Sering Dikira Mirip, Begini Caranya Membedakan Gejala Diare dan Flu Perut (Muntaber)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Masalah pencernaan adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum. Rasanya setiap orang pernah mengalami diare atau flu perut alias muntaber setidaknya sekali seumur hidup. Kedua gangguan pencernaan ini memiliki gejala yang mirip sehingga sangat susah dibedakan orang awam. Lantas, apa Anda kena diare atau muntaber? Begini cara membedakannya…

Apa bedanya diare dan flu perut (muntaber)?

Diare dan flu perut sama-sama bisa disebabkan oleh konsumsi makanan-minuman yang sudah terkontaminasi dengan virus, bakteri, dan/atau parasit. Keduanya juga menunjukkan gejala umum yang mirip, yaitu sakit perut dan bolak-balik BAB dengan wujud feses cenderung cair lembek tidak beraturan.

Meski memiliki penyebab dan gejala yang serupa, kedua masalah pencernaan ini sebenarnya berbeda. Bila Anda terkena diare, bukan berarti Anda sudah pasti terkena gastroenteritis atau flu perut. Pasalnya, diare sebenarnya merupakan sebuah gejala dari suatu penyakit, bukanlah jenis penyakit yang berdiri sendiri.

Sementara itu, flu perut adalah sebuah jenis penyakit infeksi yang dikenal dengan istilah medis gastroenteritis. Flu perut alias gastroenteritis adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan diare karena infeksi ini menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan Anda. Selain gastroenteritis, diare juga bisa disebabkan oleh IBSpenyakit Crohn, dan kolitis (radang usus) karena ketiga kondisi ini bisa disebabkan oleh peradangan saluran cerna.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa diare dan flu perut adalah dua hal yang berbeda.

Gejalanya berbeda

Walaupun flu perut juga menunjukkan gejala diare, tapi Anda juga perlu mengetahui gejala lainnya untuk bisa membedakan apakah diare yang Anda alami benar disebabkan oleh gastroenteritis atau masalah kesehatan lainnya.

Flu perut menimbulkan gejala mual-muntah (makanya juga sering disebut “muntaber”, alias muntah dan berak) dan kram perut. Bila disebabkan oleh virus, gejalanya juga meliputi demam, nyeri kepala dan nyeri otot. Apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri, diare dapat disertai darah. Gejala-gejala ini umumnya muncul 12-72 jam setelah makan atau terpapar kontaminasi agen-agen penyebab flu perut.

Sementara itu, diare hanya merupakan keluhan sering buang air besar (lebih dari 3 kali per hari) dengan konsistensi feses cair dan tidak menampakkan gejala lainnya.

Lama waktu sembuhnya juga beda

Gastroenteritis umumnya dapat sembuh kurang dari 1 minggu setelah paparan infeksi pertama kali jika disebabkan oleh virus. Namun jika disebabkan oleh bakteri, lama sembuhnya bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu.

Cepat lambatnya waktu sembuh diare juga tergantung penyebabnya. Jika diare disebabkan oleh radang usus IBS, diare mungkin saja bertahan hingga 3 bulan karena IBS merupakan penyakit kronis.

Apa yang harus dilakukan bila mengalami flu perut dan diare?

  • Banyak minum air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Gejala diare dan flu perut bisa menyebabkan dehidrasi akibat muntah dan bolak-balik BAB.
  • Anda juga dapat mencoba mengonsumsi obat anti mual seperti Ondansetron.
  • Minum obat diare untuk menghentikan gejala diare yang Anda alami.
  • Minum suplemen zink untuk membantu mengurangi keparahan diare dan membantu mempercepat proses penyembuhan.
  • Jagalah kebersihan diri Anda. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Pastikan makanan yang anda makan bersih dan tidak terkontaminasi dengan apa pun.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami masalah pencernaan untuk mencari tahu penyebab pasti dan cara tepat mengobatinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Setiap produk makanan kemasan pasti mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Tapi, apa Anda sudah benar-benar memahami yang dimaksud dengan tanggal kedaluwarsa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit