Daftar Obat Diare yang Aman untuk Ibu Hamil (Plus Perawatannya di Rumah)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/02/2020
Bagikan sekarang

Diare (mencret) adalah salah satu gangguan pencernaan yang rentan menyerang ibu hamil. Diare pada ibu hamil dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari perubahan hormon, stres, perubahan pola makan, hingga sensitivitas terhadap suatu makanan. Awas, diare yang tidak diobati berisiko menyebabkan masalah kesehatan pada ibu dan janin. Lantas, apa obat diare yang aman untuk ibu hamil? Selain pakai obat, adakah cara lain untuk mengatasi diare pada ibu hamil di rumah?

Pilihan obat diare yang aman untuk ibu hamil

obat mercaptopurine
Sumber: walesonline

Gejala diare biasanya dapat membaik sendiri dalam 2 hari, meski pada beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama. Jika sudah begini, ibu hamil butuh cepat minum obat untuk mengatasi diare agar tidak berlarut-larut. Diare yang dibiarkan berharihari akan sangat rentan membuat ibu hamil merasa lemas berkepanjangan dan mengalami dehidrasi.

Meski begitu, tidak semua obat diare di apotek nyatanya aman untuk ibu hamil. Sebelum membeli obat, baca teliti dulu label komposisinya. Ada beberapa laporan medis yang menyebutkan obat diare mengandung Lomotil dapat membahayakan janin pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Obat lainnya yang tidak boleh diresepkan untuk mengatasi diare pada ibu hamil adalah bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol). Obat ini mengandung salisilat yang bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah (BBLR), perdarahan pada bayi baru lahir, dan kematian janin dalam kandungan (stillbirth).

Maka, setiap ibu hamil baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan langganan untuk memastikan obat diare mana yang benar-benar aman untuk dikonsumsi. Minumlah obat diare sesuai dengan aturan pakai, jangan menambah atau mengurangi dosis dari yang dianjurkan.

Berikut adalah beberapa pilihan obat diare yang dapat direkomendasikan atau diresepkan dokter untuk ibu hamil:

1. Loperamide

Loperamide (Imodium) adalah obat yang memperlambat gerak usus agar menghasilkan feses dalam bentuk lebih padat saat diare

Obat loperamide umumnya digunakan sebagai cara untuk mengatasi diare parah pada ibu hamil.

Sampai saat ini tidak ada penelitian yang menyatakan loperamide dapat membahayakan ibu hamil dan janin. Oleh karena itu, dokter kemungkinan bisa meresepkan obat diare ini untuk ibu hamil.

Orang dewasa biasanya diresepkan dosis obat mencret ini dalam bentuk tablet telan, kapsul, sirup, atau tablet kunyah.

Loperamide dapat menyebabkan efek samping berupa sakit perut, mulut kering, sulit konsentrasi, mengantuk, pusing, sembelit, hingga mual dan muntah. Maka, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai dosis yang tepat untuk kondisi Anda.

2. Kaopectate

Obat diare lain yang biasa diberikan untuk ibu hamil adalah kaolin dan pektin (Kaopectate). Kaolin itu sendiri merupakan sejenis mineral alami, sementara pektin adalah jenis sumber serat yang larut air. 

BPOM RI mengizinkan obat diare yang mengandung kaolin untuk dijual bebas di pasaran.

Sama dengan loperamide, obat Kaopectate hanya diberikan untuk ibu hamil apabila diare yang dialami parah (feses yang keluar hanya berupa air). Selain meringankan gejala, obat diare ini bisa mencegah dehidrasi serius.

3. Oralit

Oralit adalah obat yang aman untuk mengatasi diare pada ibu hamil.

Oralit mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate.

Kombinasi dari mineral-mineral tersebut berfungsi untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang saat diare. Efek oralit dapat mulai terasa sekitar 8-12 jam setelah dikonsumsi.

Beberapa ahli meyakini oralit bekerja lebih baik untuk mengatasi diare dibanding hanya minum air mineral saja.

Oralit tersedia dalam bentuk serbuk atau bubuk sehingga harus dilarutkan dulu dengan air. Gunakan air matang untuk melarutkan oralit. Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makan dulu.

4. Antibiotik

Jika diare belum juga sembuh setelah 3 hari, ibu hamil wajib memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan obat yang tepat.

Kemungkinan besar diare yang terjadi pada ibu hamil disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Pada kasus ini, dokter akan meresepkan antibiotik sebagai obat diare untuk ibu hamil.

Namun, tidak semua antibiotik aman diminum oleh ibu hamil untuk mengatasi diare. Hanya dokter yang dapat menentukan jenis dan dosis antibiotik yang tepat. Masa pemakaian obat diare untuk ibu hamil juga ditentukan oleh dokter. 

Cara aman mengatasi diare pada ibu hamil selain pakai obat

minum terlalu banyak air putih

Diare adalah penyakit yang sebetulnya bisa sembuh sendiri. Itu kenapa sebelum meresepkan obat, dokter biasanya lebih dulu menyarankan berbagai hal yang perlu dilakukan sebagai cara mengatasi diare pada saat ibu hamil. Terlebih, ibu hamil juga jadi lebih sensitif dengan obat-obatan karena kandungannya bisa mengalir ke janin.

