatasinya di sini.

Ditulis oleh: Rena Widyawinata
susah bab saat traveling

Haruskah ke Dokter Jika Diare Terjadi Selama Berhari-hari?

Diare memang umum terjadi dan dapat berlangsung selama berhari-hari. Lantas, haruskah pergi ke dokter jika mengalami hal ini? Baca selengkapnya di sini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
diare berhari hari
Diare, Health Centers 12/11/2019

Cegah Dehidrasi Dengan 5 Cara Ini di Tengah Aktivitas Padat dan Cuaca Panas

Beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas rentan membuat Anda dehdirasi. Simak cara berikut ini untuk mencegah dehidrasi saat cuaca panas.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
mencegah dehidrasi cuaca panas
READ MORE FROM dr. Chrisendy Hakim

Yang juga perlu Anda baca

Fungsi Penting Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Air dibutuhkan oleh seluruh organ dalam tubuh, termasuk ginjal. Lantas, apa fungsi air untuk ginjal? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Makan di luar rumah kini menjadi hal yang tidak biasa saat pandemi COVID-19. Lantas, amankah jika sekarang makan di restoran?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/06/2020

Ibu Harus Paham, Ini Penyebab Bayi 6 Bulan Susah BAB

Ada beberapa hal yang perlu dipahami soal penyebab bayi 6 bulan susah BAB. Salah satunya karena peralihan ke MPASI. Tak perlu cemas, ini cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
dr. Chrisendy Hakim adalah seorang general practitioner yang berpraktik di Jakarta Pusat, DKI Jakarta. dr. Chris memiliki passion

Direkomendasikan untuk Anda

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
bab anak 2 tahun berwarna hijau

Apakah Normal Jika BAB Anak Usia 2 Tahun Berwarna Hijau?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
perut kembung pada anak

Tips Jitu Atasi Perut Kembung pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
potong rambut salon covid-19

Potong Rambut di Salon Saat COVID-19 Ada Aturannya, Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020