7 Aturan Seks Aman Jika Pasangan Mengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hepatitis C adalah penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai kaitan antara seks dan penularan hepatitis. 

Hepatitis bisa ditularkan lewat hubungan seksual

Perantara utama penularan hepatitis C dari satu orang ke orang lain adalah lewat darah dan cairan seksual, seperti air mani atau cairan vagina dari aktivitas seksual yang tidak aman. Penularan hepatitis C lewat seks terjadi dalam 1 dari setiap 190.000 kasus kontak seksual.

Beberapa jalur penularan hepatitis C lainnya, termasuk:

  • Berbagi jarum yang tidak steril di antara para pengguna obat suntik, seperti mereka yang menyalahgunakan heroin
  • Dari ibu ke bayi saat persalinan
  • Tertusuk jarum (suntik keperluan medis/jarum pentul/peniti/benda tajam lainnya) yang digunakan pada orang yang terinfeksi
  • Meminjam barang pribadi dari orang yang terinfeksi, seperti alat cukur dan sikat gigi

Infeksi hepatitis C biasanya tidak menimbulkan gejala sebelum tahap lanjut infeksi kronis. Sebenarnya, kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita infeksi hepatitis C sebelum akhirnya kerusakan hati terdeteksi dalam tes medis rutin beberapa dekade kemudian.

Siapa saja yang berisiko tinggi tertular hepatitis C lewat seks?

Beberapa kondisi dan aktivitas seksual tertentu dilaporkan memiliki risiko tinggi terhadap penularan hepatitis C, yaitu:

  • Memiliki beberapa pasangan seksual
  • Menderita infeksi menular seksual (IMS) lainnya
  • Merupakan positif HIV
  • Melakukan hubungan seksual yang kasar
  • Seks tanpa pengaman, seperti tidak menggunakan kondom atau dental dam
  • Tidak menggunakan pengaman seks dengan benar

Risiko paling tinggi adalah penularan melalui darah yang terinfeksi, meskipun hepatitis C telah terdeteksi dalam air mani. Penularan ini bisa terjadi dari luka terbuka, sayatan, atau robekan lain pada kulit. Kontak kulit dengan kulit selama hubungan seks juga bisa menularkan darah dari satu orang ke orang lainnya, sehingga virus dapat menyebar.

Adalah hal yang umum untuk terkena co-infeksi HIV dan hepatitis C. Sebenarnya, dari 50 sampai 90 persen pengguna obat IV yang menderita HIV juga menderita hepatitis C. Ini dimungkinkan karena kedua kondisi ini memiliki faktor rIsiko yang serupa, termasuk berbagi jarum dan seks tanpa pengaman.

Bagaimana cara mencegah penularan hepatitis C?

Hingga saat ini, tidak ada vaksin untuk hepatitis C, tetapi ada cara untuk mencegah infeksi. Contohnya, berhenti menggunakan obat secara intravena dan berbagi jarum. Selain itu, berhenti menggunakan barang-barang yang terkontaminasi, seperti jarum. Selalu pastikan bahwa peralatan yang digunakan telah disterilkan. Bahkan, Anda tidak boleh berbagi jarum yang digunakan untuk tato, tindik tubuh, atau akupuntur. Peralatan ini harus selalu disterilkan dengan hati-hati demi keamanan. Saat jarum dan peralatan lainnya digunakan, mintalah dokter untuk mengikuti prosedur yang benar.

Jika Anda atau pasangan Anda terdiagnosis hepatitis C, Anda bisa mencegah penularan virus dengan banyak cara, termasuk:

  • Menggunakan kondom di setiap kontak seksual, termasuk seks oral dan seks anal
  • Menggunakan kondom dengan benar untuk mencegah robek atau sobek selama berhubungan seks
  • Menahan diri untuk tidak terlibat kontak seksual saat Anda atau pasangan memiliki luka terbuka di alat kelamin
  • Melakukan tes penyakit kelamin dan meminta pasangan seks Anda untuk menjalaninya juga
  • Berhubungan seks dengan satu pasangan saja (tidak gonta-ganti partner seks)
  • Jujur kepada semua pasangan seks Anda mengenai status kesehatan Anda
  • Melakukan pencegahan tambahan jika Anda positif HIV (kemungkinan Anda untuk tertular virus hepatitis C jauh lebih tinggi jika Anda menderita HIV). Untuk orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus HIV, tersedia tes di fasilitas pengobatan PMS.

Tes antibodi hepatitis C, disebut juga tes anti-HCV, adalah tes yang menentukan keberadaan antibodi HCV dalam darah seseorang. Tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan virus hepatitis C jika seseorang telah terinfeksi virus ini. Jika hasil tes seseorang positif untuk antibodi, dokter biasanya menganjurkan tes lanjutan untuk memeriksa apakah orang tersebut memiliki hepatitis C yang aktif. Tes ini disebut tes RNA atau PCR.

Anda harus memeriksakan diri ke dokter secara teratur untuk melakukan skrining IMS jika Anda aktif secara seksual dan tidak berada dalam hubungan monogami. Beberapa virus dan infeksi, termasuk hepatitis C, bisa tidak menimbulkan gejala selama beberapa minggu setelah paparan. Sepanjang waktu virus tersebut belum menunjukkan gejala, Anda mungkin saja telah menularkannya kepada pasangan seks Anda tanpa sadar.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit