Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Diare dapat menyerang siapa saja, dari yang muda hingga tua. Perut mulas, mual, serta bolak-balik buang air besar dengan feses cair adalah tanda diare yang utama. Nah, tahukah Anda bahwa diare memiliki klasifikasi penyakitnya tersendiri? Jenis diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasaran lama waktu sakitnya. Lantas, apa beda keduanya? Akan tetapi, jenisnya tidak hanya itu saja, lho!

Beda diare akut dan kronis

Tergantung dari berapa lama durasinya berlangsung, klasifikasi diare dibedakan menjadi dua yaitu diare akut dan kronis. Nah pada kebanyakan kasus, pengobatan diare akan disesuaikan dengan penyebab diare dan jenis yang dialami oleh orang tersebut.

Berikut ini cara membedakan antara diare akut dan kronis yang perlu Anda ketahui agar tidak salah penanganan.

1. Diare akut

anak diare saat liburan

Diare akut adalah gejala diare yang muncul tiba-tiba dan berlangsung selama kurang lebih 3 hari sampai sekitar seminggu. Bila digambarkan, Anda yang awalnya sehat langsung segera kena diare setelah terpapar oleh makanan atau kuman penyebab diare,

Diare akut itu sendiri kemudian terbagi lagi menjad dua jenis, yaitu:

Acute watery diarrhoea 

Diare ini ditandai dengan feses cair yang berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari, tapi tidak lebih dari dua minggu.

Selain feses encer, orang yang mengalami diare berair juga akan mengalami perut mulas, mual, maupun muntah.

Pada kebanyakan kasus, diare berair disebabkan oleh infeksi rotavirus pada bayi dan anak kecil atau infeksi norovirus pada orang dewasa.

Acute bloody diarrhoea

Diare akut berdarah disebut juga dengan disentri, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Entamoeba histolytica atau Shigella bacillus pada saluran pencernaan.

Lama waktu penyakit berlangsung biasanya berkisar 1-3 hari, dengan kemunculan gejala berupa:

  • Perut mulas parah, mual, dan muntah
  • Demam menggigil
  • Feses berdarah dan berlendir
  • Tubuh kelelahan

Diare akut berdarah akibat bakteri Shigella umumnya lebih ringan dan dapat sembuh tanpa dalam beberapa hari. Sementara itu, infeksi bakteri Entamoeba dapat menembus dinding usus hingga merusak organ. Darah pada feses pada jenis diare akut ini disebabkan oleh adanya luka terbuka pada usus yang diakibatkan oleh serangan bakteri tersebut

Pengobatan diare tipe ini adalah dengan mencegah dehidrasi lewat tambahan asupan cairan, baik itu air putih, oralit, atau cairan infus. Dokter mungkin meresepkan antibiotik tunggal atau kombinasi dengan obat amoebicidal.

2. Diare kronis

penyebab diare

Jika diare akut berlangsung paling lama sekitar 1-2 minggu, diare kronis lebih lama. Gejala diare kronis dapat berlangsung hingga 4 minggu, bahkan lebih. Rerata sebuah penyakit dapat dikatakan kronis jika apabila sudah diderita dalam waktu yang lama atau berkembang secara perlahan-lahan.

Penyebab diare kronis pada umumnya adalah infeksi pencernaan jangka panjang atau masalah medis tertentu, seperti peradangan.

Jika penyebabnya tidak diketahui setelah melewati pemeriksaan dasar, dokter mungkin mengaitkannya dengan sindrom iritasi usus besar (IBS). Sindrom ini dapat menyebabkan gejala diare sekaligus sembelit, mual, kembung, dan mulas.

Diare kronis juga bisa disebabkan oleh penyakit Crohn atau kolitis ulserativa. Selain membuat feses jadi encer, dua kondisi tersebut dapat menimbulkan adanya darah pada feses disertai sakit perut. Diare kronis yang disebabkan oleh penyakit ini dikenal juga dengan diare eksudatif.

Penyebab lain dari diare kronis adalah penggunaan obat golongan NSAID, memiliki penyakit diabetes atau HIV, minum alkohol dan makan makanan gluten berlebihan.

Diare yang berlangsung lebih lama dari diare akut juga bisa disebabkan oleh makanan tertentu yang merangsang proses penyerapan di usus jadi lebih cepat. Contoh makanan yang cenderung menyebabkan diare kronis adalah susu dan makanan yang mengandung sorbitol atau fruktosa.

Diare persisten, jenis diare di antara akut dan kronis

diare berhari hari

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, diare persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari, namun tidak lebih dari 4 minggu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa jenis diare ini berlangsung lebih lama ketimbang diare akut tapi lebih singkat dari yang kronis.

Diare persisten terjadi karena adanya infeksi, baik itu virus, bakteri, maupun parasit. Diare jenis ini menyebabkan feses encer berkepanjangan disertai dengan penurunan berat badan. Pada bayi dan anak, diare ini bisa menyebabkan malnutrisi (kekurangan gizi) bila tidak ditangani dengan tepat.

Menurut laporan jurnal Pediatric Gastroenterology Hepatology & Nutrition, diare yang berlangsung lebih lama dari diare akut ini terbagi lagi menjadi dua, yakni:

Diare osmotik

Tipe diare ini terjadi ketika makanan yang ada di usus tidak dapat diserap dengan baik. Akibatnya, cairan berlebihan terbuang bersama feses dan membuat feses jadi encer.

Diare osmotik dapat terjadi karena jenis makanan tertentu dan obat-obatan. Makanan yang menyebabkan diare persisten ini yaitu yang mengandung laktosa, pemanis buatan, seperti aspartam dan sakarin.

Sementara obat-obatan yang memicu diare osmotik adalah penggunaan antibiotik, obat hipertensi, dan obat pencahar yang mengandung bahan aktif seperti natrium fosfat, magnesium sulfat, atau magnesium fosfat.

Orang dengan tipe diare ini harus menghindari makanan dan obat pemicu. Dokter akan meresepkan obat diare medis untuk mengatasinya.

Diare sekretori

Jenis diare yang lebih lama dari diare akut ini disebabkan oleh gangguan sekresi pada usus kecil atau usus besar dalam menyerap elektrolit.

Saat kadar air cukup banyak dalam tubuh, air akan dibuang ke usus kecil yang terganggu fungsinya. Sekresi air (pembuangan air) pada usus ini akan melebihi kemampuan usus untuk menyerap, sehingga membuat feses jadi encer.

Selain infeksi bakteri E. coli, jenis diare persisten ini juga bisa disebabkan oleh produksi hormon tertentu akibat adanya hormon, penggunaan obat antidepresan, dan keracunan logam atau insektisida.

Ke dokter untuk cari tahu jenis diare yang Anda alami

Mengetahui penyebab diare, baik itu akut, kronis, maupun persisten akan membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Oleh karena itu, beberapa dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes kesehatan, seperti tes darah, pemindaian gambar, serta mengamati sampel feses.

Jika Anda mengalami diare dengan gejala yang mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pada kasus parah bisa menyebabkan dehidrasi dan komplikasi parah lainnya.

Maka, diare tidak boleh dipandang sebelah mata. Semakin cepat mengunjungi dokter, semakin mudah pengobatan yang akan dilakukan dan mencegah diare semakin parah.

Cek Arti Warna Feses Bayi

Kebanyakan orangtua baru mungkin akan bingung apakah feses bayi mereka normal atau tidak. Wajar, sebab terdapat beragam warna dan tekstur yang mungkin belum pernah dilihat sebelumya.

Cari Tahu di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10 April 2020 . Waktu baca 6 menit

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Obat Diare (Mencret) yang Aman untuk Bayi?

Diare pada bayi dapat berakibat fatal jika tidak cepat diobati. Lantas jika bayi di rumah sedang diare, apa obat mencret yang aman untuknya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 4 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Ciri-ciri wanita tidak subur

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
bakteri penyebab diare

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12 April 2020 . Waktu baca 5 menit