Penyebab Osteoporosis Terjadi Pada Orang yang Masih Muda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang beranggapan bahwa osteoporosis hanya menyerang orang tua saja. Padahal tidak demikian. Pasalnya, osteoporosis bisa menyerang siapa saja di segala umur dan jenis kelamin, tidak terkecuali pada usia muda. Lantas, apa penyebab osteoporosis di usia muda? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis atau biasa dikenal dengan pengeroposan tulang, adalah kondisi saat kepadatan tulang menurun akibat hilangnya massa tulang yang berkelanjutan, sehingga membuat tulang jadi rapuh dan mudah patah.

Banyak orang berpikir bahwa osteoporosis terjadi secara alami dan tidak bisa dihindari karena merupakan bagian dari penuaan. Padahal tidak demikian. Semua orang – baik itu usia tua dan muda, bisa berisiko terkena osteoporosis.

Kebanyakan orang yang mengalami osteoporosis tidak menyadari gejala penyakit ini. Umumnya mereka baru akan menyadari adanya tanda-tanda saat muncul nyeri di bagian punggung bawah, nyeri leher, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan secara bertahap, dan lebih sering mengalami cedera atau keretakan tulang.

Apa saja faktor penyebab osteoporosis di usia muda?

1. Mengonsumsi obat tertentu

Penggunaan jangka panjang obat minum kortikosteroid atau disuntikkan, seperti prednison dan kortison, mengganggu proses pembentukan tulang. Biasanya, obat tersebut digunakan untuk mengobati asma dan artritis (radang sendi).

Selain itu, penyebab osteoporosis lainnya juga sering dikaitkan akibat dampak dari pengobatan penyakit tertentu seperti kanker, kejang, dan epilepsi.

2. Kondisi medis

Risiko osteoporosis di usia muda akan lebih tinggi apabila sebelumnya telah memiliki masalah medis tertentu, termasuk:

3. Gangguan hormon

Selain beragam kondisi medis yang sudah disebutkan di atas, penyebab osteoporosis pada usia muda lainnya karena adanya gangguan hormon, seperti:

  • Hipertiroidisme (kondisi yang terjadi akibat kelenjar tiroid terlalu aktif)
  • Hiperparatiroidisme (kondisi yang terjadi akibat kelenjar paratiroid terlalu aktif)
  • Gangguan pada kelenjar adrenal, seperti Cushing’s syndrome
  • Menurunnya jumlah hormon seks, yaitu hormon estrogen dan testosteron
  • Gangguan pada kelenjar hipofisis (pituitari)

4. Gaya hidup

Anak yang menghabiskan banyak waktu hanya untuk bermalas-malasan dan minim gerak memiliki risiko osteroporosis yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif melakukan aktivitas fisik. Mengapa demikian? Ini disebabkan karena tubuh dan tulang mereka tidak dapat melatih diri dalam kegiatan menahan beban yang berfungsi untuk mendorong kepadatan tulang.

Tidak hanya itu, anak yang kekurangan asupan kalsium dan vitamin D juga berisiko tinggi mengalami osteoporosis sejak dini. Pasalnya, kedua mineral tersebut merupakan mineral penting dalam penyusun tulang. Sehingga, kekurangan asupan kalsium dan vitamin dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko terkena osteoporosis pada usia muda.

Lantas, bagaimana cara mencegah osteoporosis sejak masih muda?

Ada beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini sejak dini, di antaranya:

1. Olahraga teratur

Osteoporosis bisa dicegah sejak dini dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Terutama melakukan olahraga yang memberi beban pada tulang seperti angkat beban. Olahraga seperti berlari, bersepeda, sepak bola, dan sekedar jalan kaki juga dapat membantu menguatkan tulang sehingga tulang tidak mudah keropos.

2. Mencukupi kebutuhan kalsium

Seperti yang sudah disinggung di atas, salah satu penyebab osteroporosis di usia muda adalah karena kekurangan kalsium. Itu sebabnya, penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda. Anda bisa memperoleh kalsium dari susu, keju, yogurt, jeruk, telur, brokoli, kale, bayam, dan sayuran hijau lainnya.

3. Memperhatikan asupan vitamin D

Selain kalsium, Anda juga harus memperhatikan kebutuhan vitamin D. Sumber utama vitamin D adalah paparan sinar matahari. Berjemurlah di bawah paparan sinar matahari pagi atau sore setidaknya 5 sampai 10 menit setiap hari. Anda pun juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dari makanan seperti ikan (sarden, tuna, dan salmon), telur, susu, jamur kancing, hati sapi, dan lain sebagainya.

4. Mengonsumsi suplemen kalsium

Jika memang diperlukan, Anda bisa mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D. Biasanya cara ini dilakukan apabila Anda tidak bisa mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Tapi, sebelum mengonsumsi suplemen Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu supaya mendapatkan petunjuk mengenai konsumsi suplemen yang cocok dengan kebutuhan Anda.

5. Hindari merokok dan minum alkohol

Remaja yang beranjak dewasa sangat rentan dengan rokok dan alkohol akibat pergaulan. Padahal, kedua hal tersebut bisa membahayakan kesehatan Anda, termasuk meningkatkan risiko osteoporosis. Pasalnya, nikotin dalam asap rokok serta alkohol dapat mengurangi aliran darah ke tulang, menghambat produksi sel pembentuk tulang, dan menghambat penyerapan kalsium.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Olahraga untuk Pengidap Osteoporosis yang Dianjurkan Ahli

Memiliki osteoporosis tak berarti hanya berdiam diri sepanjang hari. Justru olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 14/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Osteoporosis tak hanya bisa dicegah dengan tetap aktif berolahraga, tetapi juga dengan makanan. Berikut ragam makanan pencegah osteoporosis untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 09/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab keropos tulang 1

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan makanan osteoporosis

5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
mitos osteoporosis

Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
osteoporosis pada lansia

Penyebab Utama Osteoporosis Pada Lansia, dan Cara Mengendalikannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . Waktu baca 6 menit