Bila kondisi ini membaik dalam 2 hari, obat diare untuk ibu hamil tidak perlu diminum. Hal yang perlu dilakukan sebagai cara mengobati diare pada saat ibu hamil, antara lain:

1. Minum air yang cukup 

Masalah terus buang-buang air dapat menyebabkan tubuh kekurangan banyak cairan yang keluar bersama feses. Oleh karena itu, mengonsumsi cairan seperti air mineral, cairan elektrolit, kuah sup hangat, atau bahkan jus buah bisa menjadi obat diare alami untuk ibu hamil.

Cara mengatasi diare pada ibu hamil ini berfungsi membantu mengisi ulang kadar cairan elektrolit dalam tubuh.

2. Mengonsumsi suplemen atau makanan probiotik

Probiotik merupakan jenis bakteri yang baik untuk tubuh. Probiotik berfungsi membantu membunuh bakteri jahat penyebab diare yang berkembang berlebihan di saluran cerna. 

Probiotik juga sekaligus mengembalikan keseimbangan kadar bakteri baik yang hidup alami di perut. Itulah sebabnya makanan probiotik bisa menjadi obat alami untuk mengatasi diare pada ibu hamil. 

Menurut sebuah penelitian terbitan jurnal Canadian Family Physicians, probiotik dalam bentuk makanan atau suplemen aman menjadi obat diare yang aman untuk ibu hamil. Contoh makanan probiotik yang bisa dikonsumsi ibu hamil adalah yogurt dan tempe.

3. Patuhi anjuran dan pantangan makan saat diare

Aturan makan yang benar juga bisa menjadi obat alami untuk mengatasi diare pada ibu hamil. Pasalnya, beberapa ibu hamil mungkin menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu sehingga menyebabkan diare. Padahal sewaktu belum hamil, perut Anda tidak pernah bermasalah sehabis makanan tersebut.

Bila ibu hamil mencurigai hal ini adalah penyebab diare, menghindari makanan tertentu menjadi obat ampuh untuk mengatasinya. Umumnya, makanan yang dihindari adalah makanan yang serba pedas, asam, berlemak, dan digoreng. Selain itu, hindari jenis makanan dan minuman, seperti:

  • Minuman berkarbonasi (soda) dan bergula
  • Buah kering
  • Daging merah
  • Susu
  • Cokelat dan permen

Makanan ini dapat memperparah kondisi Anda. Lantas, apa yang harus makanan  saat diare?

Dokter biasanya akan merekomendasikan pola makan bernama diet BRAT untuk sementara waktu. Diet ini mengharuskan Anda hanya makan pisang, nasi, saus apel, dan roti tawar panggang selama masih diare. Makanan-makanan tersebut tergolong mudah dicerna oleh sistem pencernaan saat diare.

Setelah diare membaik, diet BRAT boleh dihentikan karena sejatinya pola makan ini tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil dan janinnya.

Selama melakukan berbagai perawatan rumahan di atas, pantau gejala diare Anda dalam dua hari. Namun, kalau dalam sehari saja sudah diare berkali-kali hingga Anda merasa lemas karena dehidrasi, jangan menunda konsultasi ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik atau tes darah guna menentukan penyebab dan meresepkan obat diare yang tepat untuk ibu hamil.

4. Hentikan pemakaian obat atau suplemen tertentu

Beberapa ibu hamil mungkin saja dianjurkan untuk minum obat atau suplemen tertentu yang ternyata bisa menimbulkan reaksi alergi atau efek samping berupa diare.

Maka sementara diare masih memporakporandakan perut, hentikan dulu konsumsi suplemen tersebut atau ganti dengan yang lebih aman. Namun, konsultasikan lebih dahulu pada dokter, bukan atas keputusan pribadi.

Meski demikian, ibu hamil mungkin masih boleh minum pyridoxine atau vitamin B6 untuk mengatasi mual akibat diare.

Kapan harus ke dokter?

cara memilih dokter internis terbaik

Cara yang  telah dijelaskan di atas bisa menjadi pilihan utama untuk mengatasi dan mengobati diare pada ibu hamil. Namun, Anda tidak boleh melewatkan konsultasi ke dokter bila gejalanya semakin parah.

Diare parah yang sampai menyebabkan dehidrasi perlu perawatan di rumah sakit. Pasalnya, dehidrasi yang berat dapat menyebabkan berbagai komplikasi dalam kehamilan. Dehidrasi juga bisa menyebabkan janin kekurangan asupan gizi serta darah beroksigen. Ini dapat berakibat fatal bagi perkembangan janin ke depannya.

Berikut adalah beberapa gejala dehidrasi yang perlu Anda waspadai:

  • Urin yang pekat
  • Mulut kering
  • Rasa haus
  • Penurunan jumlah urin
  • Nyeri kepala
  • Pusing

Ketika sudah mengalami dehidrasi, minum obat diare saja tidak lagi cukup sebagai cara untuk mengatasi diare yang parah pada ibu hamil. Ibu hamil harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan asupan cairan tambahan lewat infus. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020