Yuk, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menurunkan Risiko Osteopenia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Osteopenia adalah peralihan tulang yang sehat menuju osteoporosis. Orang yang didiagnosis memiliki kondisi ini, tidak mengalami gejala. Hanya saja tingkat kepadatan tulangnya akan menurun dan risiko terjadinya patah tulang bisa semakin tinggi. Lantas, bisakah Anda mencegah osteopenia? Simak beberapa tipsnya berikut ini.

Tips mencegah terjadinya osteopenia

Tulang adalah bagian terkuat dari tubuh Anda. Namun, seiring bertambahnya usia, tulang juga akan melemah karena kepadatannya mengalami penurunan.

Menurut laman Harvard Medical School, menurunnya kepadatan tulang di bawah batas normal ini disebut dengan osteopenia.

Menurunnya kepadatan tulang akibat penuaan ini memang tidak bisa dicegah. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah terjadinya osteopenia. Kondisi ini bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti:

1. Meningkatkan asupan yang menyehatkan tulang

vitamin D saat puasa

Semua organ di tubuh Anda membutuhkan nutrisi, termasuk tulang. Namun, nutrisi utama yang dibutuhkan adalah kalsium dan vitamin D. Keduanya tidak dihasilkan secara alami oleh tubuh. Oleh karena itu, Anda perlu memenuhi asupannya per hari melalui makanan dan minuman.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara maksimal. Keduanya bekerja sama untuk mendorong pertumbuhan sel tulang baru sehingga kepadatannya selalu terjaga. Anda bisa mendapatkan keduanya dari susu, telur, ikan, jamur, dan produk susu, seperti keju.

2. Jangan malas olahraga

Sumber: Arthritis Health

Olahraga menyehatkan tubuh secara menyeluruh, terutama pada tulang, otot, dan sendi Anda. Itulah sebabnya, aktivitas fisik ini bisa menjadi cara paling mudah untuk mencegah terjadinya osteopenia.

Olahraga memungkinkan tubuh Anda bergerak lebih aktif sehingga membakar lemak tubuh lebih banyak. Terbakarnya lemak di tubuh membuat berat badan Anda jadi lebih terkendali.

Tulang dan berat badan memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, tulang menjadi tempat menompang berat tubuh. Jika berat tubuh berlebihan, tulang akan menerima banyak tekanan. Selain itu, olahraga juga melatih keseimbangan tubuh sehingga menurunkan risiko Anda terjatuh.

3. Hentikan kebiasaan buruk

obat berhenti merokok

Langkah mencegah osteopenia tidak hanya lewat olahraga atau dengan menjaga pola makan. Anda juga harus meninggalkan kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol.

Rokok dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, termasuk pada tulang Anda. Sementara minum alkohol berlebihan dapat mengganggu tubuh dalam menyerap kalsium. Jika Anda kesulitan untuk berubah dari kebiasaan ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada dokter.

4. Lakukan aktivitas dengan hati-hati

jalan cepat

Mencegah osteopenia bisa dilakukan dengan berhati-hati dalam menjalankan aktivitas. Ada beberapa aktivitas yang bisa menempatkan tulang Anda mendapat tekanan besar atau masalah, contohnya membawa barang yang berat atau tergelincir saat berjalan.

Saat membawa barang yang berat, akan lebih baik jika Anda tidak menaruhnya di pundak atau menjinjingnya. Sebaiknya, gunakan alat bantu seperti troli atau minta bantuan orang lain untuk mengangkatnya bersama-sama supaya lebih ringan.

Pastikan lantai rumah Anda kering, terutama di sekitar dapur, kamar mandi, atau di dekat halaman. Jangan berlari dan perhatikan langkah Anda ketika menaiki atau menuruni tangga supaya tidak terpeleset.

5. Cek kesehatan tulang ke dokter

perbedaan osteopenia dan osteoporosis

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mencegah osteopenia adalah rutin cek kesehatan tulang ke dokter. Bila usia Anda di atas 30 tahun atau paling lambat setelah menopause, lakukan cara ini untuk mengetahui tingkat kepadatan tulang.

Tidak seperti cek kesehatan lain, tes kepadatan tulang tidak dilakukan dalam jarak waktu yang dekat. Anda mungkin direkomendasikan untuk melakukan tes kepadatan tulang 2 atau 5 tahun sekali.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca