5 Kebiasaan Hidup Sehat yang Perlu Dijalani Oleh Pengidap Hepatitis C

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hepatitis C termasuk jenis infeksi hati paling parah jika dibandingkan dengan jenis hepatitis yang lainnya. Kondisi ini biasanya tidak akan menimbulkan gejala hingga infeksi sudah ada di tahapan kronis. Anda benar-benar membutuhkan perawatan dokter agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Selain mendapatkan perawatan dokter, penderita hepatitis C juga perlu menerapkan serangkaian kebiasaan hidup sehat untuk mengelola penyakitnya.

Gaya hidup sehat yang perlu diterapkan penderita hepatitis C

Makanan untuk penderita hepatitis c

Berikut ini berbagai kebiasaan hidup sehat yang perlu Anda terapkan dalam keseharian saat didiagnosis memiliki hepatitis C:

Istirahat yang cukup

Salah satu efek samping dari pengobatan hepatitis C adalah kelelahan. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk mengurangi aktivitas dan lebih banyak meluangkan waktu untuk beristirahat. Istirahatlah setiap kali Anda merasa lelah dan jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas.

Jika terus dipaksakan, tubuh justru akan terbebani sehingga daya tahan tubuh makin menurun. Akibatnya Anda akan mudah kecapekan dan sulit untuk melakukan berbagai kegiatan produktif setiap harinya.

Mulai makan makanan sehat

Jangan lagi makan makanan yang tidak sehat yang bisa memperburuk kondisi kesehatan Anda. Usahakan untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan mengonsumsi kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Selain itu, jangan lupa untuk melengkapinya dengan asupan vitamin dan mineral dari sayur dan buah-buahan segar.

Anda juga dapat menambahkan diet BRAT dalam menu makanan Anda. BRAT merupakan singkatan dari Banana (pisang), Rice (nasi), Applesauce (saus apel, yaitu apel yang dihaluskan namun bukan di jus), Toast (roti panggang).

Hindari makan makanan tinggi garam dan protein hewani karena dapat merusak hati. Apalagi jika Anda sudah terkena sirosis atau kerusakan hati. Hati alias liver Anda sudah tidak lagi mampu bekerja maksimal untuk menyaring kelebihan urea yang banyak dihasilkan dari dua jenis makanan ini.

Kadar urea yang menumpuk terlalu banyak dalam tubuh akan menimbulkan efek kelelahan kronis, hingga koma dan bahkan kematian.

Hindari mengonsumsi makanan pedas

Orang dengan hepatitis C biasanya memiliki pencernaan yang lebih sensitif. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dapat memicu mual, muntah, dan juga diare. Oleh sebab itu, cobalah untuk menghindari makan makanan jenis ini selama perawatan berlangsung.

Rutin berolahraga

Tak hanya pada orang sehat, olahraga akan sangat bermanfaat untuk orang sakit, termasuk jika Anda memiliki hepatitis C. Menjaga berat badan tetap sehat dengan berolahraga rutin membantu Anda terhindar dari komplikasi penyakit hati seperti diabetes dan juga penyakit jantung.

Selain itu, olahraga juga telah terbukti dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres akibat terus memikirkan penyakit kronis yang sedang dimiliki.

Tak perlu melakukan olahraga berat dalam waktu yang lama, Anda hanya perlu berjalan santai selama 30 menit sehari untuk menjaga tubuh tetap dalam keadaan sehat dan bugar meski memiliki hepatitis C.

Tidak minum minuman beralkohol

Alkohol dapat membuat kondisi hati Anda menjadi lebih cepat rusak, apalagi pada penderita hepatitis C. Alkohol bisa menyebabkan peradangan dan perlemakan hati.

Oleh karena itu, jika sudah didiagnosis memiliki hepatitis C sebaiknya Anda menghentikan kebiasaan minum alkohol. Pasalnya, minum alkohol saat memiliki hepatitis C hanya akan memperburuk kondisi hati Anda yang telah rusak akibat infeksi kronis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan, Health Centers 09/02/2019 . Waktu baca 4 menit

6 Komplikasi Sirosis yang Perlu Diwaspadai

Sirosis membuat hati tidak bisa lagi melaksanakan fungsi normalnya. Komplikasi sirosis ada banyak, mulai dari perdarahan sampai hipertensi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/12/2018 . Waktu baca 3 menit

Apakah Penyakit Hepatitis B Bisa Sembuh Total?

Hepatitis B adalah salah satu penyakit hati yang umumnya berkembang lambat dalam waktu lama. Apakah penyakit hepatitis B bisa sembuh total?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Pencernaan, Health Centers 28/12/2018 . Waktu baca 3 menit

Bagaimana Cara Mencegah Glaukoma Jika Saya Punya Tekanan Darah Tinggi?

Tekanan darah tinggi adalah salah satu kondisi yang bisa meningkatkan risiko penyakit glaukoma. Anda bisa mencegah glaukoma dengan cara-cara berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hipertensi, Health Centers 18/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos hepatitis C

Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 5 menit
olahraga mengurangi cemas depresi

3 Jenis Olahraga yang Bantu Mengurangi Perasaan Cemas dan Depresi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
cara membersihkan paru-paru perokok

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24/01/2020 . Waktu baca 5 menit
cara menjaga kesehatan hati pengidap hepatitis C

5 Kiat Menjaga Hati Tetap Sehat Bagi Pengidap Hepatitis C

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2019 . Waktu baca 5 menit