Penyebab Osteoporosis Terjadi Pada Orang yang Masih Muda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kebanyakan orang beranggapan bahwa osteoporosis hanya menyerang orang tua saja. Padahal tidak demikian. Pasalnya, osteoporosis bisa menyerang siapa saja di segala umur dan jenis kelamin, tidak terkecuali pada usia muda. Lantas, apa penyebab osteoporosis di usia muda? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis atau biasa dikenal dengan pengeroposan tulang, adalah kondisi saat kepadatan tulang menurun akibat hilangnya massa tulang yang berkelanjutan, sehingga membuat tulang jadi rapuh dan mudah patah.

Banyak orang berpikir bahwa osteoporosis terjadi secara alami dan tidak bisa dihindari karena merupakan bagian dari penuaan. Padahal tidak demikian. Semua orang – baik itu usia tua dan muda, bisa berisiko terkena osteoporosis.

Kebanyakan orang yang mengalami osteoporosis tidak menyadari gejala penyakit ini. Umumnya mereka baru akan menyadari adanya tanda-tanda saat muncul nyeri di bagian punggung bawah, nyeri leher, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan secara bertahap, dan lebih sering mengalami cedera atau keretakan tulang.

Apa saja faktor penyebab osteoporosis di usia muda?

1. Mengonsumsi obat tertentu

Penggunaan jangka panjang obat minum kortikosteroid atau disuntikkan, seperti prednison dan kortison, mengganggu proses pembentukan tulang. Biasanya, obat tersebut digunakan untuk mengobati asma dan artritis (radang sendi).

Selain itu, penyebab osteoporosis lainnya juga sering dikaitkan akibat dampak dari pengobatan penyakit tertentu seperti kanker, kejang, dan epilepsi.

2. Kondisi medis

Risiko osteoporosis di usia muda akan lebih tinggi apabila sebelumnya telah memiliki masalah medis tertentu, termasuk:

3. Gangguan hormon

Selain beragam kondisi medis yang sudah disebutkan di atas, penyebab osteoporosis pada usia muda lainnya karena adanya gangguan hormon, seperti:

  • Hipertiroidisme (kondisi yang terjadi akibat kelenjar tiroid terlalu aktif)
  • Hiperparatiroidisme (kondisi yang terjadi akibat kelenjar paratiroid terlalu aktif)
  • Gangguan pada kelenjar adrenal, seperti Cushing’s syndrome
  • Menurunnya jumlah hormon seks, yaitu hormon estrogen dan testosteron
  • Gangguan pada kelenjar hipofisis (pituitari)

4. Gaya hidup

Anak yang menghabiskan banyak waktu hanya untuk bermalas-malasan dan minim gerak memiliki risiko osteroporosis yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif melakukan aktivitas fisik. Mengapa demikian? Ini disebabkan karena tubuh dan tulang mereka tidak dapat melatih diri dalam kegiatan menahan beban yang berfungsi untuk mendorong kepadatan tulang.

Tidak hanya itu, anak yang kekurangan asupan kalsium dan vitamin D juga berisiko tinggi mengalami osteoporosis sejak dini. Pasalnya, kedua mineral tersebut merupakan mineral penting dalam penyusun tulang. Sehingga, kekurangan asupan kalsium dan vitamin dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko terkena osteoporosis pada usia muda.

Lantas, bagaimana cara mencegah osteoporosis sejak masih muda?

Ada beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini sejak dini, di antaranya:

1. Olahraga teratur

Osteoporosis bisa dicegah sejak dini dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Terutama melakukan olahraga yang memberi beban pada tulang seperti angkat beban. Olahraga seperti berlari, bersepeda, sepak bola, dan sekedar jalan kaki juga dapat membantu menguatkan tulang sehingga tulang tidak mudah keropos.

2. Mencukupi kebutuhan kalsium

Seperti yang sudah disinggung di atas, salah satu penyebab osteroporosis di usia muda adalah karena kekurangan kalsium. Itu sebabnya, penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda. Anda bisa memperoleh kalsium dari susu, keju, yogurt, jeruk, telur, brokoli, kale, bayam, dan sayuran hijau lainnya.

3. Memperhatikan asupan vitamin D

Selain kalsium, Anda juga harus memperhatikan kebutuhan vitamin D. Sumber utama vitamin D adalah paparan sinar matahari. Berjemurlah di bawah paparan sinar matahari pagi atau sore setidaknya 5 sampai 10 menit setiap hari. Anda pun juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dari makanan seperti ikan (sarden, tuna, dan salmon), telur, susu, jamur kancing, hati sapi, dan lain sebagainya.

4. Mengonsumsi suplemen kalsium

Jika memang diperlukan, Anda bisa mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D. Biasanya cara ini dilakukan apabila Anda tidak bisa mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Tapi, sebelum mengonsumsi suplemen Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu supaya mendapatkan petunjuk mengenai konsumsi suplemen yang cocok dengan kebutuhan Anda.

5. Hindari merokok dan minum alkohol

Remaja yang beranjak dewasa sangat rentan dengan rokok dan alkohol akibat pergaulan. Padahal, kedua hal tersebut bisa membahayakan kesehatan Anda, termasuk meningkatkan risiko osteoporosis. Pasalnya, nikotin dalam asap rokok serta alkohol dapat mengurangi aliran darah ke tulang, menghambat produksi sel pembentuk tulang, dan menghambat penyerapan kalsium.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 25, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca