4 Penyakit yang Menyebabkan Mata Menonjol (Proptosis Mata)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mata menonjol atau proptosis mata bukanlah hal yang mudah untuk disadari. Apalagi jika penonjolan terjadi bersamaan pada kedua bola mata secara perlahan. Padahal, gejala menonjolnya bola mata keluar bisa jadi menandakan adanya kondisi kesehatan pada tubuh Anda.

Lantas, kondisi kesehatan apa saja yang membuat seseorang memiliki mata yang menonjol (proptosis)?

4 penyebab seseorang memiliki mata menonjol

Mata yang terlihat seperti sedang melotot atau raut wajah yang terlihat seperti sedang marah merupakan keluhan yang sering terdengar pada orang yang memiliki kondisi mata menonjol atau proptosis mata.

Namun, perubahan raut wajah sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari masalah yang ada. Sebab, penonjolan bola mata ini bisa jadi justru membawa kondisi kesehatan yang lebih serius daripada sekadar masalah ekspresi wajah. Kehilangan penglihatan bisa menjadi salah satu risiko yang perlu Anda waspadai.

Untuk mengetahui cara penanganan yang tepat, Anda harus terlebih dahulu mengetahui penyebabnya. Berikut adalah 4 penyebab yang harus diwaspadai.

1. Penyakit Graves

penyebab mata menonjol keluar

Penyebab mata Anda menonjol bisa jadi disebabkan oleh penyakit Graves. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang kelenjar tiroid akibat sistem imun tubuh berbalik menyerang dirinya sendiri.

Proptosis mata akibat adanya gangguan pada hormon tiroid disebut juga exophthalmos/eksoftalmus.

Selain menyerang kelenjar tiroid, sistem imun juga menyerang daerah lemak dan otot di belakang bola mata. Akibatnya, terjadi pembesaran pada kedua jaringan tersebut dan membuat mata menonjol keluar.

Umumnya, kedua bola mata menonjol secara bersamaan disertai dengan tanda-tanda lainnya, seperti:

  • Mata merah
  • Kesulitan untuk menutup kelopak mata secara sempurna
  • Penglihatan ganda
  • Pada kasus berat, penurunan penglihatan yang tajam

Untuk mengatasi exophthalmos akibat penyakit Graves, biasanya pengobatan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit.

Pengobatan biasanya dimulai dari yang paling ringan, yaitu dengan pemberian air mata buatan hingga tindakan operasi untuk mengurangi tekanan lemak dan otot pada saraf bola mata.

2. Tumor ganas atau jinak

kanker dan tumor

Terdapat berbagai jenis tumor yang dapat menyebabkan bola mata menonjol. Penonjolan umumnya terjadi pada salah satu mata secara perlahan. Beberapa jenis tumor tersebut antara lain:

  • Hemangioma. Tumor jinak yang terbentuk dari jaringan pembuluh darah. Pemeriksaan tambahan seperti USG atau CT-Scan diperlukan untuk memastikan ukuran tumor.
  • Leukemia akut tipe mieloid. Kanker darah yang dapat menyebabkan terjadinya penonjolan pada salah satu atau kedua bola mata karena adanya sel kanker, perdarahan di belakang bola mata, atau hambatan aliran darah vena. Penanganan dilakukan dengan mengatasi leukemia melalui tindakan kemoterapi.
  • Retinoblastoma. Kanker mata yang sering ditemukan pada anak-anak dengan gejala awal berupa warna putih pada daerah hitam mata (pupil). Proptosis bola mata merupakan tanda yang muncul belakangan dan umumnya memiliki angka kesembuhan yang lebih rendah.

3. Selulitis orbita

bercak merah pada mata

Selulitis orbita adalah peradangan yang terjadi pada bola mata dan organ-organ di sekitar mata. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain mata yang menonjol, gejala lainnya biasanya berupa kemerahan pada kelopak mata, gangguan penglihatan yang cukup drastis, dan rasa nyeri hebat.

Penanganan harus dilakukan secepatnya menggunakan suntikan antibiotik untuk mencegah gangguan penglihatan yang permanen dan kemungkinan kematian.

4. Benturan pada mata

Pukulan atau hantaman benda tumpul pada daerah mata dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada otot-otot bola mata, perdarahan di belakang bola mata, atau patahnya tulang-tulang penyangga bola mata. Hal ini akan menyebabkan bola mata menonjol.

Untuk mengetahui penyebab pastinya, Anda tentu harus berkonsultasi dengan dokter mata. Tak perlu menunggu sampai parah atau bahkan muncul proptosis mata, pemeriksaan secara rutin juga dapat membuat Anda dapat mengantisipasi kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca