Mengenal Pterygium, Selaput Segitiga pada Mata

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mungkin belum banyak orang yang tahu soal apa itu pterygium, meski ternyata kondisi ini cukup umum dan dapat memengaruhi siapa saja yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Apakah bahaya? Yuk, cari tahu lebih lanjut soal gangguan mata yang satu ini.

Apa itu pterygium?

Pterygium adalah pertumbuhan selaput jaringan berbentuk segitiga berwarna merah muda yang biasa muncul pada bagian putih bola mata. Ini biasanya dimulai pada kornea di dekat hidung, dan bisa bertumbuh menuju pupil (bagian hitam mata). Pterygium juga dikenal sebagai “surfer’s eye”. Kondisi ini biasanya hanya terdapat di salah satu mata, tapi jika Anda mendapatinya di kedua mata, bentuk jamak dari kata tersebut adalah pterygia.

Pterygium bukan kanker. Pertumbuhan jaringan ini berhenti setelah beberapa waktu. Meski begitu, jika jaringannya berhasil tumbuh melewati bagian tengah mata, maka bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan penglihatan kabur. Anda mungkin merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata Anda. Atau, selaput mungkin menjadi memerah dan teriritasi sehingga memerlukan perawatan medis tertentu.

Apa penyebab pterygium?

Sampai saat ini penyebabnya masih belum diketahui pasti. Tapi meski dinamakan “surfer’s eye”, Anda tidak perlu menjadi peselancar atau pernah berlibur ke pantai untuk bisa mendapatkan pterygium. Berada di bawah sinar matahari terang selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko Anda, terutama saat Anda berada di atas air yang memantulkan sinar UV yang berbahaya. Mereka yang hidup di daerah khatulistiwa dan tinggal di daerah panas, serta bekerja outdoor juga lebih sering mengalami pterygium.

Selain karena sinar ultraviolet, orang-orang yang matanya sering terpapar debu, pasir, asap, dan angin juga berisiko tinggi mengalami hal ini. Laki-laki memiliki risiko dua kali lebih tinggi dibandingkan perempuan. Selain itu, semakin tua usia Anda, maka Anda juga semakin berisiko untuk mengalami hal ini.

Apa saja gejala pterygium?

Pterygium tidak selalu menimbulkan gejala. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa ia memiliki pterygium. Gejala yang umum muncul termasuk iritasi mata merah, rasa panas dan gatal pada mata,dan rasa mengganjal di mata seperti kelilipan benda asing. Apabila selaputnya cukup besar hingga menutupi kornea, maka dapat mengganggu pandangan.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengobati pterygium?

Satu-satunya cara untuk menghilangkan selaput merah muda mengganggu ini adalah lewat operasi. Namun tidak semua pterygium harus dioperasi. Gejala ringan biasanya tidak membutuhkan pengobatan apapun. Jika kondisi ini menyebabkan mata Anda memerah atau iritasi, dokter dapat menyarankan untuk menggunakan obat tetes mata atau salep resep untuk mengurangi keluhannya. Untuk mencegah agar tidak terjadi iritasi Anda dapat menggunakan air mata buatan.

Tergantung seberapa besar pertumbuhan jaringannya dan seberapa mengganggu kondisinya, maka  dokter dapat menyarankan Anda untuk dioperasi. Umumnya, ketika pterygium mulai mengganggu pandangan, maka hal tersebut sudah menjadi indikasi untuk dilakukan operasi.

Adakah cara mencegahnya?

Hindari paparan radias sinar ultraviolet. Jika Anda berisiko tinggi untuk mengalami hal ini, gunakan kacamata hitam setiap kali pergi keluar rumah. Pilih kacamata hitam yang dapat menahan sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) hingga 99%-100%. Gunakan topi untuk mengurangi parapan sinar matahari. Anda juga dapat menggunakan air mata buatan untuk menjaga agar mata Anda tetap lembab pada cuaca yang panas.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca